Startup China Didirikan Mantan Karyawan Apple Sukses Ciptakan Pengganti iPhone
Persaingan di industri kacamata pintar kian memanas. Sebuah startup asal China, Even Realities Technologies, berhasil menyandang status unicorn setelah men
Persaingan di industri kacamata pintar kian memanas. Sebuah startup asal China, Even Realities Technologies, berhasil menyandang status unicorn setelah mengantongi pendanaan senilai Rp2,7 triliun. Yang membuat gebrakan ini istimewa: perusahaan tersebut didirikan oleh mantan karyawan Apple yang kini menghadirkan perangkat yang digadang-gadang mampu menjadi pengganti iPhone.
Dari Apple ke Unicorn
Even Realities didirikan di Shenzhen pada 2023 oleh Wang Teng dan tim insinyur yang sebelumnya bekerja di divisi pengembangan produk Apple. Dengan bekal pengalaman merancang ekosistem iOS dan perangkat keras iPhone, mereka melihat celah besar: layar sentuh di saku sudah saatnya berevolusi menjadi layar virtual di depan mata. Misi mereka sederhana namun ambisius, menciptakan komputer wearable yang terasa sealami kacamata biasa, tanpa mengorbankan kegunaan smartphone.
“Kami tidak ingin membuat headset raksasa untuk dipakai di rumah. Kami ingin mengganti iPhone yang setiap hari menemani aktivitas orang,” ujar Wang Teng dalam wawancara tertutup dengan investor awal.
Ambisi itu kini terbukti membuahkan hasil. Ledakan pendanaan terbaru—dipimpin oleh konsorsium investor global termasuk Temasek dan Hillhouse Capital—mengerek valuasi perusahaan melampaui USD 1,5 miliar. Total dana yang berhasil dihimpun sejak berdiri mencapai hampir Rp4 triliun.
Gawai yang Siap Menggeser Dominasi Smartphone
Produk andalan mereka, Even G1, adalah kacamata augmented reality (AR) dengan bobot hanya 38 gram. Ia tampak persis seperti kacamata optik premium, namun menyimpan proyektor mikro yang mampu menampilkan notifikasi, navigasi, terjemahan real-time, hingga asisten AI langsung di lensa. Interaksi dilakukan melalui sentuhan halus pada gagang kacamata atau perintah suara, sehingga pengguna tetap bisa berjalan, bersepeda, atau berkendara tanpa mengalihkan pandangan ke layar ponsel.
Keunggulan utama Even G1 dibandingkan perangkat serupa adalah:
- Desain minimalis: Hampir tidak bisa dibedakan dari kacamata desainer biasa, membuatnya bisa dipakai seharian tanpa rasa canggung.
- Integrasi AI mendalam: Asisten pribadi berbasis model bahasa besar mampu menjawab pertanyaan kompleks, menyusun agenda, hingga menerjemahkan percakapan tatap muka.
- Daya tahan baterai 16 jam: Jauh melampaui pesaing yang rata-rata hanya bertahan 2-3 jam, berkat prosesor hemat energi rancangan sendiri.
- Ekosistem terbuka: Mendukung aplikasi populer seperti WhatsApp, Spotify, dan Google Maps tanpa perlu ponsel perantara.
Filosofi di balik perangkat ini adalah ambient computing, di mana teknologi hadir begitu menyatu dengan kehidupan sehingga kita tidak perlu “menatap” layar, tetapi informasi muncul secara kontekstual sesuai kebutuhan. Pendekatan ini diyakini akan menjadi standar perangkat personal dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan.
Bertarung dengan Raksasa Teknologi
Even Realities bukanlah pemain tunggal. Apple sendiri tengah menyiapkan Vision Pro dan kacamata AR yang lebih ringan. Meta dengan Ray-Ban Stories-nya juga terus berinovasi. Namun, strategi Even Realities berbeda fokus: mereka tidak mengejar imersivitas virtual reality yang berat, melainkan menjadikan AR sebagai lapisan informasi tipis di atas dunia nyata—layaknya Apple Watch yang melengkapi iPhone, tetapi kini langsung terpasang di wajah.
Analis industri dari Counterpoint Research menyebut bahwa pangsa pasar kacamata pintar ringan akan tumbuh 58% per tahun hingga 2030. Even Realities, dengan keunggulan desain dan rekam jejak tim pendiri yang memahami ekosistem Apple, dianggap punya peluang besar untuk memimpin segmen tersebut.
Rencana selanjutnya, perusahaan akan menggunakan dana segar untuk membangun pabrik otomatis di Shenzhen, memperluas kehadiran ritel di Eropa dan Amerika Utara, serta meluncurkan model generasi kedua dengan layar holografik penuh yang dijadwalkan rilis kuartal ketiga tahun ini.
[SOCIAL_TWEET]: Mantan insinyur Apple menciptakan kacamata AR yang siap menggantikan iPhone. Startup China Even Realities kini jadi unicorn dengan pendanaan Rp2,7 triliun. Masa depan tanpa layar sentuh semakin dekat. #StartupChina #AR #Unicorn[SOCIAL_TG]: 💰 Startup mantan insinyur Apple, Even Realities, resmi jadi unicorn setelah dapat pendanaan Rp2,7T. Mereka bikin kacamata AR yang katanya bisa gantiin iPhone lho! Cek detailnya di sini.
Comments (0)