Prabowo Pimpin Upacara HUT ke-80 RI di Istana Merdeka
JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (17/8/2025). Upacara yang dimul...
JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (17/8/2025). Upacara yang dimulai tepat pukul 10.00 WIB itu menjadi puncak rangkaian peringatan delapan dasawarsa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang dibacakan pada 17 Agustus 1945.
Peringatan tahun ini mengusung tema "Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju". Tema tersebut ditetapkan pemerintah sebagai penegasan komitmen menjaga kedaulatan bangsa sekaligus mewujudkan kesejahteraan rakyat dalam kerangka cita-cita Indonesia Maju.
Ini merupakan kali pertama Prabowo bertindak selaku inspektur upacara detik-detik Proklamasi di Istana Merdeka sejak dilantik sebagai Presiden kedelapan RI pada 20 Oktober 2024. Kepala Negara tiba di halaman Istana Merdeka didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan disambut jajar kehormatan pasukan Tentara Nasional Indonesia.
Rangkaian Detik-Detik Proklamasi
Upacara diawali bunyi sirene panjang serta dentuman meriam sebanyak 17 kali dari kawasan Monumen Nasional, menandai peringatan detik-detik Proklamasi. Anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) kemudian mengibarkan bendera Merah Putih diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dinyanyikan seluruh peserta upacara dengan khidmat.
Presiden Prabowo selaku inspektur upacara memimpin prosesi mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan yang gugur memperjuangkan kemerdekaan. Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Ahmad Muzani membacakan naskah Proklamasi yang menggema di halaman istana.
"Proklamasi. Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia. Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan dan lain-lain diselenggarakan dengan tjara saksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja."
Selanjutnya, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Puan Maharani membacakan teks Pancasila yang diikuti seluruh peserta upacara, dilanjutkan pembacaan naskah Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 oleh Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Sultan Bachtiar Najamudin. Menteri Agama Nasaruddin Umar memimpin pembacaan doa sebagai penutup rangkaian inti upacara.
Dihadiri Pimpinan Lembaga Negara
Upacara peringatan HUT ke-80 RI dihadiri pimpinan lembaga tinggi negara, para menteri Kabinet Merah Putih, duta besar negara sahabat, serta perwakilan veteran pejuang kemerdekaan. Sejumlah mantan presiden dan wakil presiden juga tampak hadir di kursi kehormatan, di antaranya Presiden kelima Megawati Soekarnoputri dan Presiden ketujuh Joko Widodo.
Ribuan undangan dari berbagai unsur masyarakat, mulai dari pelajar, tokoh agama, tokoh adat, hingga perwakilan daerah, memadati tribun yang disiapkan panitia. Para tamu undangan tampak mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah sebagai simbol keberagaman bangsa. Alunan lagu-lagu perjuangan oleh paduan suara dan orkestra menambah khidmat sekaligus semarak jalannya upacara.
Puncak Peringatan Delapan Dasawarsa Kemerdekaan
Pemerintah menetapkan peringatan HUT ke-80 RI sebagai momentum konsolidasi nasional. Dalam berbagai kesempatan sebelumnya, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya persatuan sebagai modal utama bangsa menghadapi tantangan global, sejalan dengan tema peringatan tahun ini.
Selepas upacara pengibaran bendera pada pagi hari, rangkaian peringatan dilanjutkan dengan upacara penurunan bendera Merah Putih pada pukul 17.00 WIB di tempat yang sama. Pemerintah juga menggelar sejumlah kegiatan untuk melibatkan masyarakat, termasuk karnaval dan pertunjukan budaya di kawasan Jakarta Pusat.
Upacara serupa digelar serentak di seluruh Indonesia, mulai dari kantor pemerintah daerah, sekolah, hingga pos-pos terluar di wilayah perbatasan. Peringatan delapan dasawarsa kemerdekaan ini menjadi penanda perjalanan panjang bangsa Indonesia sejak proklamasi dibacakan Soekarno-Hatta di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56, Jakarta, 80 tahun silam.
Comments (0)