JAKARTA — Aksi kemanusiaan tanggap darurat ditunjukkan oleh armada kapal tanker milik PT Pertamina Patra Niaga, yakni MT Mauhau. Kapal pengangkut energi tersebut berhasil mengevakuasi sebanyak 16 awak kapal dari Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 yang dilaporkan mengalami insiden kedaruratan di perairan terbuka, sekaligus aktif membantu upaya pencarian korban lainnya yang belum ditemukan.
Aksi penyelamatan ini merupakan bentuk implementasi standar keselamatan pelayaran internasional (Safety of Life at Sea/SOLAS) serta kesiapsiagaan kru Pertamina Patra Niaga dalam merespons panggilan darurat di jalur pelayaran maritim nasional.
Kronologi Deteksi dan Operasi Evakuasi Cepat
Operasi penyelamatan berlangsung secara dramatis ketika MT Mauhau tengah melintas di jalur pelayaran operasionalnya. Melalui pemantauan radar dan visual yang intensif, awak kapal mendeteksi adanya sinyal bahaya dan visual korban yang membutuhkan pertolongan segera di laut lepas.
- Penerimaan Sinyal Darurat: Kru jaga MT Mauhau menangkap kontak visual dan panggilan bahaya dari awak kapal KM Virgo Transport 8 yang terapung di perairan.
- Manuver Kedaruratan: Nahkoda MT Mauhau segera menginstruksikan perubahan haluan, memperlambat kecepatan, serta menyiapkan peralatan search and rescue (SAR) di atas geladak kapal.
- Proses Evakuasi: Dengan mengerahkan sekoci penyelamat dan jaring evakuasi, sebanyak 16 orang korban berhasil diangkat ke atas kapal tanker dengan selamat dalam waktu singkat.
- Pemeriksaan Medis Awal: Seluruh korban yang dievakuasi langsung mendapatkan penanganan medis darurat, pengecekan tanda vital, serta asupan logistik dan pakaian kering dari kru kapal.
"Kesiapsiagaan awak kapal MT Mauhau dalam memberikan pertolongan darurat merupakan wujud komitmen operasional maritim kami. Prioritas utama kami adalah keselamatan nyawa manusia di laut lepas sebelum melanjutkan proses serah terima kepada otoritas SAR setempat," terang perwakilan manajemen operasional maritim.
Koordinasi Terpadu Bersama Basarnas dan Tim Gabungan
Pasca-keberhasilan evakuasi 16 korban selamat, nahkoda MT Mauhau langsung membangun koordinasi intensif dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), serta instansi Polairud setempat. Langkah ini dilakukan untuk memetakan koordinat titik hanyut korban dan memperluas perimeter penyisiran laut.
Beberapa poin penting terkait penanganan insiden ini meliputi:
- Bantuan Penyisiran Lanjutan: MT Mauhau tetap bersiaga di sekitar lokasi kejadian untuk menyisir area sekitar guna memastikan tidak ada korban lain yang tertinggal.
- Kondisi Korban Selamat: Ke-16 awak kapal dilaporkan dalam kondisi fisik yang stabil meskipun beberapa di antaranya mengalami kelelahan akibat terapung di laut.
- Proses Evakuasi Lanjutan: Tim berkoordinasi untuk memindahkan para korban ke kapal patroli SAR guna dibawa menuju pelabuhan terdekat untuk perawatan medis komprehensif.
Langkah sigap kru MT Mauhau membuktikan bahwa kapal niaga memiliki peran vital sebagai garda terdepan bantuan kemanusiaan maritim di wilayah perairan Indonesia. Hingga saat ini, Pertamina Patra Niaga terus mendukung koordinasi pencarian lanjutan bersama otoritas terkait demi memastikan seluruh manifes awak KM Virgo Transport 8 tertangani dengan tuntas.
Comments (0)