Eceng Gondok Kembali Kuasai Kali Blencong, Warga Cemas Banjir Susulan

Pemandangan Hijau yang Meresahkan Hamparan hijau eceng gondok kembali menutupi permukaan Kali Blencong di Bekasi, hanya berselang tujuh bulan setelah pengerahan besar-besaran petugas membersihkan

Jul 08, 2026 - 09:00
0 0
Eceng Gondok Kembali Kuasai Kali Blencong, Warga Cemas Banjir Susulan

Pemandangan Hijau yang Meresahkan

Hamparan hijau eceng gondok kembali menutupi permukaan Kali Blencong di Bekasi, hanya berselang tujuh bulan setelah pengerahan besar-besaran petugas membersihkan sungai tersebut. Tanaman air invasif itu kini membentang sepanjang sekitar 1,5 kilometer, membuat aliran air nyaris tidak terlihat sama sekali.

Kondisi ini sontak memicu kekhawatiran warga di sepanjang bantaran kali. Pasalnya, eceng gondok yang tumbuh tak terkendali berpotensi menyumbat aliran air, terutama saat hujan deras mengguyur kawasan Bekasi dan sekitarnya. Risiko banjir pun kembali menghantui permukiman yang selama ini kerap menjadi langganan genangan.

Ironisnya, pembersihan besar-besaran terakhir dilakukan pada awal tahun ini dengan melibatkan puluhan personel dan alat berat. Kala itu, eceng gondok berhasil diangkut dan aliran kali sempat terlihat normal selama beberapa pekan.

"Kami cukup heran, baru kemarin rasanya dibersihkan, sekarang sudah penuh lagi. Kalau hujan deras, air pasti meluap karena tidak ada jalannya," ujar salah seorang warga yang tinggal di dekat Kali Blencong kepada media kami.

Pertumbuhan Cepat yang Mengancam

Eceng gondok dikenal sebagai gulma air yang memiliki laju pertumbuhan sangat cepat, terutama di perairan dengan tingkat pencemaran tinggi. Limbah rumah tangga dan industri yang terus masuk ke aliran Kali Blencong menyediakan nutrisi melimpah bagi tanaman ini untuk berkembang biak secara eksponensial.

Tanpa penanganan berkelanjutan, pembersihan yang bersifat insidental hanya akan menjadi solusi sementara. Dalam hitungan bulan, eceng gondok dengan mudah kembali menutupi permukaan sungai dan memicu pendangkalan akibat sedimentasi yang terperangkap di antara akar-akarnya.

Laporan dari warga menyebutkan bahwa bagian kali yang paling parah tertutup eceng gondok berada di titik-titik aliran yang relatif tenang, di mana tanaman mudah berlabuh dan membentuk koloni raksasa. Beberapa titik bahkan sudah menyerupai hamparan daratan hijau, padahal di bawahnya masih terdapat aliran air.

Pemerintah daerah melalui dinas terkait diharapkan segera melakukan pembersihan lanjutan sebelum musim hujan tiba. Jika tidak, risiko banjir yang lebih besar dari tahun sebelumnya bisa menjadi kenyataan yang harus dihadapi warga. Kondisi ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pengelolaan sungai membutuhkan pendekatan jangka panjang, tidak sekadar aksi bersih-bersih musiman. Apaberita.com akan terus memantau perkembangan situasi di Kali Blencong dan respons dari pihak berwenang setempat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
dimas-permana

Editor Olahraga. Editor sepak bola, MotoGP, dan timnas.

Comments (0)

User