Prabowo Tegaskan Kebangkitan Indonesia Ditopang SDM Unggul Sains dan Teknologi
Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya ketersediaan sumber daya manusia (SDM) unggul di bidang sains dan teknologi sebagai fondasi utama kebangkitan Indonesia, dalam pidato kenegaraannya di J...
Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya ketersediaan sumber daya manusia (SDM) unggul di bidang sains dan teknologi sebagai fondasi utama kebangkitan Indonesia, dalam pidato kenegaraannya di Jakarta, Kamis (6/8/2026). Kepala Negara menyatakan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi prasyarat mutlak bagi Indonesia untuk dapat berdiri sejajar dengan negara-negara maju.
Dalam pidatonya, Prabowo mengutip pandangan Presiden ketiga Republik Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie, mengenai peran strategis SDM cerdas dalam menggerakkan kemajuan suatu bangsa. Menurut Presiden, gagasan yang disampaikan Habibie puluhan tahun silam itu tetap relevan dengan kondisi Indonesia saat ini dan harus menjadi pedoman dalam perumusan kebijakan pembangunan manusia.
"Profesor Habibie pernah menegaskan bahwa sebuah bangsa hanya membutuhkan satu persen penduduk yang cerdas untuk menggerakkan seluruh roda kemajuan. Satu persen itulah yang akan menarik 99 persen sisanya. Pandangan beliau harus kita tindaklanjuti melalui kebijakan yang nyata dan berkesinambungan," ujar Prabowo.
Presiden menyatakan, Indonesia dengan jumlah penduduk lebih dari 280 juta jiwa sesungguhnya memiliki potensi besar. Apabila satu persen dari total penduduk dapat disiapkan menjadi SDM unggul di bidang sains dan teknologi, maka terdapat hampir tiga juta putra-putri terbaik bangsa yang mampu menjadi motor penggerak transformasi nasional.
Warisan Pemikiran BJ Habibie
Bacharuddin Jusuf Habibie, yang menjabat Presiden ketiga RI pada periode 1998 hingga 1999, dikenal luas sebagai tokoh teknologi kebanggaan Indonesia. Berlatar belakang insinyur penerbangan lulusan Jerman, Habibie semasa hidupnya konsisten menyuarakan pentingnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi kemajuan bangsa.
Salah satu gagasannya yang paling dikenal adalah teori satu persen, yakni keyakinan bahwa kemajuan suatu negara ditentukan oleh keberadaan sekelompok kecil SDM berkualitas tinggi yang mampu menciptakan inovasi dan menularkan kemajuannya kepada masyarakat luas. Gagasan tersebut menjadi dasar berbagai kebijakan strategis di era pemerintahannya, termasuk pembangunan industri strategis nasional.
Prabowo menilai warisan pemikiran Habibie bukan sekadar nostalgia sejarah, melainkan kompas arah bagi pembangunan Indonesia ke depan. Kepala Negara menyatakan bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai gagasan para pendahulunya dan meneruskannya dalam bentuk kerja nyata.
Sains dan Teknologi sebagai Fondasi Kebangkitan
Presiden menyatakan sejarah dunia membuktikan tidak ada negara yang mampu bangkit dan menjadi kekuatan besar tanpa menguasai sains dan teknologi. Negara-negara yang kini mendominasi perekonomian global, menurutnya, merupakan negara-negara yang menempatkan pendidikan dan riset sebagai prioritas utama pembangunan nasional.
"Kita harus jujur mengakui bahwa penguasaan teknologi menentukan kedudukan suatu bangsa di mata dunia. Karena itu, kita bertekad menyiapkan generasi terbaik Indonesia untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi," kata Prabowo.
Presiden menegaskan komitmen pemerintahannya untuk memperkuat ekosistem pendidikan tinggi, riset, dan inovasi. Arahan tersebut ditujukan kepada seluruh jajaran kabinet agar program pembangunan SDM unggul ditempatkan sebagai agenda prioritas dalam setiap kebijakan sektoral.
Penyiapan SDM Unggul Menjadi Prioritas
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyoroti pentingnya pemerataan akses pendidikan berkualitas hingga ke pelosok daerah. Menurutnya, kecerdasan dan bakat anak-anak Indonesia tersebar merata di seluruh wilayah Tanah Air, sehingga negara wajib hadir memberikan kesempatan yang sama bagi setiap warga untuk berkembang.
Presiden menyatakan pemerintah akan menindaklanjuti komitmen tersebut melalui penguatan program beasiswa, pembangunan sekolah unggulan, serta peningkatan kualitas guru dan tenaga pendidik. Langkah-langkah itu diharapkan mampu melahirkan satu persen SDM cerdas yang dibutuhkan bangsa, sebagaimana visi yang pernah disampaikan BJ Habibie.
Prabowo menutup pidatonya dengan menegaskan bahwa kebangkitan Indonesia bukanlah angan-angan, melainkan target yang dapat dicapai melalui kerja keras, disiplin, dan penguasaan ilmu pengetahuan. Ia mengajak seluruh komponen bangsa, mulai dari pemerintah, dunia pendidikan, hingga masyarakat, untuk bersama-sama mewujudkan cita-cita tersebut.
Comments (0)