Siswa Baru SDN Meruyung Depok Antusias Mulai MPLS

Depok – Ratusan siswa baru Sekolah Dasar Negeri (SDN) Meruyung, yang berlokasi di Kecamatan Limo, Kota Depok, Jawa Barat, menjalani hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada Senin ...

Jul 13, 2026 - 17:00
0 0
Siswa Baru SDN Meruyung Depok Antusias Mulai MPLS

Depok – Ratusan siswa baru Sekolah Dasar Negeri (SDN) Meruyung, yang berlokasi di Kecamatan Limo, Kota Depok, Jawa Barat, menjalani hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada Senin (13/7/2007). Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.00 WIB itu diwarnai semangat tinggi dari para peserta didik serta dukungan penuh orang tua yang hadir mengantarkan hingga gerbang sekolah.

Berdasarkan data panitia Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SDN Meruyung, tahun ajaran 2007/2008 sekolah tersebut menerima sebanyak 112 siswa baru yang terbagi dalam empat rombongan belajar. Kepala SDN Meruyung, Dra. Hj. Lestari Ningsih, M.Pd., menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan serangkaian aktivitas MPLS yang bersifat edukatif dan rekreatif selama tiga hari ke depan.

"Kami merancang MPLS bukan sekadar orientasi ruang kelas, tetapi juga penguatan karakter dan pengenalan budaya sekolah yang positif. Seluruh guru dan staf dilibatkan secara aktif untuk menciptakan suasana ramah anak sejak hari pertama,"

ujarnya saat ditemui di sela kegiatan.

Dukungan Orang Tua dan Keterlibatan Komite Sekolah

Fenomena antusiasme tidak hanya terpancar dari siswa baru, melainkan juga dari para orang tua. Sejak pukul 06.30 WIB, area depan gerbang utama SDN Meruyung sudah dipenuhi kendaraan roda dua dan mobil pribadi milik wali murid. Mereka memilih untuk mengantarkan secara langsung, membekali anak dengan pesan-pesan penyemangat, lalu menyerahkan sepenuhnya kepada guru pendamping yang telah bersiaga di pintu masuk.

Salah satu orang tua, Kusnadi (38), warga Kelurahan Meruyung, mengaku sengaja mengambil cuti kerja agar bisa mendampingi putra bungsunya, Rafa, yang memasuki jenjang sekolah dasar. "Saya ingin memastikan dia merasa nyaman dan tidak takut. Ternyata begitu bertemu teman-teman baru, dia langsung ceria dan lupa saya masih menunggu di luar," ungkapnya.

Ketua Komite SDN Meruyung, Drs. H. Bambang Sutopo, yang turut hadir memantau, menyatakan dukungannya terhadap penyelenggaraan MPLS. Menurutnya, sinergi antara sekolah, komite, dan orang tua merupakan fondasi penting bagi keberhasilan pendidikan anak. "Kami akan terus mendorong transparansi program sekolah serta memastikan tidak ada praktik perpeloncoan atau tindakan yang membebani siswa secara psikologis," tegas Bambang.

Komitmen Anti Kekerasan dalam MPLS

Penyelenggaraan MPLS di SDN Meruyung mengacu pada edaran Dinas Pendidikan Kota Depok tentang pelarangan praktik kekerasan, perundungan, atau pelecehan selama masa orientasi. Dalam rapat koordinasi yang digelar pada Jumat (10/7/2007), seluruh guru dan panitia menandatangani pakta integritas untuk menjaga proses MPLS yang humanis. Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan Kota Depok kala itu, Drs. Ahmad Syafi’i, menekankan bahwa setiap sekolah wajib melaporkan agenda harian MPLS dan mempublikasikannya kepada orang tua.

Di SDN Meruyung, kegiatan awal MPLS diisi dengan pengenalan guru kelas, tur fasilitas sekolah, permainan kelompok, serta sosialisasi tata tertib sederhana. Tidak ada aktivitas yang bersifat fisik berlebihan atau pemaksaan atribut. Para siswa terlihat antusias menyanyikan lagu-lagu nasional dan yel-yel semangat yang dipandu oleh kakak kelas dari program Duta Sekolah. Panitia juga menyediakan konsumsi ringan dan ruang istirahat bagi siswa yang membutuhkan penyesuaian.

Dihubungi terpisah, pengamat pendidikan anak dari Universitas Indonesia, Prof. Dr. Arief Rachman, M.Pd., mengapresiasi pendekatan yang dilakukan sekolah dasar di Depok, termasuk SDN Meruyung. "Masa transisi dari lingkungan rumah ke sekolah sangat krusial. Bila dikelola dengan hangat dan menyenangkan, anak akan membangun persepsi positif terhadap sekolah sepanjang hayat," katanya.

Pesan untuk Tahun Ajaran Baru

Menjelang penutupan hari pertama MPLS, Kepala Sekolah Lestari Ningsih menyempatkan diri menyapa seluruh siswa baru di lapangan upacara. Ia berpesan agar para siswa berani bermimpi, rajin belajar, dan saling menghormati. Sesi foto bersama pun dilakukan dengan latar spanduk “Selamat Datang Siswa Baru Tahun Ajaran 2007/2008” yang dibentangkan di dinding utama sekolah.

Pantauan di lapangan menunjukkan, hingga pukul 10.30 WIB, seluruh siswa baru masih mengikuti rangkaian acara dengan tertib. Sejumlah orang tua yang sempat menunggu di area parkir mulai meninggalkan lokasi setelah memastikan buah hati mereka berbaur dengan lingkungan sekolah. Petugas keamanan sekolah dan guru piket berjaga untuk mengatur lalu lintas kendaraan agar tidak mengganggu aktivitas belajar mengajar.

Dengan terlaksananya hari pertama MPLS yang lancar, SDN Meruyung menegaskan posisinya sebagai salah satu sekolah negeri favorit di Kecamatan Limo. Tahun ajaran 2007/2008 diharapkan menjadi momentum peningkatan kualitas pembelajaran dan pembinaan karakter, sejalan dengan program wajib belajar sembilan tahun yang dicanangkan pemerintah pusat.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bagus-nugroho

Reporter Kebijakan Publik. Fokus pada APBN, otonomi daerah, dan reformasi birokrasi.

Comments (0)

User