Pramono Anung Buka JAFEX 2026, Tekan Optimalisasi Aset DKI
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung secara resmi membuka Jakarta Asset Forum and Expo (JAFEX) 2026 yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center pada hari Senin, 15 Januari 2026. Dalam sambutannya,...
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung secara resmi membuka Jakarta Asset Forum and Expo (JAFEX) 2026 yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center pada hari Senin, 15 Januari 2026. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa optimalisasi aset daerah merupakan agenda prioritas Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mendukung kemandirian fiskal dan pembangunan berkelanjutan. Forum yang dihadiri oleh perwakilan kementerian, badan usaha, serta akademisi ini bertujuan memetakan potensi aset Pemprov DKI sekaligus membuka ruang kolaborasi investasi strategis di ibu kota.
Penegasan Komitmen Optimalisasi Aset
Pramono Anung menyatakan bahwa pengelolaan aset daerah harus berpijak pada prinsip transparansi dan akuntabilitas. Berdasarkan UU Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah, ia menekankan bahwa setiap aset yang ditetapkan sebagai milik daerah wajib dikelola secara profesional untuk menghasilkan nilai tambah ekonomi. Gubernur menindaklanjuti keputusan Rapat Koordinasi terakhir dengan Kementerian Keuangan mengenai audit seluruh aset tidak bergerak milik Pemprov DKI yang tersebar di lima wilayah administrasi.
"Kita harus memastikan bahwa setiap aset daerah, baik berupa tanah, bangunan, maupun fasilitas umum, memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. JAFEX 2026 menjadi momentum konkret untuk membuktikan komitmen tersebut," ujar Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
Kolaborasi Antarstakeholder dan Investasi
Dalam rapat Pleno penyelenggaraan JAFEX 2026 yang disahkan panitia pelaksana pada bulan November 2025, diputuskan bahwa forum ini tidak hanya bersifat pameran, melainkan juga wahana transaksi dan perjanjian kerja sama. Pramono Anung menjelaskan bahwa Pemprov DKI telah menyiapkan paket proyek kemitraan antara pemerintah dan swasta untuk sejumlah aset strategis di Jakarta Utara dan Jakarta Timur. Kehadiran perwakilan Fraksi-fraksi di DPRD DKI Jakarta dalam kegiatan ini, menurutnya, menunjukkan dukungan legislatif terhadap kebijakan eksekutif dalam pengelolaan kekayaan daerah.
Sebanyak 127 aset dengan total nilai estimasi Rp 8,4 triliun dipamerkan dalam JAFEX 2026. Dari jumlah tersebut, 42 aset telah masuk dalam tahap due diligence untuk skema kerja sama investasi. Pramono menegaskan bahwa seluruh proses seleksi mitra strategis mengacu pada Peraturan Pemerintah dan standar good governance tanpa intervensi politik.
Target Implementasi dan Pengawasan
Gubernur menetapkan target penandatanganan nota kesepahaman minimal dengan lima konsorsium investasi selama pelaksanaan JAFEX 2026. Ia menyatakan bahwa hasil forum ini akan ditindaklanjuti melalui keputusan gubernur mengenai pembentukan satgas khusus optimalisasi aset daerah yang berkoordinasi langsung dengan Sekretariat Daerah. Satgas tersebut bertugas memastikan bahwa komitmen yang dihasilkan dalam forum tidak berhenti sebagai rencana semata, melainkan terimplementasi dalam bentuk kontrak yang mengikat.
"Pengawasan internal dan eksternal akan diperkuat. Kita ingin memastikan bahwa optimalisasi aset benar-benar dirasakan warga Jakarta melalui peningkatan pelayanan publik dan kontribusi PAD yang signifikan," tegasnya.
JAFEX 2026 berlangsung selama tiga hari, dari 15 hingga 17 Januari 2026, dengan menghadirkan 85 peserta pameran dari berbagai sektor industri properti, infrastruktur, dan manajemen aset. Pramono Anung menyatakan bahwa keberhasilan forum ini akan menjadi tolok ukur keberhasilan pemerintahannya dalam mengelola kekayaan daerah secara modern dan akuntabel. Penutupan resmi kegiatan direncanakan akan dilaksanakan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta dengan disaksikan para pimpinan daerah dan perwakilan lembaga pengawas.
Comments (0)