Sep 17, 2026
Hukum

SURABAYA — Smekdor Gelar Festival Film AI Berhadiah Rp20 Juta

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kini tidak lagi sebatas perbincangan di laboratorium komputer, melainkan telah meramb

SURABAYA — Smekdor Gelar Festival Film AI Berhadiah Rp20 Juta

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kini tidak lagi sebatas perbincangan di laboratorium komputer, melainkan telah merambah panggung kreatif sinematografi nasional. Menangkap momentum transformasi digital ini, SMK Dr Soetomo (Smekdor) Surabaya kembali menggebrak dunia perfilman pelajar dan generasi muda dengan meluncurkan ajang tahunan bergengsi, Festival Film Surabaya (FFS) Nasional 2026.

Memasuki penyelenggaraan yang ke-8, festival ini mencatatkan sejarah baru dengan menghadirkan kategori lomba film pendek berbasis kecerdasan buatan. Langkah inovatif tersebut bertujuan merespons perkembangan teknologi visual masa depan sekaligus memberikan ruang apresiasi bagi para sineas muda yang ingin mengeksplorasi batas-batas kreativitas tanpa batasan produksi konvensional. Total hadiah sebesar Rp20 juta telah disiapkan panitia untuk mengapresiasi karya-karya terbaik dari seluruh penjuru Tanah Air.

Mendorong Inovasi Sineas Muda Lewat Teknologi AI

Integrasi teknologi AI dalam produksi sinema menjadi angin segar bagi para pembuat film pemula. Kategori baru film berbasis AI pada FFS Nasional 2026 membuka kesempatan luas bagi para peserta untuk memanfaatkan berbagai perangkat generatif digital, mulai dari pembuatan naskah, eksplorasi visual effect (VFX), hingga pengolahan rekaman audio modern.

Penyelenggara menekankan bahwa kehadiran kategori AI bukan untuk menggantikan peran kreativitas manusia dalam pembuatan film, melainkan sebagai alat bantu kolaborasi antara imajinasi dan efisiensi teknologi. Hal ini diharapkan mampu memangkas tingginya biaya produksi yang kerap menjadi kendala utama bagi sineas muda dan komunitas film independen.

"Teknologi kecerdasan buatan bukanlah ancaman bagi industri kreatif, melainkan media bantu yang sangat bertenaga jika berada di tangan yang tepat. Melalui FFS Nasional ke-8 ini, kami ingin membuktikan bahwa generasi muda siap memimpin era baru sinematografi digital," ujar pihak penyelenggara Smekdor Surabaya.

Detail Kompetisi dan Struktur Festival

Selain kategori film pendek berbasis AI yang menjadi sorotan utama, FFS Nasional 2026 tetap mempertahankan kategori film pendek konvensional dan dokumenter untuk menjaga keberagaman karya. Langkah ini diambil guna memastikan bahwa prinsip-prinsip dasar bercerita dan estetika sinema tetap terjaga seimbang dengan kemajuan teknologi modern.

Penilaian karya akan melibatkan dewan juri yang terdiri dari praktisi film profesional, pakar media digital, serta akademisi teknologi informasi. Beberapa poin utama dalam penilaian mencakup orisinalitas gagasan, kedalaman narasi cerita, estetika visual, serta kecakapan teknis peserta dalam mengolah instruksi (prompting) perangkat AI.

Kategori Lomba Fokus Utama Penilaian Target Peserta Alat Utama Produk
Film Pendek AI Generasi visual AI & eksplorasi narasi futuristik Pelajar & Kreator Muda Software Generative AI
Film Pendek Live-Action Penyutradaraan, keaktoran, & sinematografi Pelajar SMA/SMK Sederajat Kamera Digital Konvensional
Film Dokumenter Riset sosial & kedalaman realitas cerita Pelajar & Komunitas Muda Peralatan Audio-Visual

Dampak bagi Ekosistem Kreatif Digital

Keputusan Smekdor Surabaya untuk mengadopsi tren AI dalam ajang FFS 2026 dinilai sangat relevan dengan dinamika industri kreatif global. Langkah ini menempatkan festival tersebut sebagai salah satu pelopor wadah kompetisi film digital tingkat nasional yang inklusif dan responsif terhadap perkembangan zaman.

Pihak sekolah berharap FFS Nasional 2026 tidak hanya menjadi panggung perebutan total hadiah Rp20 juta, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran masif terkait literasi digital dan etika penggunaan AI. Penyelenggara optimistis karya-karya yang lahir dari festival ini akan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

  • Total Hadiah: Rp20.000.000 untuk seluruh pemenang lomba.
  • Penyelenggaraan: Edisi ke-8 Festival Film Surabaya (FFS) Nasional 2026.
  • Penyelenggara Utama: SMK Dr Soetomo (Smekdor) Surabaya.
  • Fokus Utama: Integrasi sinematografi dan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI).

Dengan dibukanya ajang FFS Nasional 2026 ini, para sineas muda di seluruh Indonesia diimbau untuk segera mempersiapkan karya terbaik mereka dan menjadikan kompetisi ini sebagai pijakan awal menuju karier profesional di dunia kreatif digital masa depan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS putri-anggraini

Fact Checker Politik. Memverifikasi klaim publik, pidato pejabat, dan informasi viral. Anggota jaringan cek fakta Indonesia.

Comments (0)

User