Sep 16, 2026
Hukum

SEOUL — Rating Persetujuan Presiden Lee Jae-myung Anjlok ke Level Terendah

Gelombang ketidakpuasan publik tampak kian nyata menyelimuti lanskap politik Korea Selatan. Berdasarkan survei mingguan terbaru yang dirilis pada Rabu (10/

SEOUL — Rating Persetujuan Presiden Lee Jae-myung Anjlok ke Level Terendah

Gelombang ketidakpuasan publik tampak kian nyata menyelimuti lanskap politik Korea Selatan. Berdasarkan survei mingguan terbaru yang dirilis pada Rabu (10/9), tingkat persetujuan publik terhadap kinerja Presiden Lee Jae-myung merosot drastis hingga menyentuh angka terendah sejak ia resmi dilantik sebagai orang nomor satu di Negeri Ginseng tersebut.

Penurunan tajam ini dipicu oleh akumulasi kecemasan masyarakat terhadap melambatnya pertumbuhan ekonomi nasional, melambungnya harga barang-barang kebutuhan pokok, serta polemik kebijakan domestik yang terus memicu perdebatan sengit di parlemen. Publik yang semula menaruh harapan besar pada reformasi ekonomi kini mulai menunjukkan skeptisisme mendalam terhadap efektivitas langkah kepresidenan.

Badai Politik dan Kemerosotan Tingkat Kepercayaan Publik

Data lembaga survei terkemuka yang dikutip media setempat menunjukkan bahwa angka kepuasan masyarakat terhadap kepemimpinan Presiden Lee merosot hingga 31,2 persen, turun sebanyak 4,5 poin persentase dibanding pekan sebelumnya. Sebaliknya, tingkat ketidakpuasan publik melonjak tajam hingga mencapai angka 64,8 persen, mengindikasikan dominasi sentimen negatif yang kian meluas di berbagai lapisan masyarakat.

Para analis menilai bahwa kejatuhan elektabilitas ini bukan sekadar fluktuasi sementara, melainkan cerminan dari frustrasi mendalam warga terhadap kondisi riil harian. Penurunan signifikan terjadi di hampir seluruh kelompok umur, terutama pada generasi muda berusia 20-an dan 30-an yang paling terdampak oleh tingginya angka pengangguran serta ketimpangan pasar properti.

"Masyarakat tidak lagi tergiur oleh janji-janji retoris politik. Mereka menuntut hasil nyata atas tingginya biaya hidup dan krisis lapangan kerja yang kian menghimpit," tegas seorang analis senior dari Institute for Political Studies di Seoul.

Faktor Utama: Ketidakpastian Ekonomi dan Kemacetan Politik

Terdapat beberapa variabel kunci yang melandasi tergerusnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap jalannya roda pemerintahan saat ini:

  • Tingginya Laju Inflasi: Harga bahan pangan dan energi yang melonjak memukul daya beli rumah tangga secara langsung.
  • Krisis Properti dan Perumahan: Kegagalan menekan harga hunian di kawasan metropolitan Seoul menciptakan kekecewaan mendalam bagi pemilih muda.
  • Kebuntuan Parlemen: Perseteruan sengit yang tak kunjung usai antara pemerintah dan partai oposisi melumpuhkan pengesahan berbagai Rancangan Undang-Undang (RUU) strategis.

Berikut adalah perbandingan dinamika tingkat persetujuan publik terhadap kinerja kepresidenan dalam empat kuartal terakhir:

Periode Survei Tingkat Kepuasan (%) Ketidakpuasan (%) Fokus Isu Utama
Kuartal IV (Awal Jabatan) 52,4% 38,1% Euforia pelantikan dan program stabilitas awal
Kuartal I 45,0% 47,2% Mulai melonjaknya laju inflasi domestik
Kuartal II 38,5% 55,9% Kebuntuan legislatif dan isu revisi anggaran
Terbaru (September) 31,2% 64,8% Krisis biaya hidup & penurunan kepercayaan publik

Implikasi Politik dan Respons Istana Kepresidenan

Menanggapi anjloknya rating persetujuan ini, juru bicara kantor kepresidenan dalam keterangan pers resminya menyatakan bahwa pemerintah menerima hasil survei tersebut dengan sikap rendah hati. Pihak istana berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh serta mempercepat eksekusi paket bantuan ekonomi untuk menstabilkan harga-harga di pasar.

Kendati demikian, para pengamat memperingatkan bahwa tanpa adanya perombakan kabinet atau langkah terobosan yang konkret, posisi politik Presiden Lee akan semakin terjepit jelang agenda-agenda politik krusial mendatang. "Pemerintah harus segera memutar arah kebijakan dan membangun komunikasi yang lebih transparan sebelum tingkat kepercayaan publik merosot ke titik yang sama sekali tidak dapat dipulihkan," ungkap pengamat politik nasional tersebut.

Kini, publik menunggu apakah Lee Jae-myung mampu membalikkan keadaan di tengah himpitan tekanan ekonomi global dan kebuntuan politik dalam negeri yang kian kompleks.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS rizky-amelia

Reporter Senior. Meliput dinamika politik nasional, kebijakan publik, dan isu parlemen selama 8 tahun. Alumni FISIP UI.

Comments (0)

User