Polres Bogor Simulasi Pengamanan Laga Timnas Indonesia vs Kamboja di Pakansari

Kepolisian Resor (Polres) Bogor menggelar Tactical Floor Game (TFG) pada Senin (27/7/2026) untuk mematangkan rancangan pengamanan pertandingan sepak bola internasional antara Tim Nasional Indonesia me...

Polres Bogor Simulasi Pengamanan Laga Timnas Indonesia vs Kamboja di Pakansari

Kepolisian Resor (Polres) Bogor menggelar Tactical Floor Game (TFG) pada Senin (27/7/2026) untuk mematangkan rancangan pengamanan pertandingan sepak bola internasional antara Tim Nasional Indonesia melawan Kamboja. Laga yang merupakan bagian dari ASEAN Hyundai Cup 2026 itu akan berlangsung di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor. Simulasi taktis ini menjadi langkah strategis Polres Bogor guna memetakan potensi kerawanan, menyusun penempatan personel, dan mengoordinasikan respons cepat terhadap berbagai skenario yang mungkin terjadi saat hari pertandingan.

Kapolres Bogor, AKBP Iman Budiman, menegaskan bahwa TFG bukan sekadar prosedur rutin, melainkan wujud kesiapan total dalam menghadapi even berskala internasional yang melibatkan massa dengan jumlah besar. “Kami tidak ingin ada celah sekecil apa pun yang dapat mengganggu keamanan dan kenyamanan penonton maupun para pemain. Melalui simulasi ini, setiap personel memahami perannya secara detail, mulai dari pengamanan ring satu hingga pengaturan lalu lintas di sekitar stadion,” ujarnya di sela kegiatan.

TFG yang berlangsung di Aula Utama Mapolres Bogor itu melibatkan seluruh elemen kepolisian, mulai dari Satuan Lalu Lintas (Satlantas), Satuan Sabhara, Satuan Reserse Kriminal, hingga Bagian Operasi. Turut hadir pula perwakilan TNI, Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor, Satpol PP, panitia pelaksana pertandingan, dan pihak keamanan internal Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Kehadiran lintas instansi ini menjadi bukti bahwa pengamanan sebuah pertandingan sepak bola berskala internasional membutuhkan sinergi yang solid.

Skenario Pengamanan Multilapis

Dalam TFG tersebut, Polres Bogor memaparkan skema pengamanan multilapis yang membagi area tugas menjadi tiga ring utama. Ring satu berada di dalam stadion, mencakup akses masuk tribun, area lapangan, dan lorong pemain. Ring dua meliputi perimeter pagar stadion serta area parkir kendaraan VIP dan pemain. Adapun ring tiga adalah kawasan sekitar stadion, termasuk jalan arteri menuju Pakansari, permukiman penduduk, dan titik-titik kemacetan yang kerap terjadi saat pertandingan besar.

“Setiap ring memiliki karakteristik dan risiko yang berbeda. Ring satu sangat terkait dengan pengamanan langsung terhadap pemain, wasit, dan panitia; sementara ring tiga lebih rentan terhadap kemacetan massal dan potensi tindak kriminal kecil di tengah kerumunan,” jelas Kasat Lantas Polres Bogor, AKP Nuriandani. Ia menambahkan, pengamanan ring tiga akan diperkuat dengan pemasangan barikade di titik-titik tertentu guna memisahkan arus penonton dengan lalu lintas reguler.

Rekayasa lalu lintas menjadi salah satu poin krusial yang disimulasikan. Satlantas Polres Bogor menyiapkan tiga jalur alternatif bagi penonton dari arah Jakarta, Bekasi, dan Sukabumi. Penonton dari arah Jakarta akan diarahkan masuk melalui gerbang barat stadion, sementara penonton dari arah Sukabumi dan Cianjur akan memanfaatkan kantong parkir di sisi timur yang berkapasitas hingga 2.000 kendaraan. Penutupan sementara Jalan Raya Bogor-Jonggol sepanjang 500 meter di depan stadion juga akan diberlakukan satu jam sebelum kick-off dan dua jam setelah pertandingan usai.

