Majelis Rasulullah SAW menyelenggarakan Tablig Akbar bertajuk Doa untuk Indonesia di kawasan Silang Selatan Monumen Nasional, Jakarta Pusat, pada Senin (12/10) malam. Kegiatan keagamaan tersebut dihadiri jemaah yang terus berdatangan sejak sebelum acara resmi dimulai, dan hingga menjelang waktu pembukaan yang dijadwalkan pukul 19.30 WIB, arus kedatangan peserta belum menunjukkan tanda-tanda surut.
Berdasarkan pemantauan di lokasi, panitia menempatkan jemaah pada tiga zona berbeda, yakni area khusus laki-laki, area khusus perempuan, serta area keluarga. Pembagian lokasi tersebut ditetapkan guna menjaga ketertiban dan kenyamanan seluruh peserta selama rangkaian kegiatan berlangsung.
Petugas di lapangan secara berkala mengimbau jemaah agar mengisi area yang masih kosong sehingga penempatan peserta lebih tertata dan tidak menumpuk pada satu titik. Di sekitarnya, sejumlah pedagang terlihat menjajakan karpet sebagai alas duduk bagi jemaah yang mengikuti kegiatan.
Rangkaian Acara Dimulai dengan Pembacaan Surah Yasin
Acara dibuka sekitar pukul 20.00 WIB dengan pembacaan Surah Yasin secara bersama-sama. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan lantunan selawat yang mengiringi kedatangan Habib Umar bin Hafidz ke lokasi sekitar pukul 21.30 WIB.
Habib Umar bin Hafidz merupakan ulama asal Tarim, Yaman, sekaligus pimpinan Pesantren Darul Musthofa. Kehadirannya dalam tablig akbar tersebut menjadi bagian dari rangkaian doa bersama untuk Indonesia.
"Tablig akbar ini mengusung pesan perdamaian dan kemaslahatan bagi bangsa," demikian disampaikan panitia penyelenggara dalam keterangan resmi di lokasi.
Penyelenggara menegaskan bahwa kegiatan tersebut mempertemukan ulama dan masyarakat dalam satu majelis sebagai wujud kebersamaan dalam mendoakan kebaikan bagi bangsa dan negara.
Antusiasme Jemaah Terus Meningkat Sejak Sore
Sejak sebelum acara dimulai, jemaah telah memadati kawasan Silang Selatan Monas. Berdasarkan pantauan, peserta datang dengan berbagai latar belakang dan usia, mulai dari kalangan dewasa hingga keluarga yang membawa anak-anak.
Panitia mencatat bahwa penempatan jemaah dalam tiga area terpisah diterapkan untuk mengakomodasi jumlah peserta yang besar. Petugas secara bergiliran mengarahkan peserta agar mengisi ruang yang masih tersedia demi kelancaran jalannya acara.
Rangkaian kegiatan berlangsung tertib dengan pengamanan yang melibatkan petugas di sejumlah titik pintu masuk. Hingga berita ini diturunkan, jemaah masih mengikuti rangkaian acara yang berlangsung di kawasan Monumen Nasional tersebut.
Tablig akbar bertajuk Doa untuk Indonesia ini menjadi salah satu kegiatan keagamaan berskala besar yang digelar di ruang publik ibu kota, dengan penekanan pada pesan perdamaian serta doa bersama untuk kemaslahatan bangsa.
Comments (0)