Presiden Iran Tegaskan Program Rudal Balistik Tidak Bisa Ditawar, Singgung Nasib Gaza

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, melontarkan pernyataan tegas terkait postur pertahanan negaranya di tengah meningkatnya tekanan diplomatik dari Barat. Dalam sebuah kunjungan resmi ke Pakistan, Peze

Jul 07, 2026 - 23:58
0 0
Presiden Iran Tegaskan Program Rudal Balistik Tidak Bisa Ditawar, Singgung Nasib Gaza

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, melontarkan pernyataan tegas terkait postur pertahanan negaranya di tengah meningkatnya tekanan diplomatik dari Barat. Dalam sebuah kunjungan resmi ke Pakistan, Pezeshkian menyatakan bahwa tanpa kepemilikan senjata rudal yang memadai, nasib Iran tidak akan berbeda dengan Gaza yang hancur lebur akibat serangan militer. Pernyataan tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa Teheran sama sekali tidak akan membuka ruang negosiasi mengenai kemampuan pertahanan strategisnya, khususnya program rudal balistik.

Kunjungan ke Pakistan dan Mediasi Perang

Lawatan Presiden Pezeshkian ke Pakistan ini menjadi sorotan lantaran Islamabad saat ini berperan sebagai salah satu mediator kunci dalam upaya menjembatani komunikasi antara Teheran dan Washington. Kedua negara ini disebut-sebut berusaha mencari formula untuk mengakhiri konflik berkepanjangan di Timur Tengah. Meski demikian, Pezeshkian justru menegaskan posisi Iran yang tidak kenal kompromi ketika menyangkut alat utama sistem persenjataan negaranya.

Perbandingan dengan Gaza yang Memanas

Dalam keterangannya yang dikutip laporan media, Pezeshkian secara gamblang membandingkan potensi kehancuran Iran dengan situasi di Gaza apabila negaranya tidak memiliki kekuatan penangkal berupa rudal. Ia menuturkan bahwa tanpa kehadiran sistem pertahanan rudal tersebut, agresi militer oleh Amerika Serikat dan Israel akan menyapu bersih Iran secara brutal.

"Jika rudal yang kita miliki untuk pertahanan kita tidak ada, Israel dan Amerika Serikat akan menghancurkan Iran seperti Gaza, tanpa ampun kepada yang tua maupun yang muda," ujar Pezeshkian.

Pernyataan ini merujuk pada dampak luas serangan ke Gaza yang tidak hanya menghancurkan infrastruktur tetapi juga menimbulkan banyak korban jiwa dari berbagai kalangan usia. Dengan analogi tersebut, Pezeshkian ingin menegaskan bahwa program rudal merupakan "garis merah" yang memastikan kedaulatan serta keselamatan bangsa Iran dari ancaman eksternal.

Kemampuan Pertahanan Tanpa Negosiasi

Lebih lanjut, Presiden Iran tersebut menutup rapat celah diplomasi terkait persenjataan. Ia menekankan bahwa di bawah kondisi apa pun, Iran tidak akan duduk di meja perundingan untuk mendiskusikan atau membatasi kemampuan pertahanan yang telah dibangunnya.

"Kami tidak akan pernah bernegosiasi dengan siapa pun, dalam keadaan apa pun, tentang kemampuan pertahanan kami," tegas Pezeshkian.

Sikap ini diprediksi akan menjadi tantangan besar dalam proses mediasi yang sedang berjalan, mengingat isu program rudal seringkali menjadi salah satu poin utama yang disorot oleh kekuatan Barat dalam menyikapi pergerakan geopolitik Teheran.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bagus-nugroho

Editor Ekonomi. Editor isu pasar, bisnis, dan moneter.

Comments (0)

User