TelkomGroup Tanam 20 Ribu Mangrove untuk Ketahanan Ekosistem Pesisir
JAKARTA - TelkomGroup menegaskan komitmennya dalam memperkuat ketahanan ekosistem pesisir Indonesia melalui program penanaman 20 ribu bibit mangrove yang dilaksanakan secara bertahap di sejumlah wilay...
JAKARTA - TelkomGroup menegaskan komitmennya dalam memperkuat ketahanan ekosistem pesisir Indonesia melalui program penanaman 20 ribu bibit mangrove yang dilaksanakan secara bertahap di sejumlah wilayah. Langkah ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan dalam mendukung target pemerintah mengenai rehabilitasi hutan mangrove nasional.
Dalam keterangan resmi yang diterima Apaberita, Senin, manajemen TelkomGroup menyatakan bahwa aksi penanaman perdana dilakukan di Desa Golo Sepang, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Sebanyak 10 ribu bibit mangrove ditanam di lokasi tersebut dengan melibatkan pemerintah daerah, mitra usaha, serta masyarakat setempat.
"Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan wujud nyata kontribusi TelkomGroup terhadap pelestarian lingkungan dan pengurangan risiko bencana pesisir," ujar Direktur Utama TelkomGroup dalam sambutannya yang dibacakan oleh perwakilan manajemen di lokasi acara.
Penanaman mangrove di Manggarai Barat dipilih berdasarkan kajian ekologis yang menunjukkan tingginya tingkat abrasi dan ancaman intrusi air laut di wilayah tersebut. Ekosistem mangrove dinilai mampu menjadi benteng alami yang efektif dalam meredam gelombang, menahan lumpur, serta menyediakan habitat bagi berbagai biota laut.
Sinergi dengan Program Nasional
TelkomGroup menegaskan bahwa program ini sejalan dengan arahan Presiden RI mengenai percepatan rehabilitasi mangrove seluas 600 ribu hektare hingga tahun 2024. Perusahaan pelat merah ini juga berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) dalam pelaksanaan teknis di lapangan.
"Kami menindaklanjuti arahan pemerintah melalui Rapat Koordinasi lintas sektor yang digelar pada awal tahun. Dalam rapat tersebut, diputuskan bahwa TelkomGroup akan berkontribusi pada penguatan kawasan pesisir di lima provinsi prioritas," jelas Vice President Corporate Communication TelkomGroup.
Selain di Nusa Tenggara Timur, TelkomGroup juga merencanakan penanaman 10 ribu bibit mangrove tambahan di wilayah pesisir utara Jawa dan Sulawesi Selatan. Lokasi tersebut dipilih berdasarkan data kerentanan pesisir yang dirilis oleh Badan Informasi Geospasial.
Pemberdayaan Masyarakat Lokal
Dalam pelaksanaannya, TelkomGroup melibatkan kelompok tani mangrove dan nelayan setempat sebagai tenaga penanam serta perawat bibit. Setiap kelompok diberikan pelatihan teknis mengenai metode penanaman yang tepat, termasuk jarak tanam dan pemeliharaan awal.
Kepala Desa Golo Sepang menyatakan apresiasinya atas keterlibatan langsung warga dalam program ini. "Masyarakat kami sangat terbantu, baik dari sisi ekonomi maupun pengetahuan. Mereka kini memiliki keterampilan baru dalam pengelolaan kawasan pesisir," ujarnya dalam sambutan di lokasi penanaman.
TelkomGroup juga menyediakan pendampingan selama enam bulan pasca-penanaman untuk memastikan tingkat kelangsungan hidup bibit mencapai minimal 85 persen. Evaluasi berkala dilakukan bersama dinas lingkungan hidup setempat.
Komitmen Keberlanjutan
Program penanaman mangrove ini merupakan bagian dari pilar keberlanjutan TelkomGroup yang mencakup aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola. Perusahaan menargetkan total 1 juta pohon ditanam hingga tahun 2025 di berbagai ekosistem, termasuk mangrove, hutan kota, dan daerah aliran sungai.
"Kami berkomitmen untuk tidak hanya menanam, tetapi juga memastikan pertumbuhan dan manfaat jangka panjangnya. Ini adalah investasi ekologis yang akan dinikmati generasi mendatang," tegas perwakilan manajemen TelkomGroup.
Dengan adanya program ini, TelkomGroup berharap dapat menginspirasi sektor swasta lain untuk turut serta dalam upaya nasional menjaga ketahanan pesisir. Perusahaan juga membuka ruang kolaborasi dengan lembaga riset dan universitas untuk pengembangan metode restorasi mangrove yang lebih efektif.
Penanaman 20 ribu mangrove ini diharapkan mampu menyerap sekitar 100 ton karbon dioksida per tahun, sekaligus menjadi habitat bagi kepiting, udang, dan ikan yang menjadi sumber penghidupan nelayan pesisir.
Comments (0)