Ribuan Pelayat Mulai Padati Jalanan Teheran Jelang Prosesi Pemakaman Ayatollah Khamenei

Suasana duka menyelimuti ibu kota Iran sejak dini hari. Ribuan pelayat dari berbagai penjuru negeri mulai berdatangan dan memadati jalan-jalan utama di Teheran pada Senin (6/7/2026), jauh sebelum pro

Jul 08, 2026 - 09:00
0 0
Ribuan Pelayat Mulai Padati Jalanan Teheran Jelang Prosesi Pemakaman Ayatollah Khamenei

Suasana duka menyelimuti ibu kota Iran sejak dini hari. Ribuan pelayat dari berbagai penjuru negeri mulai berdatangan dan memadati jalan-jalan utama di Teheran pada Senin (6/7/2026), jauh sebelum prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei secara resmi dimulai. Gelombang massa terus mengalir menuju pusat kota, membawa spanduk, bendera Iran, serta foto-foto mendiang pemimpin tertinggi yang wafat di usia lanjut setelah memimpin negara itu selama lebih dari tiga dekade.

Berdasarkan pantauan media kami di lapangan, kepadatan mulai terlihat sejak pukul 04.00 waktu setempat. Para pelayat, yang sebagian besar mengenakan pakaian serba hitam sebagai simbol berkabung, memadati kawasan Jalan Enghelab, Imam Khomeini Square, hingga menuju kompleks Universitas Teheran yang menjadi titik awal prosesi. Ratusan petugas keamanan dikerahkan untuk mengatur arus massa dan memastikan jalannya prosesi berlangsung tertib.

"Kami datang dari Mashhad sejak kemarin malam. Kami ingin memberikan penghormatan terakhir kepada pemimpin kami yang telah mengabdi sepanjang hidupnya untuk Islam dan Iran," ujar seorang pelayat kepada tim liputan Apaberita.com.

Pemerintah Iran telah menetapkan hari ini sebagai hari berkabung nasional. Sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk presiden, ketua parlemen, dan komandan Garda Revolusi, dijadwalkan hadir dalam prosesi yang akan melintasi rute bersejarah dari Universitas Teheran menuju Azadi Square. Sebelumnya, jenazah Ayatollah Khamenei telah disemayamkan selama dua hari untuk memberikan kesempatan bagi masyarakat memberikan penghormatan terakhir.

Prosesi pemakaman ini diperkirakan menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah Republik Islam Iran sejak wafatnya Ayatollah Ruhollah Khomeini pada 1989. Gelombang pelayat yang terus bertambah membuat sejumlah ruas jalan utama di pusat kota terpaksa ditutup total. Otoritas transportasi Teheran telah mengumumkan pengalihan rute dan menyediakan layanan bus tambahan gratis untuk mengakomodasi para pelayat yang datang dari daerah pinggiran.

Mendiang Ayatollah Khamenei memegang tampuk kepemimpinan tertinggi Iran sejak 1989, menggantikan pendiri Republik Islam, Ayatollah Khomeini. Selama masa kepemimpinannya, ia menjadi figur sentral dalam menentukan arah kebijakan domestik dan luar negeri Iran. Kepergiannya meninggalkan kekosongan besar dalam struktur politik Iran, yang kini harus segera memilih pemimpin tertinggi baru melalui Dewan Ahli dalam waktu yang relatif singkat.

"Hari ini Iran kehilangan seorang bapak bangsa. Beliau adalah benteng pertahanan revolusi dan simbol perlawanan terhadap tekanan global," ungkap seorang pejabat senior yang ditemui di lokasi.

Pantauan tim liputan kami juga mencatat kehadiran sejumlah delegasi asing yang tiba untuk memberikan ucapan belasungkawa resmi. Bendera setengah tiang berkibar di seluruh gedung pemerintahan dan kedutaan besar Iran di berbagai negara. Siaran televisi nasional menayangkan secara langsung suasana duka yang menyelimuti Teheran, menampilkan lautan manusia yang terus bergerak mengiringi prosesi penghormatan terakhir.

Hingga berita ini diturunkan, arus pelayat masih terus bertambah dan diperkirakan puncak kepadatan akan terjadi saat prosesi resmi dimulai menjelang tengah hari waktu setempat. Apaberita.com akan terus memantau dan menyajikan perkembangan terkini seputar prosesi bersejarah ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
tania-sari

Reporter Teknologi. Reporter AI, gadget, startup, dan transformasi digital.

Comments (0)

User