Polisi Temukan Bercak Darah dan Serpihan Tulang di Konter Ponsel Ambarawa

AMBARAWA — Penyidik kepolisian menemukan bercak darah dan serpihan tulang di dalam konter telepon seluler Royal Phone, Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Kamis (6/8/2026). Temuan tersebut me...

Polisi Temukan Bercak Darah dan Serpihan Tulang di Konter Ponsel Ambarawa

AMBARAWA — Penyidik kepolisian menemukan bercak darah dan serpihan tulang di dalam konter telepon seluler Royal Phone, Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Kamis (6/8/2026). Temuan tersebut menjadi petunjuk penting dalam penyelidikan kematian pemilik konter yang diduga kuat menjadi korban pencurian dengan kekerasan.

Lokasi kejadian kini telah dipasangi garis polisi. Sejumlah anggota tim identifikasi tampak keluar-masuk ruangan konter untuk mengumpulkan barang bukti, sementara warga sekitar menyaksikan proses tersebut dari balik pembatas yang dipasang petugas.

Berdasarkan keterangan kepolisian, korban merupakan pemilik sekaligus pengelola konter yang dikenal warga sebagai pedagang telepon seluler dan aksesori. Korban ditemukan tidak bernyawa di area tempat usahanya, dan jasadnya kemudian dibawa ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan forensik.

Temuan Bercak Darah di Sejumlah Titik

Dalam olah tempat kejadian perkara, tim identifikasi menemukan bercak darah di beberapa titik di dalam konter, termasuk di lantai dan di dekat etalase. Selain itu, petugas juga mengamankan serpihan tulang yang diduga berkaitan dengan luka yang dialami korban.

"Kami menemukan bercak darah di beberapa lokasi di dalam konter serta serpihan tulang. Semua temuan itu sudah kami amankan dan akan diperiksa di laboratorium forensik," kata seorang pejabat kepolisian yang memimpin olah tempat kejadian perkara.

Seluruh barang bukti, termasuk sampel darah dan serpihan tulang, dikirim ke laboratorium untuk dianalisis. Hasil uji tersebut akan dipakai untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban serta membantu mengidentifikasi pelaku.

Dugaan Pencurian dengan Kekerasan

Kepolisian menduga peristiwa ini berawal dari aksi pencurian yang disertai kekerasan. Dugaan itu muncul setelah sejumlah barang dagangan di dalam konter diketahui hilang, sementara kondisi ruangan tampak berantakan ketika petugas pertama kali tiba di lokasi.

"Ada indikasi pencurian dengan kekerasan. Beberapa barang di dalam konter tidak ada di tempatnya. Kami masih mendalami apakah pelaku beraksi seorang diri atau lebih dari satu orang," ujar pejabat kepolisian tersebut.

Petugas juga memeriksa kamera pengawas di sekitar lokasi dan meminta keterangan sejumlah saksi, termasuk tetangga korban serta pemilik toko di sekitar konter. Rekaman kamera pengawas diharapkan dapat memperlihatkan gerak-gerik pelaku sebelum dan sesudah kejadian.

Jasad Korban Diautopsi

Jasad korban telah dibawa ke rumah sakit untuk diautopsi. Dokter forensik akan memeriksa luka-luka pada tubuh korban guna memastikan jenis senjata atau benda yang diduga dipakai pelaku saat beraksi.

"Hasil autopsi akan menjadi dasar bagi penyidik untuk menyimpulkan penyebab kematian. Kami mohon waktu untuk bekerja secara menyeluruh," kata pejabat kepolisian itu.

Penyelidikan Masih Berlangsung

Kepolisian menyatakan penyelidikan masih berlangsung dan belum ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka. Penyidik mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait peristiwa ini untuk melapor kepada petugas.

"Kami mengimbau warga yang mengetahui atau melihat kejadian mencurigakan di sekitar lokasi untuk segera melapor. Informasi sekecil apa pun sangat membantu pengungkapan kasus ini," ujarnya.

Hingga berita ini disusun, garis polisi masih terpasang di konter Royal Phone. Warga sekitar diminta tidak memasuki area tersebut agar proses penyelidikan berjalan tanpa gangguan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
dimas-permana

Reporter Politik Muda. Fokus pada gerakan pemuda, politik digital, dan representasi generasi Z.

Comments (0)

User