Polisi Ambil Sampel DNA Tiga Ruangan Terkait Temuan 995 Senjata

JAKARTA — Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan mengambil sampel asam deoksiribonukleat (DNA) dari tiga ruangan di lingkungan sebuah yayasan pendidikan di kawasan Pondok Pinang, Jakarta Selatan, Se...

Polisi Ambil Sampel DNA Tiga Ruangan Terkait Temuan 995 Senjata

JAKARTA — Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan mengambil sampel asam deoksiribonukleat (DNA) dari tiga ruangan di lingkungan sebuah yayasan pendidikan di kawasan Pondok Pinang, Jakarta Selatan, Senin (10/8/2026). Langkah tersebut merupakan bagian dari olah tempat kejadian perkara lanjutan atas penemuan 995 pucuk senjata, narkotika, serta kepingan VCD berisi konten pornografi yang sebelumnya ditemukan di lokasi yang sama.

Pelaksana Tugas Kepala Unit Kriminal Umum Polres Metro Jakarta Selatan, Ipda Alpino De Tech, menyatakan proses pengambilan sampel dilaksanakan bersama tim Pusat Laboratorium Forensik Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia. Menurutnya, seluruh ruangan yang menjadi fokus pemeriksaan telah rampung diambil sampelnya oleh petugas.

"DNA dari tiga ruangan sudah diambil sampelnya semua," ujar Alpino ketika ditemui awak media di lokasi pemeriksaan.

Tiga Ruangan Menjadi Fokus Pemeriksaan

Alpino menjelaskan, ketiga ruangan yang diperiksa meliputi ruangan mantan ketua pengurus yayasan, ruangan sekretaris, serta ruangan sarana dan prasarana yayasan. Ketiga area tersebut dinilai memiliki keterkaitan dengan aktivitas penyimpanan maupun pengelolaan barang-barang yang sebelumnya disita aparat kepolisian.

Dalam olah tempat kejadian perkara lanjutan itu, tim gabungan menyisir setiap sudut ruangan guna memastikan tidak ada barang bukti yang terlewat. Pemeriksaan dilakukan secara terukur dengan mengedepankan prosedur ilmiah kepolisian, termasuk dokumentasi serta penandaan terhadap setiap temuan di lapangan.

Sampel DNA untuk Mengidentifikasi Pihak di Lokasi

Pengambilan sampel DNA, menurut Alpino, ditujukan untuk mengidentifikasi siapa saja yang pernah masuk atau melakukan aktivitas di dalam ketiga ruangan tersebut. Jejak biologis yang tertinggal di lokasi akan dianalisis lebih lanjut oleh laboratorium forensik kepolisian.

"Tujuannya untuk mengecek siapa saja yang masuk atau yang pernah kontaminasi di dalam tiga ruangan tersebut," terang dia.

Hasil analisis DNA nantinya akan menjadi bahan pendalaman bagi penyidik dalam menentukan pihak-pihak yang diduga terlibat dalam kepemilikan, penyimpanan, maupun peredaran ratusan senjata tersebut. Kepolisian menegaskan seluruh proses penyidikan dilakukan berdasarkan prosedur hukum yang berlaku.

30 Item Barang Bukti Baru Ditemukan

Selain pengambilan sampel DNA, pemeriksaan lanjutan juga menghasilkan temuan baru. Tim Pusat Laboratorium Forensik mencatat adanya 30 item barang yang berkaitan dengan senjata di ketiga ruangan tersebut, mencakup senjata angin, amunisi, hingga komponen atau suku cadang senjata.

"Totalnya ada 30 item yang telah ditemukan Puslabfor yang berkaitan dengan senjata, senjata angin, amunisi dan spare part-nya," papar Alpino.

Seluruh barang bukti tambahan itu diamankan untuk kepentingan penyidikan. Kepolisian menyatakan setiap temuan akan diteliti satu per satu guna menelusuri asal-usul serta keterkaitannya dengan temuan utama sebelumnya.

Kronologi Penemuan 995 Senjata

Kasus ini bermula dari penemuan 995 senjata api beserta amunisi di ruangan kepala yayasan sebuah sekolah di Jakarta Selatan pada Jumat (10/7/2026). Dalam penggeledahan awal tersebut, aparat juga menemukan narkotika dan kepingan VCD berisi konten pornografi.

Skala temuan tersebut mendorong kepolisian melakukan pendalaman menyeluruh, termasuk melibatkan laboratorium forensik untuk memetakan pihak-pihak yang beraktivitas di lokasi. Olah tempat kejadian perkara lanjutan pada Senin ini merupakan tindak lanjut dari rangkaian penyidikan yang telah berjalan sejak temuan awal.

Hingga berita ini disusun, Polres Metro Jakarta Selatan belum menyampaikan keterangan resmi mengenai status hukum para pihak yang terkait dengan yayasan tersebut. Kepolisian menyatakan akan menyampaikan perkembangan penyidikan kepada publik setelah seluruh proses pemeriksaan laboratorium rampung.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
tania-sari

Reporter Hukum. Meliput Mahkamah Konstitusi, judicial review, dan dinamika legislasi.

Comments (0)

User