Sambut Hari Bhayangkara, Polri Gelar Doa Bersama Lintas Agama sebagai Momentum Perkuat Sinergi

Jakarta - Jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggelar doa bersama lintas agama sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Kegiatan spiritual yang berlangsung

Jul 06, 2026 - 13:21
0 0
Sambut Hari Bhayangkara, Polri Gelar Doa Bersama Lintas Agama sebagai Momentum Perkuat Sinergi

Jakarta - Jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggelar doa bersama lintas agama sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Kegiatan spiritual yang berlangsung khidmat ini digelar di Auditorium Mutiara Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK/PTIK) Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Selasa (30/6/2026). Berdasarkan laporan yang dihimpun Apaberita.com di lokasi, acara ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan menjadi wadah untuk memperkuat sinergi antara institusi penegak hukum dengan seluruh elemen masyarakat.

Kehadiran para pemuka dari enam agama resmi yang diakui di Indonesia menjadi simbol nyata penguatan toleransi. Tampak hadir perwakilan dari Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu yang secara bergantian memanjatkan doa sesuai keyakinan masing-masing. Doa-doa tersebut dipanjatkan untuk keselamatan bangsa serta kesuksesan Polri dalam menjalankan tugasnya melindungi dan mengayomi masyarakat.

Ikhtiar Batin untuk Pelayanan Prima

Dalam sambutannya, Kepala Biro Pengendalian Personel (Karodalpers) Staf Sumber Daya Manusia (SSDM) Polri, Brigadir Jenderal (Brigjen) Erthel Stephan, menekankan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk ikhtiar batin bagi seluruh personel korps Bhayangkara. Ia menyebut bahwa pendekatan spiritual sangat penting agar setiap anggota Polri senantiasa mendapatkan rida dan petunjuk dari Tuhan Yang Maha Esa dalam setiap langkah pengabdiannya.

"Kegiatan doa bersama lintas agama ini merupakan ikhtiar batin kita semua, agar Polri senantiasa mendapatkan rida dari Tuhan Yang Maha Esa dalam setiap langkah pelayanan kepada masyarakat. Ini sejalan dengan tema Hari Bhayangkara tahun ini, yaitu 'Polri untuk Masyarakat'," ujar Brigjen Erthel Stephan seperti dikutip media kami.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa tema 'Polri untuk Masyarakat' bukan sekadar slogan. Tema tersebut mengandung makna mendalam bahwa institusi Polri harus terus bertransformasi menjadi pelayan publik yang humanis, profesional, dan dekat dengan seluruh komponen bangsa tanpa memandang perbedaan latar belakang.

Memperkokoh Toleransi di Tengah Keberagaman

Prosesi doa bersama berlangsung dalam suasana penuh kekhidmatan. Masing-masing tokoh agama diberikan kesempatan untuk memimpin doa sesuai tradisi dan kitab suci yang diyakini, mulai dari pembacaan ayat suci Al-Quran, lantunan doa dari tradisi Kristen dan Katolik, mantra Hindu, paritta Buddha, hingga doa dari ajaran Konghucu. Suasana auditorium hening saat para pemuka agama secara bergantian memohon perdamaian serta kekuatan moral bagi para penegak hukum.

Apaberita.com mencatat, acara ini juga menjadi bukti komitmen Polri dalam merawat kebinekaan. Di tengah berbagai tantangan sosial yang kerap menguji persatuan bangsa, langkah Polri menggandeng tokoh lintas agama dinilai strategis untuk menangkal potensi polarisasi. Sinergi antara aparat keamanan dan pemuka agama diharapkan mampu menciptakan kesejukan serta menjadi benteng dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dengan dimulainya peringatan Hari Bhayangkara ke-80 ini, Polri menegaskan kembali posisinya sebagai institusi yang inklusif. Ke depan, kegiatan serupa akan terus digalakkan tidak hanya di tingkat pusat, tetapi juga hingga ke jajaran kepolisian daerah sebagai upaya mempererat tali persaudaraan sejati.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
putri-anggraini

Fact Checker. Memverifikasi klaim publik dan informasi viral.

Comments (0)

User