Taj Yasin Maimoen Tokoh Terpopuler di Bursa Pilgub Jateng
JAKARTA — Lembaga survei Parameter Politik Indonesia merilis hasil riset terbaru yang menempatkan mantan Wakil Gubernur Jawa Tengah periode 2018-2023, Taj Yasin Maimoen, sebagai tokoh dengan tingkat...
JAKARTA — Lembaga survei Parameter Politik Indonesia merilis hasil riset terbaru yang menempatkan mantan Wakil Gubernur Jawa Tengah periode 2018-2023, Taj Yasin Maimoen, sebagai tokoh dengan tingkat popularitas tertinggi dalam bursa bakal calon gubernur pada Pilkada Jawa Tengah 2024. Hasil survei tersebut disampaikan dalam paparan yang digelar di Jakarta pada Selasa, 13 Agustus 2024, dan menjadi perhatian publik menjelang penetapan pasangan calon oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, dalam rilis resminya menyatakan bahwa survei dilakukan pada 1-7 Agustus 2024 dengan melibatkan 1.200 responden yang tersebar di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Metode yang digunakan adalah multistage random sampling dengan margin of error sekitar 2,8 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. "Taj Yasin Maimoen mencatatkan angka popularitas sebesar 82,4 persen, mengungguli sejumlah nama lain yang selama ini santer disebut akan maju dalam kontestasi," ujar Adi dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi.
Elektabilitas dan Popularitas Taj Yasin
Lebih lanjut, survei tersebut juga mengukur elektabilitas atau tingkat keterpilihan para bakal calon. Taj Yasin Maimoen, yang akrab disapa Gus Yasin, memperoleh elektabilitas sebesar 34,7 persen dalam simulasi pertanyaan terbuka. Angka ini menempatkannya di posisi puncak, jauh di atas kandidat lain seperti mantan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang tidak lagi memungkinkan maju karena telah menjadi calon presiden, serta sejumlah tokoh partai politik yang masih melakukan penjajakan.
Adi Prayitno menegaskan bahwa popularitas yang tinggi tidak selalu berbanding lurus dengan elektabilitas, namun dalam kasus Gus Yasin, kedua indikator tersebut berjalan beriringan. "Kombinasi antara pengalaman sebagai wakil gubernur, jejaring kultural yang kuat melalui latar belakang pesantren, serta kedekatan dengan masyarakat akar rumput menjadi faktor utama tingginya angka tersebut," jelasnya. Survei ini juga mencatat bahwa tingkat pengenalan publik terhadap Taj Yasin mencapai 82 persen, sementara tingkat kesukaan atau likeability-nya berada di angka 78 persen.
Persaingan Antar Kandidat dan Dinamika Partai
Di bawah Taj Yasin, survei menempatkan nama Ketua DPD PDIP Jawa Tengah, Bambang Wuryanto, atau yang akrab disapa Bambang Pacul, dengan elektabilitas 12,9 persen. Disusul oleh Bupati Kendal, Dico Ganinduto, yang mengantongi 8,5 persen, dan mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Andika Perkasa yang memperoleh 6,2 persen. Nama-nama lain seperti politisi Partai Gerindra Sudaryono dan mantan Menteri Desa PDTT itu juga masuk dalam daftar, namun dengan angka di bawah lima persen.
Dinamika politik di Jawa Tengah semakin memanas setelah sejumlah partai politik mulai membangun koalisi. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang merupakan basis utama Taj Yasin telah mengeluarkan rekomendasi dukungan kepada mantan wakil gubernur tersebut. Sementara itu, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang selama ini menjadi penguasa kursi gubernur di provinsi tersebut masih melakukan komunikasi intensif dengan beberapa kandidat, termasuk Bambang Pacul dan Andika Perkasa. Dalam rapat koordinasi yang digelar di Semarang pada Senin, 12 Agustus 2024, Ketua DPD PDIP Jateng menyatakan bahwa partainya akan mengumumkan usungan pada akhir Agustus mendatang.
Fraksi-fraksi di DPRD Jawa Tengah juga mulai memberikan sinyal dukungan. Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Jateng, yang dihubungi secara terpisah, menyatakan bahwa partainya tengah menunggu instruksi dari DPP untuk menentukan sikap resmi. "Kami menghormati proses yang berjalan di tingkat pusat. Keputusan partai akan menjadi panduan bagi kami dalam menyikapi Pilgub," ujarnya dalam keterangan singkat.
Harapan Publik dan Tantangan ke Depan
Parameter Politik Indonesia juga menyoroti isu-isu yang menjadi perhatian utama pemilih Jawa Tengah dalam survei tersebut. Sebanyak 38,5 persen responden menyebutkan masalah lapangan pekerjaan sebagai prioritas utama, disusul isu kemiskinan sebesar 24,7 persen, dan infrastruktur daerah sebesar 18,2 persen. Adi Prayitno menyatakan bahwa temuan ini menjadi catatan penting bagi para kandidat untuk menyusun program kerja yang sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat.
Menanggapi hasil survei tersebut, Taj Yasin Maimoen melalui juru bicaranya menyampaikan apresiasi namun tetap mengingatkan bahwa survei hanyalah potret sementara. "Beliau menegaskan bahwa kerja keras dan silaturahmi dengan seluruh elemen masyarakat akan terus dilakukan. Survei bukan tujuan akhir, melainkan motivasi untuk memberikan yang terbaik bagi Jawa Tengah," kata juru bicara tersebut dalam siaran pers yang diterima di Jakarta.
Dengan waktu yang tersisa hingga pendaftaran pasangan calon di KPU pada 27-29 Agustus 2024, peta politik Jawa Tengah diprediksi masih akan mengalami pergeseran. Sejumlah partai politik yang belum menentukan sikap dijadwalkan menggelar rapat pleno dalam pekan ini untuk memutuskan arah koalisi. Keputusan tersebut akan menjadi penentu akhir dalam bursa calon gubernur yang dinilai paling kompetitif dalam sejarah Pilkada Jawa Tengah.
Comments (0)