Sep 16, 2026
Jawa Barat

RSD Gunung Jati Cirebon Didorong Benahi Tata Kelola Layanan

CIREBON — Gelombang desakan perbaikan mutu pelayanan kesehatan kembali mengemuka dari fasilitas kesehatan milik pemerintah daerah. Seorang pasien di Rumah

RSD Gunung Jati Cirebon Didorong Benahi Tata Kelola Layanan

CIREBON — Gelombang desakan perbaikan mutu pelayanan kesehatan kembali mengemuka dari fasilitas kesehatan milik pemerintah daerah. Seorang pasien di Rumah Sakit Daerah (RSD) Gunung Jati Cirebon secara terbuka meminta pihak manajemen rumah sakit untuk segera membenahi tata kelola internal demi menghadirkan pelayanan publik yang lebih optimal, transparan, dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Sebagai salah satu rumah sakit rujukan utama di wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan), RSD Gunung Jati memegang peranan vital dalam sistem kesehatan masyarakat Jawa Barat bagian timur. Namun, peningkatan volume pasien yang signifikan setiap harinya kerap tidak diimbangi dengan efisiensi tata kelola administrasi serta kecepatan penanganan medis, sehingga memicu keluhan dari para penerima layanan.

Kronologi dan Urgensi Perbaikan Tata Kelola Hospitalitas

Keluhan yang disuarakan oleh pasien tersebut menjadi pemantik perhatian publik terkait kinerja operasional rumah sakit daerah. Berdasarkan inventarisasi masalah di lapangan, alur penanganan pasien kerap mengalami kendala di beberapa titik krusial yang memerlukan perbaikan sistemik:

  1. Proses Pendaftaran Administratif: Antrean panjang yang mengular sejak dini hari masih menjadi kendala utama bagi pasien rawat jalan maupun rujukan BPJS Kesehatan.
  2. Waktu Tunggu Pelayanan Medis: Ketidakpastian jadwal kedatangan dokter spesialis menyebabkan masa tunggu pasien membengkak hingga berjam-jam di ruang tunggu.
  3. Ketersediaan dan Distribusi Obat: Proses pengambilan obat di apotek rumah sakit sering kali mengalami penumpukan antrean akibat sistem manajemen inventaris yang belum sepenuhnya terintegrasi.
  4. Responsivitas Layanan Pengaduan: Kanal keluhan pelanggan dinilai belum responsif dalam menindaklanjuti keluhan langsung dari pasien maupun keluarga pasien.

Analisis Dampak Tata Kelola Terhadap Mutu Layanan Rumah Sakit

Tata kelola rumah sakit yang akuntabel dan efisien bukan sekadar urusan administrasi internal, melainkan faktor kunci yang menentukan keselamatan pasien (patient safety). Pengamat kebijakan publik dan kesehatan, Dr. Budi Santoso, menegaskan bahwa reformasi birokrasi di tubuh rumah sakit umum daerah (RSUD) merupakan keharusan yang tidak bisa ditunda lagi.

"Rumah sakit daerah harus mengadopsi standar manajemen modern berorientasi pada kepuasan pasien. Ketika tata kelola lemah, risiko kegagalan penanganan medis dan ketidakpuasan publik akan meningkat secara eksponensial," tegasnya.

Berikut adalah perbandingan indikator standar pelayanan minimum (SPM) rumah sakit umum daerah ideal dibandingkan dengan tantangan tata kelola yang dihadapi saat ini:

Indikator Layanan Target Standar Minimum Tantangan Operasional Saat Ini
Waktu Tunggu Rawat Jalan ≤ 60 Menit Masih mencapai 180-240 menit pada jam puncak
Tingkat Kepuasan Pasien ≥ 85% Terkendala keluhan antrean dan fasilitas penunjang
Sistem Antrean Digital Terintegrasi 100% Migrasi sistem sering mengalami kendala teknis/server

Desakan pembenahan ini diharapkan menjadi momentum bagi jajaran direksi RSD Gunung Jati Cirebon serta Pemerintah Kota Cirebon untuk melakukan evaluasi menyeluruh. Pembenahan sistem pendaftaran berbasis digital, peningkatan kapasitas SDM kesehatan, serta transparansi alur pelayanan menjadi langkah konkret yang harus segera direalisasikan demi menjamin hak masyarakat atas layanan kesehatan yang layak dan bermutu tinggi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS rizky-amelia

Reporter Senior. Meliput dinamika politik nasional, kebijakan publik, dan isu parlemen selama 8 tahun. Alumni FISIP UI.

Comments (0)

User