Survei Parameter Politik: Taj Yasin Terpopuler di Bursa Pilkada Jawa Tengah

JAKARTA — Lembaga survei Parameter Politik Indonesia merilis hasil survei terbaru yang menempatkan mantan Wakil Gubernur Jawa Tengah periode 2018–2023, Taj Yasin Maimoen, sebagai tokoh terpopuler ...

Survei Parameter Politik: Taj Yasin Terpopuler di Bursa Pilkada Jawa Tengah

JAKARTA — Lembaga survei Parameter Politik Indonesia merilis hasil survei terbaru yang menempatkan mantan Wakil Gubernur Jawa Tengah periode 2018–2023, Taj Yasin Maimoen, sebagai tokoh terpopuler dalam bursa bakal calon gubernur pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Tengah 2024. Survei tersebut digelar terhadap masyarakat pemilih yang tersebar di 35 kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Tengah.

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, menyatakan tingkat pengenalan publik terhadap Taj Yasin berada di posisi teratas dibandingkan nama-nama lain yang selama ini beredar dalam bursa pencalonan. Menurut dia, pengalaman memimpin Jawa Tengah selama lima tahun mendampingi Gubernur Ganjar Pranowo menjadi modal utama tingginya popularitas politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut.

"Dari sisi popularitas, Taj Yasin Maimoen menempati posisi paling atas. Pengalaman sebagai wakil gubernur selama lima tahun membuat namanya dikenal luas oleh masyarakat Jawa Tengah. Ini modal politik yang tidak dimiliki figur lain," ujar Adi dalam pemaparan hasil survei.

Tingkat Elektabilitas dan Peta Persaingan Bakal Calon

Berdasarkan hasil survei, Taj Yasin memperoleh tingkat keterpilihan tertinggi dengan angka double digit, mengungguli sejumlah tokoh yang disebut berpeluang maju. Di bawahnya, bersaing ketat sejumlah nama, antara lain mantan Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah Bambang Wuryanto, serta Bupati Kendal Dico M Ganinduto.

Adi menegaskan, meskipun Taj Yasin unggul, peta persaingan masih sangat terbuka. Sebab, jumlah pemilih yang belum menentukan pilihan atau undecided voters masih berada pada kisaran yang besar. Kondisi itu, lanjutnya, membuat posisi setiap bakal calon berpotensi berubah seiring berjalannya waktu dan intensitas sosialisasi masing-masing figur kepada masyarakat.

"Pertarungan masih cair. Pemilih yang belum menentukan sikap jumlahnya signifikan, sehingga siapa pun yang bekerja keras melakukan sosialisasi masih berpeluang menyalip," kata Adi.

Survei dilaksanakan dengan metode multistage random sampling terhadap 800 responden yang dipilih secara acak dan mewakili seluruh daerah di Jawa Tengah. Dengan jumlah sampel tersebut, tingkat kepercayaan survei berada pada angka 95 persen dengan margin kesalahan sekitar ±3,5 persen. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka menggunakan kuesioner terstruktur.

Kekuatan Basis Nahdliyin dan Jaringan Pesantren

Adi menilai kekuatan Taj Yasin tidak semata bersumber dari pengalaman birokrasi. Putra ulama kharismatik Rembang, almarhum KH Maimun Zubair, itu dinilai memiliki dukungan kuat dari kalangan nahdliyin dan jaringan pesantren yang tersebar luas di Jawa Tengah. Basis pemilih tradisional tersebut, menurutnya, menjadi segmen loyal yang sulit digerogoti kompetitor.

"Jawa Tengah dikenal sebagai kantong pemilih nahdliyin yang besar. Sosok Taj Yasin yang merupakan putra Mbah Maimun Zubair memiliki kedekatan emosional dengan warga NU dan jaringan pesantren. Ini kekuatan riil yang tercermin dalam survei," ucap Adi.

Selain itu, faktor usia dinilai menjadi keunggulan tersendiri. Taj Yasin dipandang mampu menjangkau segmen pemilih muda sekaligus tetap diterima kalangan tua berkat rekam jejaknya di pemerintahan. Kombinasi popularitas, elektabilitas, dan basis sosial yang solid membuat namanya diperhitungkan banyak partai politik dalam penjaringan calon.

Hasil Survei Menjadi Rujukan Partai Politik

Adi menyatakan hasil survei ini dapat menjadi bahan pertimbangan partai politik dalam menentukan pasangan calon yang akan diusung. Ia mengingatkan, popularitas semata tidak cukup apabila tidak diikuti kerja mesin politik dan komunikasi yang intensif kepada pemilih hingga hari pemungutan suara.

"Survei ini potret sesaat. Partai politik dan para bakal calon harus menindaklanjutinya dengan kerja nyata di lapangan, karena preferensi pemilih masih bisa berubah," tuturnya.

Sesuai jadwal yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU), pemungutan suara Pilkada serentak 2024 digelar pada 27 November 2024, dengan tahapan pendaftaran pasangan calon pada akhir Agustus 2024. Hingga kini, sejumlah partai politik besar di Jawa Tengah masih mematangkan koalisi dan penjaringan figur. Hasil survei Parameter Politik Indonesia ini diprediksi turut mewarnai perhitungan partai dalam menetapkan calon gubernur dan wakil gubernur yang akan bertarung di provinsi dengan jumlah pemilih terbesar ketiga di Indonesia tersebut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
hendra-wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Comments (0)

User