Pramono Anung Tinjau Lokasi Eks Kebakaran Bangka III
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melakukan peninjauan langsung ke kawasan eks kebakaran di Jalan Bangka III, Kelurahan Pela Mampang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, pada Selasa pagi (21/7). Kehad...
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melakukan peninjauan langsung ke kawasan eks kebakaran di Jalan Bangka III, Kelurahan Pela Mampang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, pada Selasa pagi (21/7). Kehadiran orang nomor satu di Ibu Kota itu untuk memastikan penanganan darurat berjalan optimal serta mendengarkan aspirasi warga yang terdampak musibah yang melanda permukiman padat penduduk tersebut beberapa hari sebelumnya.
Pramono tiba di lokasi sekitar pukul 08.30 WIB dengan mengenakan kemeja dinas putih dan didampingi oleh Wali Kota Jakarta Selatan, Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat), serta sejumlah kepala perangkat daerah terkait. Ia langsung berjalan menyusuri gang sempit yang menjadi titik awal api menjalar, mengamati puing-puing bangunan yang rata dengan tanah, sembari sesekali berbicara dengan para petugas kebersihan yang masih bekerja membersihkan sisa material terbakar.
Dialog di Tengah Puing
Di sela-sela peninjauan, Pramono menyempatkan diri berbincang dengan puluhan warga yang sejak kejadian mengungsi di tenda darurat yang didirikan di halaman masjid setempat. Seorang warga bernama Siti (52 tahun) menyampaikan harapannya agar pemerintah segera membangun hunian tetap, mengingat sebagian besar penghuni merupakan pemilik rumah dengan bukti kepemilikan sah. Menanggapi hal itu, Pramono menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menindaklanjuti usulan tersebut secara terencana.
"Kami sudah meminta jajaran Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman untuk melakukan pendataan ulang terhadap seluruh kepala keluarga yang kehilangan tempat tinggal. Langkah awal akan difokuskan pada pemberian bantuan sewa hunian sementara selama proses pembangunan kembali berlangsung,"
tegas Pramono di hadapan warga.
Data Kerusakan dan Bantuan Tahap Awal
Berdasarkan hasil pendataan sementara yang dirilis oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, musibah kebakaran yang terjadi pada Kamis (16/7) dini hari tersebut mengakibatkan 112 bangunan ludes dilalap api, menimpa 143 kepala keluarga atau setara dengan 487 jiwa. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun 19 orang mengalami luka ringan akibat terpapar asap tebal dan kini telah mendapatkan perawatan di Puskesmas Kelurahan Pela Mampang.
Gubernur memaparkan bahwa Pemprov DKI telah menyalurkan bantuan logistik tahap pertama berupa 1.200 paket sembako, 400 lembar selimut, 200 matras, serta layanan dapur umum yang beroperasi tiga kali sehari. Selain itu, Dinas Sosial menerjunkan tim psikososial untuk memberikan pendampingan trauma healing, terutama kepada anak-anak dan lanjut usia. "Kami pastikan tidak ada satu pun warga yang kelaparan atau tidur tanpa alas. Ini tanggung jawab negara," ujarnya.
Instruksi Percepatan Penataan Kawasan
Secara lebih strategis, Pramono menginstruksikan kepada jajaran Biro Tata Kota untuk mengintegrasikan rencana rehabilitasi kawasan Bangka III ke dalam program penataan kampung kumuh yang tengah berjalan. Ia menekankan pentingnya membangun kembali dengan konsep yang lebih layak huni, memiliki jalur evakuasi yang memadai, serta akses kendaraan pemadam yang lebih mudah. "Jangan sampai kita membangun kembali seperti semula, lalu risiko yang sama terulang. Harus ada peningkatan kualitas ruang hidup," katanya.
Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta, dalam keterangan terpisah, menyebutkan bahwa penyebab kebakaran diduga kuat berasal dari korsleting listrik pada salah satu rumah kontrakan di RT 004. Proses pemadaman sempat terkendala karena akses jalan yang sempit dan tingginya kepadatan bangunan. Untuk itu, Gubernur juga memerintahkan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu untuk mempercepat penerbitan izin mendirikan bangunan (IMB) baru bagi warga, dengan memangkas sejumlah biaya retribusi.
Komitmen Pemulihan Ekonomi Warga
Tak hanya hunian, aspek ekonomi warga juga menjadi perhatian Gubernur. Banyak di antara korban kehilangan sumber mata pencaharian karena warung, bengkel, atau tempat usaha rumahan ikut hangus. Untuk itu, Pramono mengumumkan akan memberikan bantuan modal usaha mikro sebesar Rp5.000.000 per kepala keluarga yang kehilangan tempat usaha, melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, serta Perdagangan (KUKMP). Penyaluran akan dilakukan melalui mekanisme rekening langsung tanpa potongan, dengan syarat warga telah mengikuti pelatihan kewirausahaan singkat yang difasilitasi oleh Suku Dinas Tenaga Kerja Jakarta Selatan.
"Bapak Ibu tidak perlu khawatir. Pemerintah tidak akan tinggal diam. Mulai dari tempat tinggal, makanan, kesehatan, sampai modal usaha, semua sedang kami urus. Tapi kami mohon kesabarannya, karena proses membutuhkan waktu dan harus tepat sasaran," ucap Pramono menutup dialog pagi itu, disambut isak tangis haru sekaligus tepuk tangan warga.
Peninjauan berlangsung hingga pukul 10.15 WIB, diakhiri dengan peninjauan posko kesehatan dan penyerahan secara simbolis buku tabungan kepada tiga perwakilan warga lanjut usia. Gubernur berpesan kepada seluruh perangkat RT/RW setempat agar segera melaporkan apabila ada kebutuhan mendesak yang belum terakomodasi. Rapat koordinasi lanjutan dijadwalkan akan digelar di Balai Kota DKI pada Kamis (23/7) untuk mengevaluasi seluruh progres penanganan pascabencana di tingkat provinsi.
Comments (0)