QRIS Segera Berlaku di India, Perkuat Perdagangan Bilateral

Jakarta — Pemerintah Indonesia mengumumkan perluasan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) ke India, langkah strategis yang diyakini ma

Jul 09, 2026 - 05:39
0 0
Jakarta — Pemerintah Indonesia mengumumkan perluasan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) ke India, langkah strategis yang diyakini mampu memperdalam integrasi keuangan dan meningkatkan efisiensi transaksi perdagangan antar kedua negara. Presiden Prabowo Subianto menyampaikan langsung rencana tersebut di sela-sela pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri India di Istana Merdeka, Rabu (7/1/2026). “Alhamdulillah, kita sudah mencapai kesepakatan teknis. QRIS akan segera bisa dipakai di seluruh jaringan merchant di India yang menerima Unified Payments Interface,” ujar Prabowo di hadapan pelaku usaha dan awak media. Ia menekankan bahwa interkoneksi sistem pembayaran ini akan menjadi fondasi baru penguatan hubungan ekonomi yang selama ini bertumpu pada komoditas dan manufaktur.

Cetak Biru Interkoneksi Dua Raksasa Digital

Integrasi QRIS dengan ekosistem UPI India bukanlah proses instan. Bank Indonesia dan Reserve Bank of India telah merampungkan uji coba interoperabilitas sejak kuartal IV-2025. Dalam kerangka teknis yang disepakati, kode QR standar Indonesia akan terbaca oleh mesin pembayaran berbasis UPI, memungkinkan wisatawan dan pelaku usaha Indonesia bertransaksi langsung dalam mata uang lokal tanpa memerlukan penukaran dolar AS terlebih dahulu.
“Ini bukan sekadar kemudahan. Ini efisiensi makro. Biaya remitansi dan konversi bisa turun signifikan. Volume perdagangan bilateral yang mencapai USD 32,8 miliar pada 2025 akan lebih cair,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam kesempatan yang sama.

Perdagangan Bebas Friksi dan Dompet Digital Tersambung

Pergerakan barang dan jasa antara Indonesia dan India diproyeksikan makin deras. Ekspor unggulan seperti batu bara dan minyak sawit mentah serta impor farmasi dan komponen otomotif akan terbantu proses setelmen yang lebih cepat. Di tingkat ritel, pengrajin dan UMKM yang memanfaatkan platform e-commerce lintas negara dapat menerima pembayaran langsung dari konsumen India tanpa membuka rekening bank asing. Sejumlah pelaku usaha menyambut antusias. “Selama ini kami selalu kena biaya perantara sampai 3–4 persen per transaksi. Kalau QRIS bisa langsung terhubung UPI, margin kami naik,” ungkap Dian Mulyani, eksportir furnitur rotan asal Cirebon yang rutin mengirim ke Mumbai.

Kapan Mulai Berlaku dan Siapa Saja yang Bisa Pakai?

Menurut peta jalan yang disusun Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia, fase implementasi dibagi dua: - Fase I (April 2026): merchant besar dan penyedia jasa pariwisata di New Delhi, Mumbai, dan Bengaluru. - Fase II (Oktober 2026): seluruh merchant yang telah memiliki akseptor UPI di 40 kota utama India. Pengguna cukup memindai kode QR yang menampilkan logo QRIS di gerai rekanan, sama seperti transaksi domestik. Dana langsung terdebit dari saldo rupiah dan dikonversi ke rupee India dengan kurs real-time yang mengacu referensi BI dan RBI. Nasabah pemilik dompet digital seperti GoPay, OVO, Dana, dan aplikasi perbankan yang telah mendukung QRIS lintas negara otomatis dapat memanfaatkan fitur ini. Pemerintah menargetkan volume transaksi triwulan pertama pasca-implementasi mencapai 1,2 juta transaksi dengan nilai total diproyeksikan menembus Rp2,1 triliun, didorong oleh kunjungan bisnis dan wisatawan yang tahun sebelumnya mencapai 380 ribu orang Indonesia ke berbagai kota di India.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User