Antisipasi Ancaman dan Gangguan

Selain aspek lalu lintas, TFG juga memodelkan berbagai potensi gangguan keamanan seperti masuknya suporter tanpa tiket, perkelahian antarpenonton, ancaman teror, hingga evakuasi medis darurat. Skenario pertama mensimulasikan situasi saat puluhan suporter tanpa dokumen resmi memaksa masuk ke dalam stadion. Dalam simulasi tersebut, personel Sabhara yang bertugas di pintu masuk langsung membentuk barikade manusia dan berkoordinasi dengan panitia untuk verifikasi tiket secara ketat.

Skenario kedua yang diuji adalah kemunculan benda mencurigakan di area tribun. Tim penjinak bom (jibom) dari Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda Jawa Barat dalam simulasi itu langsung melakukan sterilisasi area dan mengevakuasi penonton di radius 50 meter. Sementara itu, skenario medis melibatkan respons cepat petugas Palang Merah Indonesia (PMI) yang bersiaga di empat titik di dalam stadion apabila ada penonton yang pingsan atau mengalami cedera.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor, Raden Darmawan, yang turut dalam simulasi, menyatakan bahwa pihaknya akan menambah rambu portabel dan menyiagakan 15 unit tow truck untuk mengantisipasi kendaraan mogok di jalur menuju stadion. “Kolaborasi ini penting agar tidak ada simpul kemacetan yang menghambat penonton, terutama karena kami menargetkan zero complaint dari sisi transportasi,” katanya.

Kesiapan Personel dan Teknologi

Polres Bogor menyiagakan sedikitnya 2.500 personel gabungan untuk pengamanan pertandingan, terdiri dari 1.200 anggota Polres Bogor, 500 personel Polda Jawa Barat, serta dukungan dari TNI, Satpol PP, dan steward. Jumlah tersebut meningkat sekitar 20 persen dibandingkan pengamanan laga serupa pada gelaran sebelumnya, mengingat status pertandingan yang digolongkan sebagai laga berisiko tinggi.

Dari sisi pemanfaatan teknologi, Polres Bogor akan mengoperasikan satu unit mobile command center yang dilengkapi kamera pemantau terintegrasi dengan CCTV di 16 titik strategis di dalam dan luar stadion. Pantauan itu dipusatkan di Posko Terpadu yang akan diisi oleh perwira penghubung dari masing-masing instansi. “Dengan teknologi ini, kami bisa memonitor pergerakan massa secara real-time dan mengambil keputusan cepat jika terjadi situasi darurat,” ujar Kepala Bagian Operasi Polres Bogor, Kompol Eko Santoso.

Selain itu, penonton akan melalui sistem pemeriksaan tiga lapis: pengecekan tiket via barcode di gerbang utama, pemeriksaan badan oleh petugas, dan pemindaian dengan metal detector genggam. Barang-barang terlarang seperti botol kaca, kembang api, dan tongkat besar akan disita sebelum penonton memasuki area tribun.

Dampak Ekonomi dan Pesan untuk Suporter

Pertandingan Indonesia melawan Kamboja ini diperkirakan akan dihadiri lebih dari 30 ribu penonton. Pemerintah Kabupaten Bogor memandang even ini sebagai peluang untuk menggerakkan ekonomi lokal, terutama bagi pelaku usaha mikro di sekitar stadion. Namun, potensi keramaian itu juga menjadi perhatian utama dalam pengamanan agar tidak terjadi penumpukan massa yang dapat memicu gangguan keamanan.

Kapolres Bogor mengimbau kepada suporter untuk datang lebih awal dan mematuhi aturan yang telah ditetapkan. “Kami mengajak seluruh suporter untuk menjadi tamu yang baik di Kabupaten Bogor. Keamanan dan kenyamanan pertandingan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya aparat semata. Mari kita dukung timnas dengan sportif dan tertib,” imbau AKBP Iman Budiman.

Pelaksanaan TFG ini akan diikuti dengan gladi lapangan pada pekan depan yang melibatkan seluruh personel di lokasi sebenarnya. Evaluasi berkala juga akan dilakukan hingga hari H untuk memastikan seluruh prosedur berjalan sesuai rencana. Laga antara Timnas Indonesia dan Kamboja dijadwalkan berlangsung pada awal Agustus 2026, dan hasil simulasi ini akan menjadi acuan utama dalam penyusunan rencana operasi pengamanan final.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User