Sejumlah Saluran Irigasi di Bogor Hilang, Pemkab Mulai Normalisasi
Bogor - Pemerintah Kabupaten Bogor mulai melakukan normalisasi sejumlah saluran irigasi yang dilaporkan hilang di wilayahnya. Upaya ini dilakukan untuk mengembalikan fungsi irigasi pertanian yang t
Bogor - Pemerintah Kabupaten Bogor mulai melakukan normalisasi sejumlah saluran irigasi yang dilaporkan hilang di wilayahnya. Upaya ini dilakukan untuk mengembalikan fungsi irigasi pertanian yang terputus, yang dikhawatirkan mengganggu pasokan air bagi ribuan hektare lahan sawah.
Kondisi Saluran Irigasi yang Hilang
Berdasarkan laporan yang dihimpun Apaberita.com, beberapa saluran irigasi di Kabupaten Bogor tidak lagi berfungsi karena berbagai faktor, mulai dari penyempitan alur, sedimentasi, hingga alih fungsi lahan di sekitar bantaran saluran. Akibatnya, distribusi air ke sawah-sawah yang mengandalkan irigasi teknis menjadi terhambat. Petani di sejumlah kecamatan mengeluhkan penurunan debit air yang berdampak pada jadwal tanam mereka.
Bupati Bogor Rudy Susmanto saat dikonfirmasi pada Jumat (3/7/2026) menyatakan bahwa pihaknya telah memetakan titik-titik saluran irigasi yang hilang dan akan segera mengambil tindakan normalisasi.
"Beberapa saluran irigasi banyak yang hilang, tetapi kami berupaya hari ini yang mana daerah irigasi, kami berkolaborasi dengan BBWS, dengan PSDA, berkolaborasi bersama-sama untuk mengaktifkan kembali beberapa saluran-saluran irigasi yang ada,"
jelas Rudy kepada awak media.
Kolaborasi Lintas Instansi
Normalisasi tidak dapat dilakukan oleh Pemkab Bogor sendirian. Untuk itu, pihaknya menggandeng Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung-Cisadane dan Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Jawa Barat. Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat pembersihan dan pengerukan saluran yang tertimbun lumpur serta memperbaiki tanggul yang rusak.
"Kita membutuhkan dukungan teknis dan peralatan dari BBWS, terutama untuk saluran irigasi yang menjadi kewenangan pusat. Sementara PSDA membantu pemeliharaan saluran di tingkat provinsi," tambah Rudy.
Normalisasi tahap awal difokuskan pada daerah irigasi dengan luas layanan di atas 500 hektare yang kondisinya paling kritis. Alat berat sudah mulai dikerahkan di beberapa titik untuk membersihkan sedimentasi dan membongkar bangunan liar yang mempersempit saluran.
Harapan Pemulihan Sektor Pertanian
Dinas Pertanian Kabupaten Bogor mencatat sedikitnya 2.500 hektare sawah berpotensi kekurangan air jika saluran irigasi yang hilang tidak segera dinormalisasi. Jika proyek ini berjalan lancar, diharapkan musim tanam berikutnya petani dapat kembali mengandalkan irigasi teknis dan meningkatkan indeks pertanaman dari satu kali menjadi dua kali setahun.
Pemkab Bogor juga mengajak pemerintah desa dan kelompok tani untuk ikut mengawasi dan merawat saluran irigasi setelah normalisasi selesai. "Jangan sampai setelah diperbaiki, saluran kembali hilang karena kurangnya perawatan atau disalahgunakan oleh oknum," tegas Rudy.
Proses normalisasi ditargetkan selesai secara bertahap dalam tiga bulan ke depan, dimulai dari saluran primer hingga tersier. Apabila ditemui kendala pembebasan lahan, Pemkab akan memfasilitasi mediasi agar pengerjaan fisik tidak terhambat.
Baca juga: 2 Bus Stop Biskita Bogor Dinonaktifkan Sementara Usai Diprotes Sopir Angkot
Comments (0)