Prabowo Panggil Destry dan Ketua OJK Bahas Transisi BI

Jakarta — Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Pelaksana Tugas Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, bersama Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Friderica Widyasari Dewi, di ...

Prabowo Panggil Destry dan Ketua OJK Bahas Transisi BI

Jakarta — Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Pelaksana Tugas Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, bersama Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Friderica Widyasari Dewi, di Kompleks Istana Kepresidenan pada Senin (27/7). Kedatangan kedua pemimpin otoritas keuangan ini terjadi beberapa jam setelah Gubernur BI, Perry Warjiyo, menyatakan pengunduran dirinya secara resmi, menciptakan dinamika transisi kepemimpinan di bank sentral.

Berdasarkan pantauan di lapangan, Destry dan Friderica tiba di Istana sekitar pukul 16.41 WIB. Mereka tidak memberikan perincian terbuka mengenai materi pertemuan yang digelar bersama Presiden. Namun, isyarat yang disampaikan kedua pejabat mengonfirmasi bahwa forum tersebut merupakan rapat koordinasi strategis untuk menyelaraskan langkah menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.

Agenda Rapat Koordinasi Strategis

Friderica Widyasari Dewi, yang juga menjabat sebagai Plt Ketua Dewan Komisioner OJK, menyebut pertemuan dengan Presiden sebagai rapat koordinasi yang akan membahas perkembangan situasi terkini. "Kita akan rapat koordinasi saja tentang situasi saat ini," ujar Friderica singkat kepada awak media di lokasi. Ketika ditanya apakah rapat tersebut merupakan bagian dari forum Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), ia mengisyaratkan dengan menyatakan, "Pasti dengan BI juga," yang menegaskan keterlibatan Bank Indonesia dalam setiap pembahasan krusial sektor keuangan.

KSSK sendiri merupakan forum koordinasi yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2016 tentang Pencegahan dan Penanganan Krisis Sistem Keuangan. Forum ini beranggotakan Menteri Keuangan, Gubernur BI, Ketua Dewan Komisioner OJK, dan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan. Rapat koordinasi yang melibatkan Presiden langsung menandakan urgensi pembahasan di tengah transisi kunci di bank sentral.

Pernyataan Destry Damayanti

Destry Damayanti, yang secara otomatis mengemban tugas sebagai Gubernur BI sementara sesuai ketentuan perundangan pasca-pengunduran diri Perry Warjiyo, menegaskan bahwa Bank Indonesia akan terus menjalankan seluruh fungsinya tanpa gangguan. "Bank Indonesia tetap fokus menjaga stabilitas keuangan. Kami akan melanjutkan seluruh kebijakan yang sudah berjalan sebelumnya," kata Destry kepada wartawan di Kompleks Istana.

Pernyataan ini dimaksudkan untuk meredakan potensi kekhawatiran pasar terhadap kekosongan kepemimpinan di bank sentral. Destry menggarisbawahi bahwa seluruh instrumen moneter, sistem pembayaran, dan pengelolaan stabilitas rupiah akan tetap beroperasi sebagaimana mestinya sambil menunggu proses penetapan Gubernur BI definitif oleh Presiden dan Dewan Perwakilan Rakyat.

Transisi Kepemimpinan dan Stabilitas Keuangan

Pengunduran diri Perry Warjiyo sebagai Gubernur BI yang disampaikan pada hari yang sama menimbulkan pertanyaan tentang arah kebijakan moneter ke depan. Perry telah memimpin BI sejak 2018 dan masa jabatannya seharusnya berakhir pada 2028. Meski alasan resmi pengunduran diri belum diumumkan secara luas, pemerintah dan otoritas keuangan bergerak cepat untuk memastikan keberlanjutan fungsi-fungsi vital bank sentral.

Dalam konteks ini, pemanggilan Destry dan Friderica ke Istana menunjukkan langkah antisipatif Presiden Prabowo untuk menyelaraskan komunikasi dan kebijakan antarlembaga. Pertemuan tersebut juga dinilai sebagai sinyal positif bahwa pemerintah, BI, dan OJK tetap dalam satu jalur koordinasi yang erat, terutama dalam menghadapi tantangan ekonomi global yang masih diliputi ketidakpastian dari sisi inflasi, suku bunga global, dan dinamika geopolitik.

Destry Damayanti sendiri merupakan Deputi Gubernur BI yang telah lama berkarier di bank sentral dan dikenal memiliki rekam jejak kuat di bidang moneter dan sistem pembayaran. Sementara Friderica Widyasari Dewi telah memimpin OJK dalam kapasitas Plt Ketua Dewan Komisioner sejak awal 2026. Keduanya diharapkan mampu memastikan transisi berjalan mulus dan stabilitas sistem keuangan tetap terjaga.

Koordinasi Antarlembaga yang Diperkuat

Rapat koordinasi antar Presiden dengan BI dan OJK ini juga menegaskan kembali komitmen pemerintah untuk menjaga ketahanan sektor keuangan. Sejumlah pengamat menilai bahwa momentum transisi kepemimpinan BI harus dimanfaatkan untuk memperkuat sinergi kelembagaan dalam kerangka KSSK. "Pertemuan ini sangat penting untuk memastikan tidak ada vacuum of leadership yang dapat dimanfaatkan oleh spekulan," ujar seorang analis ekonomi yang tidak ingin disebutkan namanya.

Dalam beberapa tahun terakhir, koordinasi antara BI, OJK, dan pemerintah melalui KSSK telah teruji saat menangani dampak pandemi dan gejolak pasar keuangan. Oleh karena itu, kehadiran Destry dan Friderica di Istana di hari yang sama dengan pengunduran diri Perry Warjiyo diinterpretasikan sebagai langkah cepat untuk menegaskan stabilitas sektor keuangan Indonesia tetap solid.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Istana maupun dari BI dan OJK mengenai keputusan konkret yang dihasilkan dalam rapat tersebut. Namun, pesan yang disampaikan Destry dan Friderica kepada publik cukup jelas: roda pengelolaan stabilitas keuangan tetap berputar, transisi berjalan sesuai koridor hukum, dan komunikasi antar lembaga pengawas sektor keuangan berada dalam kendali penuh.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User