Prosesi Pemakaman Khamenei Dimulai, Pelayat Banjiri Jalanan Teheran

Suasana duka mendalam menyelimuti Teheran pada Senin (6/7) pagi ini, saat prosesi pemakaman Pemimpin Revolusi Islam Iran, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, resmi dimulai. Ribuan pelayat dari berbagai pe

Jul 06, 2026 - 12:51
0 0
Prosesi Pemakaman Khamenei Dimulai, Pelayat Banjiri Jalanan Teheran

Suasana duka mendalam menyelimuti Teheran pada Senin (6/7) pagi ini, saat prosesi pemakaman Pemimpin Revolusi Islam Iran, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, resmi dimulai. Ribuan pelayat dari berbagai penjuru negeri membanjiri jalan-jalan utama ibu kota, mengantarkan kepergian sosok yang memimpin Iran selama lebih dari tiga dekade. Para pejabat setempat menyebut prosesi ini sebagai acara publik terbesar dalam sejarah modern negara itu, sebuah penghormatan yang pantas bagi pemimpin spiritual dan politik yang sangat berpengaruh.

Prosesi dimulai tepat pukul 6:00 pagi waktu setempat dari kompleks keagamaan Grand Mosalla, di mana jenazah Khamenei telah disemayamkan selama dua hari untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat memberikan penghormatan terakhir. Sebelumnya, Grand Mosalla dipenuhi oleh pelayat yang mengantre panjang sejak dini hari, mencerminkan betapa besar cinta dan penghormatan rakyat Iran terhadap almarhum.

Rute Panjang Penuh Makna

Menurut laporan yang diterima media kami, prosesi dijadwalkan berlangsung selama 10 hingga 12 jam, menyusuri rute sepanjang 10 kilometer yang melintasi sejumlah titik ikonis di Teheran. Rute dimulai dari Grand Mosalla, lalu bergerak melalui Jalan Damavand, melintasi Lapangan Imam Hussein yang sarat nilai historis, menuju Jalan Enqelab yang menjadi saksi berbagai gerakan revolusioner. Dari sana, iring-iringan melanjutkan perjalanan ke Lapangan Enqelab, kemudian menyusuri Jalan Azadi hingga tiba di Lapangan Azadi, simbol kebanggaan nasional Iran. Perjalanan berakhir di Jalan Raya Shahid Lashgari, tak jauh dari Bandara Mehrabad, di mana jenazah akan diterbangkan ke tempat peristirahatan terakhir.

Setiap sudut jalan dihiasi bendera hitam dan potret Khamenei, sementara pengeras suara mengumandangkan ayat-ayat suci Al-Qur'an dan puji-pujian. Ribuan personel keamanan dikerahkan untuk memastikan kelancaran acara, namun suasana tetap tertib dan khidmat. Banyak pelayat yang tak kuasa menahan air mata, terutama saat iring-iringan melewati tempat-tempat yang memiliki ikatan erat dengan perjalanan hidup sang pemimpin.

"Rakyat Iran hari ini menunjukkan kesatuan dan kecintaan mereka kepada pemimpin yang telah membimbing kita melewati masa-masa sulit. Ini adalah momen bersejarah yang akan dikenang sepanjang generasi," ujar seorang pejabat tinggi panitia pemakaman kepada Apaberita.com.

Ayatollah Khamenei wafat pada Jumat (3/7) di usia lanjut setelah memimpin Iran sejak tahun 1989. Kepemimpinannya menandai era krusial dalam sejarah Iran modern, termasuk menghadapi sanksi ekonomi dan dinamika geopolitik Timur Tengah. Warisannya kini menjadi topik diskusi global, sementara proses suksesi kepemimpinan akan segera dimulai pasca pemakaman. Para analis memperkirakan bahwa acara ini tidak hanya menjadi momen perpisahan, tetapi juga menunjukkan soliditas sistem politik Iran di bawah tekanan internasional.

Prosesi ini turut dihadiri oleh delegasi dari berbagai negara sekutu, menegaskan posisi Iran di panggung dunia. Sementara itu, masyarakat Iran dari berbagai latar belakang—tua dan muda, laki-laki dan perempuan—berbaur dalam duka, membuktikan bahwa Khamenei meninggalkan jejak yang mendalam dalam kesadaran kolektif bangsa. Hingga berita ini diturunkan, prosesi masih berlangsung dengan estimasi jutaan pelayat akan memadati rute hingga titik terakhir.

Apaberita.com akan terus memberikan perkembangan terbaru dari rangkaian pemakaman ini, termasuk upacara pelepasan dan penghormatan resmi dari para pemimpin dunia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
hendra-wijaya

Editor Politik. Editor politik dan dinamika kekuasaan.

Comments (0)

User