PKB XLVIII Berakhir, Gubernur Koster Catat Rekor 1,8 Juta Pengunjung
Denpasar – Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 resmi ditutup oleh Gubernur Bali Wayan Koster di Taman Budaya Art Centre, Denpasar, Sabtu malam. Penutupan festival seni budaya tahunan paling ...
Denpasar – Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 resmi ditutup oleh Gubernur Bali Wayan Koster di Taman Budaya Art Centre, Denpasar, Sabtu malam. Penutupan festival seni budaya tahunan paling bergengsi di Pulau Dewata ini mencatatkan rekor baru jumlah pengunjung sebanyak 1,8 juta orang selama satu bulan penyelenggaraan.
Berdasarkan data yang dihimpun panitia, angka kunjungan tersebut merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah penyelenggaraan PKB. Kenaikan signifikan terlihat pada jumlah wisatawan mancanegara, penonton pertunjukan daring, serta partisipasi seniman dari seluruh kabupaten/kota di Bali.
Rekor Kunjungan dan Transaksi Ekonomi
Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, I Gede Arya Sugiartha, menyatakan bahwa jumlah pengunjung 1,8 juta orang tersebut berasal dari akumulasi penonton langsung di 264 mata acara, pameran seni rupa, bazar kuliner, serta seminar kebudayaan. “Selain pengunjung fisik, platform digital PKB juga diakses oleh 4,3 juta warganet, menunjukkan jangkauan festival yang melampaui batas geografis Bali,” ujarnya.
Pantauan di lapangan memperlihatkan lonjakan okupansi hotel di kawasan Denpasar dan sekitarnya mencapai 94 persen selama pekan terakhir festival. Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di bazar mencatat total transaksi senilai Rp 87 miliar, naik 23 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini mencerminkan kontribusi PKB terhadap perekonomian masyarakat secara langsung.
Penutupan Penuh Simbol Budaya
Gubernur Wayan Koster secara resmi menutup festival dengan memukul kulkul—kentongan tradisional Bali—sebanyak tiga kali, didampingi jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah dan perwakilan UNESCO. Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan bahwa PKB tidak sekadar menjadi ruang hiburan, melainkan laboratorium pelestarian warisan leluhur. “PKB adalah bukti bahwa Bali mampu menjaga akar budayanya di tengah arus globalisasi. Rekor 1,8 juta pengunjung menunjukkan apresiasi masyarakat terhadap kesenian kita,” tegasnya.
Hadir pula Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, yang memberikan penghargaan kepada maestro seni tari dan karawitan atas dedikasi sepanjang hayat. Pengakuan tersebut, menurut Koster, menjadi pijakan penting bagi regenerasi seniman muda.
PKB Sebagai Pilar Ekonomi Kreatif dan Diplomasi Budaya
Festival yang mengusung tema “Segara Kerthi: Samudera Cipta Prestasi” tahun ini menghadirkan 264 pertunjukan dari tujuh genre seni, termasuk wayang inovatif, teater kontemporer, dan pergelaran seni kolosal yang melibatkan 3.500 seniman. Sebanyak 47 delegasi asing dari 19 negara turut ambil bagian dalam program residensi dan kolaborasi, menjadikan PKB sebagai alat diplomasi budaya yang efektif.
Ekonom Universitas Udayana, Prof. Dr. I Made Sukarsa, dalam wawancara terpisah, menilai PKB memiliki dampak berganda (multiplier effect) yang tinggi. “Dengan pengunjung 1,8 juta, perputaran uang yang terjadi mulai dari akomodasi, transportasi, hingga kuliner, mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara signifikan. Ini momentum memperkuat citra Bali sebagai destinasi wisata budaya kelas dunia,” katanya.
Komitmen Keberlanjutan
Dalam konferensi pers sebelum penutupan, Gubernur Koster dan panitia mengumumkan rencana penggelaran PKB ke-49 pada 2027 yang akan menyasar kalangan generasi muda secara lebih masif. Rencana tersebut meliputi peningkatan kompetisi seni antarsekolah, penghargaan inovasi digital di bidang kebudayaan, serta penyediaan ruang ekspresi bagi penyandang disabilitas. “Kami ingin PKB tidak hanya memecahkan rekor kunjungan, tetapi juga menjadi teladan inklusivitas dan regenerasi,” ujar Koster.
Acara diakhiri dengan pementasan kolosal Sendratari “Pralambang Bhakti” yang menampilkan 500 penari dari Sanggar Seni Maha Widya, dikolaborasikan dengan orkestra gamelan selonding kuno. Ribuan penonton yang memadati area Art Centre berdiri memberikan tepuk tangan panjang, menandai akhir dari festival seni terbesar di Pulau Dewata itu.
Dengan pencapaian 1,8 juta pengunjung, PKB 2026 bukan hanya mencatat rekor baru, tetapi juga menegaskan posisinya sebagai garda terdepan pelestarian dan promosi kekayaan budaya Bali di mata nasional maupun internasional.
Comments (0)