QRIS Segera Berlaku di India, Perkuat Perdagangan Bilateral
Jakarta — Pemerintah Indonesia mengumumkan perluasan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) ke India, langkah strategis yang diyakini ma
Jakarta — Pemerintah Indonesia mengumumkan perluasan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) ke India, langkah strategis yang diyakini mampu memperdalam integrasi keuangan dan meningkatkan efisiensi transaksi perdagangan antar kedua negara. Presiden Prabowo Subianto menyampaikan langsung rencana tersebut di sela-sela pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri India di Istana Merdeka, Rabu (7/1/2026).
“Alhamdulillah, kita sudah mencapai kesepakatan teknis. QRIS akan segera bisa dipakai di seluruh jaringan merchant di India yang menerima Unified Payments Interface,” ujar Prabowo di hadapan pelaku usaha dan awak media. Ia menekankan bahwa interkoneksi sistem pembayaran ini akan menjadi fondasi baru penguatan hubungan ekonomi yang selama ini bertumpu pada komoditas dan manufaktur.
Cetak Biru Interkoneksi Dua Raksasa Digital
Integrasi QRIS dengan ekosistem UPI India bukanlah proses instan. Bank Indonesia dan Reserve Bank of India telah merampungkan uji coba interoperabilitas sejak kuartal IV-2025. Dalam kerangka teknis yang disepakati, kode QR standar Indonesia akan terbaca oleh mesin pembayaran berbasis UPI, memungkinkan wisatawan dan pelaku usaha Indonesia bertransaksi langsung dalam mata uang lokal tanpa memerlukan penukaran dolar AS terlebih dahulu.“Ini bukan sekadar kemudahan. Ini efisiensi makro. Biaya remitansi dan konversi bisa turun signifikan. Volume perdagangan bilateral yang mencapai USD 32,8 miliar pada 2025 akan lebih cair,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam kesempatan yang sama.
Comments (0)