Serunya Balap Manol Gabah, Adu Cepat Buruh Angkut Hasil Panen di Banyuwangi

Suara riuh penonton memecah suasana persawahan yang baru saja memasuki musim panen. Di atas pematang sawah yang licin dan berlumpur, sekelompok buruh angkut bersiap di garis start dengan membawa "man

Jul 08, 2026 - 18:40
0 0
Serunya Balap Manol Gabah, Adu Cepat Buruh Angkut Hasil Panen di Banyuwangi

Suara riuh penonton memecah suasana persawahan yang baru saja memasuki musim panen. Di atas pematang sawah yang licin dan berlumpur, sekelompok buruh angkut bersiap di garis start dengan membawa "manol"—sebuah alat pikul sederhana yang di kedua ujungnya tergantung karung-karung berisi gabah segar. Inilah potret kemeriahan Balap Manol Gabah, sebuah tradisi unik yang rutin digelar masyarakat Banyuwangi untuk merayakan masa panen sekaligus mengikat kebersamaan.

Bukan Sekadar Adu Kecepatan

Balap Manol Gabah bukanlah perlombaan biasa. Para peserta yang seluruhnya merupakan buruh angkut hasil panen ini harus berlari melintasi jalur berlumpur sambil menyeimbangkan beban pikulan yang bisa mencapai puluhan kilogram. Aturannya sederhana: siapa yang paling cepat mencapai garis finish tanpa menjatuhkan atau menumpahkan gabah, dialah pemenangnya. Meski terkesan mudah, menjaga keseimbangan sambil berlari di medan yang licin membutuhkan teknik khusus yang hanya dikuasai oleh mereka yang sehari-hari memang bekerja di sawah.

Ekspresi wajah para peserta menjadi tontonan tersendiri. Ada yang terlihat serius dan penuh konsentrasi, namun tak sedikit yang justru tersenyum lebar menikmati gelak tawa penonton saat ada peserta terpeleset atau karung gabahnya hampir terlepas. Jatuh bangun menjadi pemandangan lumrah yang justru menambah daya tarik lomba ini.

Menjaga Kebersamaan di Tengah Modernisasi

Menurut pantauan Apaberita.com, tradisi ini telah berlangsung secara turun-temurun. Warga setempat menjelaskan bahwa selain menjadi hiburan di tengah kerja keras memanen padi, lomba ini juga menjadi ajang mempererat hubungan antar sesama buruh angkut dan pemilik lahan. Di tengah gempuran modernisasi yang perlahan menggeser cara panen tradisional dengan mesin combine harvester, semangat gotong-royong dan keakraban seperti yang tercermin dalam Balap Manol Gabah menjadi sesuatu yang terus diupayakan untuk dijaga.

"Rasanya beda kalau panen sudah pakai mesin, yang kerja cuma sedikit. Dengan lomba ini, kami bisa kumpul, tertawa bersama, dan melupakan sejenak lelahnya bekerja. Lombanya seru, hadiahnya juga lumayan buat tambahan dapur," ujar salah seorang peserta kepada media kami.

Hadiah yang diperebutkan pun terbilang sederhana, mulai dari uang tunai, peralatan rumah tangga, hingga sembako. Namun bagi para peserta dan warga sekitar, euforia dan kebersamaan yang tercipta jauh lebih berharga dibandingkan hadiah yang ditawarkan. Balap Manol Gabah menjadi bukti bahwa selebrasi panen di Banyuwangi tidak hanya tentang berapa ton padi yang dihasilkan, melainkan tentang bagaimana warga merayakan kerja keras mereka dengan penuh suka cita dan rasa syukur.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bagus-nugroho

Editor Ekonomi. Editor isu pasar, bisnis, dan moneter.

Comments (0)

User