Survei Parameter Politik: Taj Yasin Terpopuler di Pilkada Jateng

JAKARTA - Lembaga survei Parameter Politik Indonesia merilis hasil jajak pendapat terbaru terkait elektabilitas dan popularitas bakal calon gubernur Jawa Tengah pada Pilkada 2024. Dalam survei tersebu...

Survei Parameter Politik: Taj Yasin Terpopuler di Pilkada Jateng

JAKARTA - Lembaga survei Parameter Politik Indonesia merilis hasil jajak pendapat terbaru terkait elektabilitas dan popularitas bakal calon gubernur Jawa Tengah pada Pilkada 2024. Dalam survei tersebut, mantan Wakil Gubernur Jawa Tengah periode 2018-2023, Taj Yasin Maimoen, tercatat sebagai tokoh dengan tingkat popularitas tertinggi dibandingkan kandidat lainnya.

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, dalam paparan hasil survei di Jakarta pada Selasa (25/6/2024), menegaskan bahwa popularitas Taj Yasin mencapai angka 78,4 persen. Angka ini jauh melampaui tokoh-tokoh lain yang selama ini disebut-sebut akan maju dalam kontestasi politik tingkat provinsi tersebut.

"Berdasarkan hasil survei yang dilakukan pada 10-18 Juni 2024 terhadap 1.200 responden yang tersebar di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen menjadi figur yang paling dikenal oleh masyarakat," ujar Adi dalam keterangan resminya.

Elektabilitas Taj Yasin Unggul

Lebih lanjut, Adi menjelaskan bahwa selain menjadi tokoh terpopuler, Taj Yasin juga menempati posisi tertinggi dalam simulasi elektabilitas. Dalam simulasi kepala daerah tanpa nama partai, putra ulama kharismatik KH Maimoen Zubair ini memperoleh dukungan sebesar 32,1 persen dari responden yang menyatakan akan memilih.

"Taj Yasin unggul dengan elektabilitas 32,1 persen, disusul oleh mantan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dengan 24,7 persen, namun Ganjar tidak mungkin maju karena sudah dua periode. Posisi ketiga ditempati oleh Bupati Kendal Dico Ganinduto dengan 11,3 persen," papar Adi.

Dalam rapat koordinasi internal lembaga, Parameter Politik juga mencatat bahwa nama-nama seperti Ketua DPD PDIP Jateng Bambang Wuryanto atau Bambang Pacul, serta politisi senior lainnya, masih berada di bawah angka 10 persen. Hal ini menunjukkan bahwa peta persaingan masih didominasi oleh figur-figur yang memiliki pengalaman pemerintahan langsung di tingkat provinsi.

Faktor Kedekatan dengan Masyarakat

Adi menegaskan bahwa tingginya popularitas Taj Yasin tidak terlepas dari rekam jejaknya selama menjabat sebagai Wakil Gubernur mendampingi Ganjar Pranowo. Berbagai program pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa menjadi faktor penguat pengenalan namanya di kalangan pemilih.

"Kedekatan Taj Yasin dengan masyarakat akar rumput, terutama melalui jaringan pesantren dan organisasi keagamaan, menjadikan namanya semakin melekat. Ini modal politik yang signifikan dalam menghadapi Pilkada serentak 27 November 2024," jelas Adi.

Survei ini menggunakan metode penarikan sampel secara acak bertingkat atau multistage random sampling dengan margin of error sekitar 2,8 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. Responden merupakan warga negara Indonesia yang telah memiliki hak pilih dan berdomisili di Jawa Tengah.

Respons Partai Politik

Menanggapi hasil survei tersebut, sejumlah partai politik mulai melakukan kalkulasi. Ketua DPD Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Tengah, KH Yusuf Chudlori, menyatakan bahwa partainya terbuka terhadap siapa pun yang memiliki elektabilitas tinggi, termasuk Taj Yasin yang merupakan kader PKB.

"Fraksi PKB di DPRD Jateng akan mengusulkan nama-nama yang berpotensi menang. Taj Yasin jelas memiliki basis dukungan kuat, dan kami akan menindaklanjuti hasil survei ini dalam rapat pleno penentuan calon," ujar Yusuf saat dihubungi wartawan.

Sementara itu, dari kubu PDI Perjuangan, Sekretaris DPD PDIP Jateng, Agustina Wilujeng, menegaskan bahwa partainya masih melakukan penjaringan internal dan belum memutuskan nama yang akan diusung. Ia menyatakan bahwa survei hanyalah salah satu pertimbangan, bukan satu-satunya acuan.

"Kami menghormati hasil survei, tetapi keputusan akhir tetap berada di tangan DPP melalui mekanisme partai. Semua kader yang mendaftar akan melalui proses verifikasi dan uji kelayakan," kata Agustina.

Pengamat politik Universitas Diponegoro, Dr. Nur Hidayat Sardini, menilai bahwa hasil survei ini memberikan sinyal kuat bahwa masyarakat Jawa Tengah cenderung memilih figur yang sudah dikenal dan memiliki pengalaman birokrasi. Ia menambahkan bahwa Taj Yasin memiliki tantangan untuk mempertahankan elektabilitasnya hingga masa kampanye.

"Tren popularitas bisa berubah jika ada dinamika politik nasional atau munculnya figur baru. Namun, dengan modal popularitas di atas 70 persen, Taj Yasin berada di posisi yang sangat menguntungkan," tutupnya.

Pilkada Jawa Tengah 2024 dipastikan akan menjadi salah satu kontestasi paling menarik karena melibatkan banyak tokoh senior dan wajah baru. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Tengah telah menetapkan jadwal pendaftaran pasangan calon pada 27-29 Agustus 2024 mendatang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
hendra-wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Comments (0)

User