SEMARANG, Apaberita.com — Momentum peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) di Jawa Tengah diarahkan menjadi tonggak kebangkitan ekonomi daerah. Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menegaskan bahwa aktivitas olahraga di era modern tidak lagi sekadar berorientasi pada kesehatan fisik dan prestasi medali, melainkan telah bertransformasi menjadi kekuatan strategis melalui pengembangan sport industry (industri olahraga) dan sport tourism (wisata olahraga).
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menilai perpaduan antara kegiatan olahraga rekreasi maupun prestasi dengan sektor pariwisata memiliki efek berganda (multiplier effect) yang nyata bagi masyarakat, terutama dalam memutar roda ekonomi kerakyatan pascapandemi.
Momentum Haornas Menjadi Katalisator Kebangkitan Ekonomi
Peringatan Haornas tahun ini dirancang secara komprehensif untuk menyatukan visi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari kalangan atlet, komunitas hobi, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Taj Yasin menyebut bahwa perhelatan olahraga skala regional maupun nasional selalu terbukti efektif menggerakkan arus mobilitas massa dan konsumsi.
"Olahraga hari ini bukan hanya soal menjaga kebugaran tubuh atau mengejar podium juara. Kita harus melihat potensi besarnya sebagai penggerak ekonomi baru. Integrasi sport tourism dan sport industry mampu membuka lapangan kerja serta menghidupkan UMKM lokal," ujar Taj Yasin dalam arahannya.
Strategi Pengembangan Sport Tourism di Jawa Tengah
Secara geografis dan kultural, Jawa Tengah memiliki modal kuat untuk memimpin sektor wisata olahraga di tingkat nasional. Bentang alam yang beragam—mulai dari pesisir pantai selatan, jalur perbukitan, hingga kawasan pegunungan vulkanik—menjadi lintasan ideal untuk berbagai cabang olahraga petualangan.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyusun beberapa pilar prioritas untuk merealisasikan ekosistem olahraga yang produktif secara ekonomi:
- Penyelenggaraan Event Berkala: Menggencarkan agenda rutin lari maraton, balap sepeda (touring), trail running, hingga paralayang di destinasi wisata unggulan seperti kawasan Borobudur, Dataran Tinggi Dieng, dan lereng Gunung Merbabu.
- Pemberdayaan UMKM dan Kerajinan Lokal: Mengintegrasikan sentra cinderamata, produsen perlengkapan olahraga lokal, serta kuliner khas daerah di setiap pusat penyelenggaraan acara olahraga.
- Peningkatan Okupansi Sektor Perhotelan: Menjalin kerja sama terpadu dengan pelaku perhotelan, transportasi, dan biro perjalanan wisata guna menghadirkan paket kunjungan berbasis kejuaraan.
- Revitalisasi Sarana dan Prasarana: Memastikan fasilitas olahraga publik dan aksesibilitas menuju arena berstandar kelayakan tinggi, aman, dan ramah wisatawan keluarga.
Kolaborasi Lintas Sektor Menuju Pertumbuhan Berkelanjutan
Guna mencapai target tersebut, Taj Yasin meminta Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) berkolaborasi intensif dengan asosiasi industri, swasta, dan kelompok pemuda. Sinergi ini ditujukan agar kalender acara olahraga di Jawa Tengah tersusun rapi sepanjang tahun, sehingga arus kunjungan wisatawan olahraga berlangsung konsisten dan tidak musiman.
Dengan langkah kolaboratif ini, Pemprov Jateng optimistis sektor industri olahraga mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus meningkatkan indeks kebahagiaan serta taraf hidup masyarakat di pedesaan maupun perkotaan.
Comments (0)