Prabowo Pimpin Rapat Strategis Bahas Kesiapan HUT ke-79 RI
JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas yang dihadiri Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, serta Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Laut, da...
JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas yang dihadiri Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, serta Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Laut, dan Udara di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (12/8). Rapat tersebut membahas program strategis nasional serta kesiapan pengamanan dan pelaksanaan upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia yang akan digelar di Ibu Kota Nusantara (IKN) pada 17 Agustus mendatang.
Dalam rapat yang berlangsung tertutup selama kurang lebih dua jam tersebut, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya sinergi antara Kementerian Pertahanan, TNI, dan lembaga terkait dalam memastikan seluruh agenda kenegaraan berjalan lancar. Kepala Negara juga menyoroti aspek logistik, pengamanan, serta protokol upacara yang harus dipersiapkan secara matang dan profesional.
Fokus pada Modernisasi Alutsista dan Kesejahteraan Prajurit
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, dalam keterangan pers usai rapat, menyatakan bahwa pembahasan utama meliputi percepatan modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) serta peningkatan kesejahteraan prajurit. "Bapak Presiden menekankan bahwa pertahanan negara harus berbasis pada kesiapan teknologi dan kesejahteraan personel. Ini merupakan arahan strategis yang akan ditindaklanjuti oleh jajaran Kementerian Pertahanan dan TNI," ujar Sjafrie di kompleks Istana Kepresidenan.
Lebih lanjut, Sjafrie menjelaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk merealisasikan program prioritas yang telah dirancang dalam Rencana Strategis Kementerian Pertahanan 2025-2029. Beberapa proyek pengadaan alutsista baru, termasuk pesawat tempur, kapal perang, dan sistem radar pertahanan udara, akan memasuki tahap kontrak pada kuartal ketiga tahun ini.
Panglima TNI Pastikan Pengamanan HUT RI di IKN
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan 8.200 personel gabungan dari TNI dan Polri untuk mengamankan jalannya upacara kemerdekaan di IKN. "Kami telah melakukan rapat koordinasi lintas sektor dan gladi bersih. Seluruh personel siap ditempatkan di titik-titik strategis, termasuk di bandara, pelabuhan, dan sepanjang jalur menuju lokasi upacara," kata Agus.
Agus menambahkan bahwa pengamanan juga akan diperkuat dengan sistem pengawasan berbasis teknologi, termasuk drone dan kamera pemantau beresolusi tinggi. Selain itu, TNI akan mengerahkan satuan khusus untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan, baik dari dalam maupun luar negeri.
Koordinasi Antarkementerian dan Lembaga
Rapat tersebut juga dihadiri oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Hadi Tjahjanto, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo meminta seluruh kementerian dan lembaga untuk melakukan sinkronisasi jadwal dan kebutuhan logistik menjelang puncak peringatan kemerdekaan.
"Bapak Presiden menginstruksikan agar tidak ada tumpang tindih dalam pelaksanaan tugas. Setiap instansi harus bekerja berdasarkan peta koordinasi yang telah disepakati," ujar Mensesneg Pratikno. Ia juga menyebut bahwa pemerintah akan memberangkatkan sekitar 5.000 undangan, termasuk pejabat negara, duta besar, dan tokoh masyarakat, ke IKN pada 16-17 Agustus.
Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Maruli Simanjuntak, Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Muhammad Ali, dan Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Mohamad Tonny Harjono turut hadir dan memberikan laporan kesiapan masing-masing matra. Mereka menyepakati pembentukan posko terpadu di Jakarta dan IKN yang beroperasi 24 jam mulai 10 Agustus hingga 20 Agustus.
Dalam penutup rapat, Presiden Prabowo menegaskan bahwa peringatan HUT ke-79 RI harus menjadi momentum untuk menunjukkan kesolidan dan kedaulatan bangsa. "Kita ingin dunia melihat bahwa Indonesia mampu menyelenggarakan acara kenegaraan dengan standar terbaik. Ini adalah tanggung jawab moral kita bersama," demikian pernyataan Presiden yang dikutip oleh Menteri Pertahanan.
Rapat ini merupakan kelanjutan dari serangkaian koordinasi yang telah dilakukan sejak awal Agustus. Pemerintah menargetkan seluruh persiapan selesai pada 15 Agustus, dua hari sebelum puncak perayaan, untuk memberikan ruang evaluasi akhir bagi panitia pusat dan daerah.
Comments (0)