Sep 30, 2026
Hukum

Prabowo Usul BPIH Haji 2027 Dengan Skema 52:48

Jakarta, Apaberita.com — Pemerintah kembali menyoroti persoalan pembiayaan haji menjelang penyusunan anggaran dua tahun ke depan. Presiden Prabowo Subianto

Prabowo Usul BPIH Haji 2027 Dengan Skema 52:48

Jakarta, Apaberita.com — Pemerintah kembali menyoroti persoalan pembiayaan haji menjelang penyusunan anggaran dua tahun ke depan. Presiden Prabowo Subianto mengusulkan formulasi baru dalam penetapan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) untuk musim haji 2027, dengan komposisi sekitar 52:48 antara beban yang ditanggung jemaah dan nilai manfaat yang bersumber dari pengelolaan dana haji. Usulan ini disampaikan langsung dalam rapat terbatas yang membahas persiapan penyelenggaraan ibadah haji, dan langsung menjadi sorotan publik lantaran menyentuh langsung kantong calon jemaah.

Dalam skema yang diusulkan, sekitar 52 persen dari total BPIH akan dibebankan kepada jemaah, sementara 48 persen sisanya ditutup melalui nilai manfaat atau hasil optimalisasi dana haji yang dikelola Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Angka ini berbeda dari komposisi yang berlaku pada beberapa tahun terakhir, di mana porsi jemaah kerap berada di kisaran 55 hingga 60 persen. Pemerintah menilai skema baru ini lebih berkeadilan dan tidak memberatkan masyarakat, terutama kelompok usia lanjut yang mendominasi daftar tunggu keberangkatan.

Meringankan Beban Jemaah di Tengah Tekanan Ekonomi

Presiden Prabowo menegaskan bahwa kebijakan ini diarahkan agar calon jemaah tidak menanggung beban pembiayaan secara berlebihan. Menurutnya, dana haji yang terkumpul dari setoran awal jemaah seharusnya benar-benar berfungsi sebagai sumber nilai manfaat yang meringankan, bukan sekadar disimpan tanpa hasil yang berarti.

"Prinsipnya sederhana, jemaah jangan terlalu terbebani. Nilai manfaat harus dioptimalkan agar biaya yang harus dibayar masyarakat tetap terjangkau dan adil bagi semua," ujar Prabowo dalam arahannya, seperti dikonfirmasi sumber di lingkungan Istana.

Usulan tersebut juga menekankan pentingnya transparansi dalam penghitungan setiap komponen biaya, mulai dari penerbangan, akomodasi di Makkah dan Madinah, konsumsi, transportasi darat, hingga layanan kesehatan dan perlindungan bagi jemaah. Pemerintah ingin memastikan tidak ada komponen biaya yang membengkak tanpa dasar yang jelas.

Sejumlah pihak menyambut baik wacana ini, namun meminta pemerintah tidak hanya fokus pada angka. Kualitas pelayanan dinilai harus tetap menjadi prioritas utama. Pasalnya, dalam beberapa musim haji terakhir masih muncul keluhan terkait jarak penginapan, fasilitas konsumsi, hingga keterlambatan transportasi antar kota.

Respons Beragam dari Kalangan Penyelenggara dan Pengamat

Pengamat kebijakan publik menilai skema 52:48 bisa menjadi langkah maju bila nilai manfaat benar-benar tercapai dari hasil investasi yang aman dan sesuai syariah. Namun, mereka mengingatkan agar pemerintah tidak menetapkan asumsi manfaat secara berlebihan tanpa perhitungan yang matang, karena hal itu berpotensi menimbulkan kekurangan pendanaan di kemudian hari.

Beberapa poin kunci yang menjadi perhatian dalam usulan ini antara lain:

  • Komposisi 52 persen dibebankan kepada jemaah dan 48 persen berasal dari nilai manfaat dana haji.
  • Penekanan pada efisiensi biaya penerbangan dan akomodasi di Arab Saudi.
  • Permintaan transparansi rincian komponen BPIH kepada publik.
  • Penjagaan kualitas layanan agar tidak turun seiring penurunan porsi biaya jemaah.
  • Perlindungan jemaah lansia dan kelompok rentan selama masa tunggu maupun saat beribadah.

Dengan skema ini, pemerintah berharap calon jemaah dapat merencanakan pembiayaan ibadah haji dengan lebih tenang. Usulan Presiden Prabowo selanjutnya akan dibahas bersama Kementerian Agama, Kementerian Keuangan, dan BPKH untuk dituangkan dalam keputusan resmi penetapan BPIH 2027. Publik pun menanti apakah wacana ini benar-benar terwujud dalam angka final yang lebih ringan, tanpa mengorbankan mutu pelayanan kepada tamu Allah.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS dimas-permana

Reporter Politik Muda. Fokus pada gerakan pemuda, politik digital, dan representasi generasi Z.

Comments (0)

User