JAKARTA, Apaberita.com — Suasana khidmat menyelimuti Gedung Kementerian Keuangan (Kemenkeu) saat berlangsungnya agenda Serah Terima Jabatan (Sertijab) Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih periode 2025–2026. Purbaya Yudhi Sadewa secara resmi mengakhiri masa pengabdiannya dan menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan bendahara negara kepada penggantinya, Suahasil Nazara, pada Selasa (15/9/2026).
Momen Haru dan Pidato Singkat Tanpa Teks
Dalam prosesi tersebut, pemandangan menarik terjadi ketika Purbaya Yudhi Sadewa memilih untuk tidak membacakan naskah sambutan resmi yang telah dipersiapkan oleh protokoler. Mantan pejabat fiskal tersebut memilih berbicara langsung dari hati dengan gaya lugas yang selama ini menjadi ciri khasnya di hadapan jajaran pejabat eselon I dan seluruh pegawai Kemenkeu.
"Ini adalah momen penting, waktu itu saya datang bicara panjang untuk menciptakan optimisme. Kalau sekarang saya akan serahkan ke Pak Sua (Suahasil Nazara) untuk ke depannya. Saya bicara singkat aja, terima kasih semua atas kerja sama selama satu tahun terakhir ini," ujar Purbaya dengan penuh ketulusan.
Pernyataan singkat tersebut langsung disambut tepuk tangan hangat dari para hadirin. Gestur Purbaya merefleksikan rasa percaya penuh terhadap kapabilitas penerusnya dalam menahkodai kebijakan fiskal Indonesia di tengah dinamika ekonomi global yang menantang.
Kronologi Prosesi Serah Terima Jabatan
Acara serah terima jabatan ini berjalan runtut sesuai dengan tata protokoler kenegaraan yang telah dijadwalkan secara tertib:
- Pembacaan Keputusan Presiden: Mengawali seremoni dengan membacakan dasar hukum pengangkatan Menteri Keuangan baru dan pemberhentian dengan hormat pejabat lama.
- Penandatanganan Berita Acara: Penandatanganan dokumen resmi serah terima jabatan serta penyerahan memori jabatan Menteri Keuangan periode 2025–2026.
- Sambutan Pejabat Demisioner: Purbaya menyampaikan pidato perpisahan singkat yang menekankan rasa terima kasih atas sinergi jajaran Kemenkeu selama satu tahun masa kepemimpinannya.
- Pidato Perdana Menkeu Baru: Suahasil Nazara menyampaikan pidato sambutan sekaligus arahan umum bagi arah kebijakan fiskal ke depan.
Apresiasi Suahasil Nazara untuk Terobosan Purbaya
Dalam pidato perdananya sebagai Menteri Keuangan, Suahasil Nazara menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi dan kontribusi Purbaya Yudhi Sadewa. Menurut Suahasil, selama satu tahun memimpin, Purbaya berhasil mentransformasi citra Kemenkeu menjadi institusi yang lebih transparan dan mudah dipahami publik luas.
Suahasil menilai bahwa pendekatan komunikasi publik yang humanis dan optimis yang dibangun Purbaya telah mendekatkan instrumen Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) kepada masyarakat akar rumput.
"Memimpin Kemenkeu itu tentu sebuah kehormatan sekaligus tantangan luar biasa. Pak Purbaya telah mengenalkan Kementerian Keuangan dan cara kerjanya secara gamblang kepada masyarakat luas," tutur Suahasil dalam pidato sambutannya.
Fokus Keberlanjutan Kebijakan Fiskal
Menatap tugas baru sebagai Menkeu, Suahasil Nazara menegaskan komitmennya untuk melanjutkan fondasi solid yang telah dibangun oleh pendahulunya dengan fokus pada beberapa prioritas utama:
- Menjaga Stabilitas APBN: Memastikan defisit anggaran tetap berada di bawah batas aman untuk menopang ketahanan fiskal jangka panjang.
- Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi: Mengoptimalkan belanja negara demi mendorong sektor riil, hilirisasi, serta perlindungan sosial.
- Penguatan Pengawasan Internal: Meningkatkan integritas dan profesionalitas birokrasi di seluruh direktorat jenderal Kemenkeu.
Comments (0)