Polisi Selidiki Tewasnya Wanita Terikat di Kos Pinang Ranti

JAKARTA — Aparat kepolisian tengah menyelidiki kasus kematian seorang wanita berinisial KDA, 19 tahun, yang jasadnya ditemukan dalam kondisi terikat di sebuah kamar kos di kawasan Pinang Ranti, Keca...

Oct 10, 2026 - 19:16
0 0
Polisi Selidiki Tewasnya Wanita Terikat di Kos Pinang Ranti

JAKARTA — Aparat kepolisian tengah menyelidiki kasus kematian seorang wanita berinisial KDA, 19 tahun, yang jasadnya ditemukan dalam kondisi terikat di sebuah kamar kos di kawasan Pinang Ranti, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur. Penemuan jasad tersebut dilaporkan pertama kali oleh penghuni kos pada Jumat, 10 Oktober 2026, dan langsung ditindaklanjuti oleh jajaran Polres Metro Jakarta Timur bersama tim identifikasi Polda Metro Jaya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, korban ditemukan dalam posisi terlentang dengan sejumlah ikatan pada bagian tubuh. Petugas yang tiba di lokasi langsung memasang garis polisi (police line) di depan pintu kamar kos untuk kepentingan olah tempat kejadian perkara (TKP). Hingga berita ini diturunkan, sejumlah personel masih bersiaga di lokasi guna menjaga sterilitas TKP dan mencegah masuknya pihak-pihak yang tidak berkepentingan.

Kronologi Penemuan Jasad Korban

Menurut keterangan sejumlah saksi di sekitar lokasi, korban diketahui merupakan penghuni kos tersebut dan terakhir terlihat pada Kamis malam, 9 Oktober 2026. Keesokan harinya, penghuni lain merasa curiga karena kamar korban tidak kunjung terbuka meskipun sudah memasuki siang hari. Setelah dilakukan pengecekan bersama pengelola kos, pintu kamar dibuka dan jasad korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.

"Kami langsung melaporkan temuan ini ke polisi begitu melihat kondisi korban. Warga sekitar juga diminta menjauh dari lokasi untuk kepentingan penyelidikan," ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya kepada awak media di lokasi.

Tim Inafis Polda Metro Jaya terlihat melakukan identifikasi dan dokumentasi terhadap sejumlah barang bukti di dalam kamar, termasuk tali atau kain yang diduga digunakan untuk mengikat korban. Sejumlah barang pribadi milik korban turut diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut di laboratorium forensik.

Dugaan Keterlibatan Dua Pria

Kepolisian menyatakan hingga saat ini masih mendalami dugaan keterlibatan dua orang pria yang diduga berada di lokasi sebelum peristiwa terjadi. Informasi awal yang berkembang menyebut kedua pria tersebut sempat terlihat berada di sekitar kos pada malam sebelum jasad korban ditemukan. Namun, aparat menegaskan bahwa keterangan itu masih berupa informasi awal yang memerlukan pendalaman melalui pemeriksaan saksi dan analisis rekaman kamera pengawas (CCTV).

"Kami masih melakukan penyelidikan intensif. Setiap informasi yang masuk akan kami verifikasi terlebih dahulu sebelum disimpulkan sebagai fakta hukum," demikian pernyataan aparat di lokasi saat dikonfirmasi mengenai dugaan adanya dua pelaku.

Sejumlah saksi yang terdiri dari penghuni kos, pengelola, dan warga sekitar telah dimintai keterangan oleh penyidik. Polisi juga memeriksa rekaman CCTV yang terpasang di beberapa titik di lingkungan kos untuk mengetahui siapa saja yang keluar-masuk lokasi dalam kurun waktu sebelum dan sesudah kejadian.

Olah TKP dan Antisipasi Keamanan Lingkungan

Proses olah TKP berlangsung selama beberapa jam sejak Jumat siang hingga sore hari. Setelah seluruh proses identifikasi selesai, jasad korban dievakuasi ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk menjalani otopsi guna mengetahui penyebab pasti kematian. Hasil otopsi tersebut diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai penyebab kematian serta mengungkap ada tidaknya tanda-tanda kekerasan lain pada tubuh korban.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya penghuni kos dan warga di sekitar Pinang Ranti, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap lingkungan masing-masing. Aparat juga meminta warga segera melaporkan kepada pihak berwajib apabila mengetahui atau mencurigai adanya orang asing yang masuk ke lingkungan permukiman tanpa keperluan yang jelas.

"Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bekerja sama menjaga keamanan lingkungan. Informasi sekecil apa pun dari warga sangat berarti bagi proses penyelidikan," ujar aparat di lokasi.

Sampai dengan berita ini disusun, pihak kepolisian belum menetapkan status tersangka terhadap siapa pun. Penyidik masih memprioritaskan pengumpulan alat bukti, pemeriksaan saksi, serta hasil uji forensik sebelum mengambil langkah hukum berikutnya. Perkembangan kasus ini akan diinformasikan secara bertahap sesuai hasil penyelidikan yang sahih.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
rizky-amelia

Reporter Senior. Meliput dinamika politik nasional, kebijakan publik, dan isu parlemen selama 8 tahun. Alumni FISIP UI.

Comments (0)

User