Sep 16, 2026
Nasional

NEW DELHI — Prabowo Dorong Kemandirian Ekonomi BRICS di KTT 2026

Suasana megah megakompleks Bharat Mandapam di New Delhi, India, menjadi panggung diplomasi kelas dunia saat para pemimpin negara anggota BRICS berkumpul da

NEW DELHI — Prabowo Dorong Kemandirian Ekonomi BRICS di KTT 2026

Suasana megah megakompleks Bharat Mandapam di New Delhi, India, menjadi panggung diplomasi kelas dunia saat para pemimpin negara anggota BRICS berkumpul dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) 2026. Di tengah ketidakpastian geopolitik dan fragmentasi ekonomi global, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, tampil memberikan pidato krusial pada sesi terbatas yang mengusung tema "Inclusive Global Governance and Strengthening Multilateralism". Langkah ini menegaskan komitmen Indonesia dalam mengawal reformasi tatanan dunia yang lebih adil dan responsif terhadap kebutuhan negara-negara berkembang.

Dalam ruangan diplomasi yang hangat namun sarat tekanan politik internasional tersebut, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya kemandirian ekonomi serta ketahanan kolektif bagi negara anggota BRICS dan Global South. Indonesia memandang bahwa skema kerja sama multilateral saat ini membutuhkan penyegaran fundamental agar tidak lagi mendiskriminasi negara-negara yang sedang tumbuh.

Reformasi Tata Kelola Global dan Suara Multilateralisme

Presiden Prabowo menyampaikan pandangannya secara lugas di hadapan para kepala negara dan pemerintahan yang hadir. Menurutnya, tatanan dunia modern tidak boleh lagi disetir oleh segelintir kekuatan hegemonik semata. Multilateralisme harus dikembalikan pada marwah utamanya, yakni kesetaraan hak, keadilan ekonomi, dan rasa saling menghormati antabangsa.

"Kemandirian nasional dan ketahanan bersama bukanlah opsi, melainkan kebutuhan mendesak. BRICS harus menjadi garda terdepan dalam membangun tata kelola global yang inklusif, di mana suara negara-negara berkembang tidak hanya didengar, tetapi juga menentukan arah kebijakan dunia," tegas Presiden Prabowo di forum tersebut.

Penekanan tersebut mencerminkan analisis para diplomat senior yang menilai bahwa Indonesia kini menempatkan dirinya sebagai jembatan strategis antara kekuatan ekonomi baru dan tatanan global konvensional.

Fokus Strategis Ketahanan Pangan dan Energi

Salah satu poin utama yang disuarakan Indonesia dalam KTT BRICS 2026 adalah penguatan rantai pasok pangan dan energi. Presiden Prabowo mengingatkan bahwa krisis global yang terjadi belakangan ini selalu menempatkan rakyat kecil sebagai korban paling terdampak. Oleh karena itu, konsolidasi kekuatan internal BRICS menjadi kunci untuk menolak ketergantungan berlebihan pada satu kelompok negara tertentu.

Pilar Strategis Fokus Utama Indonesia Target Capaian Kolaboratif
Ketahanan Pangan Rantai pasok mandiri & teknologi pertanian Kemandirian pangan kolektif anggota BRICS
Transisi Energi Investasi energi hijau & hilirisasi Pengurangan emisi & kedaulatan energi nasional
Reformasi Finansial Dedolarisasi & transaksi mata uang lokal Stabilitas ekonomi dan moneter negara berkembang

Berdasarkan data analisis ekonomi kawasan, total kekuatan ekonomi gabungan anggota BRICS kini mencakup lebih dari 37 persen PDB dunia serta mewakili lebih dari 41 persen populasi global. Angka signifikan ini membuktikan bahwa potensi kolaborasi internal sangat besar untuk menciptakan arsitektur finansial dan perdagangan alternatif yang ramah bagi negara berkembang.

Mendorong Kemandirian Berkelanjutan untuk Global South

Di akhir keterangannya, Presiden Prabowo mengajak seluruh anggota BRICS untuk tidak terjebak dalam retorika semata, melainkan mengimplementasikan aksi nyata yang terukur. Kehadiran Indonesia di KTT Bharat Mandapam New Delhi ini dipandang oleh para pakar hubungan internasional sebagai langkah berani untuk mempertegas doktrin politik luar negeri bebas aktif di era modern.

Pandangan para ahli menunjukkan bahwa keberhasilan BRICS dalam memperkuat ketahanan internal akan menjadi tolok ukur baru bagi stabilitas ekonomi dunia di masa depan. Dengan semangat kesetaraan dan kolaborasi yang solid, Indonesia optimis forum ini mampu menghasilkan terobosan konkret demi tercapainya kedaulatan ekonomi nasional dan global secara berkelanjutan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS hendra-wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Comments (0)

User