Peradi Profesional Raih Penghargaan, Harris Arthur Genjot Pendidikan Advokat
JAKARTA — Organisasi advokat Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Profesional meraih penghargaan dalam ajang detiktimur Awards atas kontribusi nyata dalam memajukan pendidikan profesi advokat di T...
JAKARTA — Organisasi advokat Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Profesional meraih penghargaan dalam ajang detiktimur Awards atas kontribusi nyata dalam memajukan pendidikan profesi advokat di Tanah Air. Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Ketua Umum Peradi Profesional, Harris Arthur, menyusul langkah organisasi yang dipimpinnya memperkuat pendidikan hukum melalui kerja sama strategis dengan sejumlah perguruan tinggi.
Penghargaan ini menjadi pengakuan publik terhadap komitmen Peradi Profesional dalam meningkatkan kualitas sumber daya advokat sejak organisasi tersebut dideklarasikan. Harris Arthur menyatakan bahwa penghargaan ini bukan sekadar simbol, melainkan motivasi bagi seluruh jajaran pengurus untuk terus menindaklanjuti program pendidikan yang telah dirancang secara sistematis.
"Penghargaan ini kami dedikasikan kepada seluruh anggota Peradi Profesional yang telah bekerja keras membangun fondasi pendidikan advokat yang kuat. Ini menjadi cambuk bagi kami untuk terus bergerak maju," ujar Harris Arthur.
Apresiasi atas Kemajuan Pendidikan Advokat
detiktimur Awards memberikan penghargaan kepada Peradi Profesional berdasarkan penilaian terhadap terobosan organisasi dalam memajukan pendidikan advokat. Organisasi yang tergolong baru ini dinilai mampu menunjukkan progres signifikan dalam waktu relatif singkat, khususnya dalam merumuskan kurikulum pendidikan yang relevan dengan kebutuhan praktik hukum kontemporer.
Harris Arthur menegaskan bahwa pendidikan merupakan pilar utama dalam membangun profesi advokat yang bermartabat. Menurutnya, seorang advokat tidak cukup hanya menguasai teori hukum, tetapi juga harus dibekali keterampilan praktis, pemahaman etika profesi, dan integritas yang tinggi dalam menjalankan tugas pembelaan terhadap klien.
"Advokat adalah profesi terhormat. Karena itu, pendidikannya tidak boleh dilakukan secara serampangan. Kami ingin mencetak advokat yang tidak hanya pintar, tetapi juga berintegritas dan menjunjung tinggi kode etik profesi," tegasnya.
Organisasi Baru dengan Visi Besar
Sebagai organisasi advokat yang baru berdiri, Peradi Profesional langsung menancapkan fokus pada sektor pendidikan. Langkah ini diambil berdasarkan pemetaan terhadap kebutuhan mendesak di kalangan advokat muda yang memerlukan pembinaan berkelanjutan setelah menyelesaikan pendidikan tinggi hukum dan memasuki dunia praktik.
Harris Arthur menyatakan, kehadiran Peradi Profesional diharapkan dapat melengkapi ekosistem organisasi advokat yang sudah ada dengan membawa pendekatan baru dalam pembinaan anggota. Organisasi ini membuka diri bagi para advokat yang ingin terus mengembangkan kompetensi diri melalui program pendidikan yang terstruktur dan berkesinambungan.
"Kami hadir bukan untuk menjadi saingan, melainkan untuk memberikan nilai tambah bagi profesi advokat Indonesia. Fokus kami jelas, yakni pendidikan dan profesionalisme," katanya.
Perkuat Kerja Sama dengan Perguruan Tinggi
Salah satu strategi utama yang dijalankan Peradi Profesional adalah menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi. Kolaborasi ini mencakup penyusunan materi pendidikan, pelatihan bersama, serta program pengembangan kapasitas bagi calon advokat maupun advokat yang telah berpraktik di berbagai bidang hukum.
Menurut Harris Arthur, kerja sama dengan dunia akademisi menjadi kunci untuk memastikan pendidikan advokat berjalan dengan standar yang terukur. Perguruan tinggi memiliki kekuatan dalam aspek keilmuan dan riset, sementara organisasi advokat memiliki pengalaman praktik di lapangan yang dapat dibagikan kepada para peserta pendidikan.
"Sinergi antara kampus dan organisasi profesi akan melahirkan advokat yang siap menghadapi tantangan dunia hukum yang semakin kompleks, baik di tingkat nasional maupun internasional," ungkapnya.
Komitmen Berkelanjutan
Ke depan, Peradi Profesional berkomitmen memperluas jangkauan program pendidikannya ke berbagai daerah. Harris Arthur menegaskan bahwa kualitas advokat tidak boleh hanya terpusat di kota-kota besar, melainkan harus merata hingga ke pelosok daerah sehingga akses keadilan bagi masyarakat dapat terwujud secara nyata.
Organisasi ini juga berencana menindaklanjuti penghargaan yang diterima dengan memperbanyak program pelatihan, seminar, dan lokakarya bagi para anggota. Seluruh kegiatan tersebut dirancang untuk memastikan setiap advokat yang tergabung dalam Peradi Profesional memiliki kompetensi yang mumpuni dalam menjalankan profesinya.
"Keadilan harus bisa diakses oleh seluruh rakyat Indonesia. Karena itu, advokat berkualitas juga harus hadir di seluruh penjuru negeri. Ini komitmen kami yang tidak akan surut," pungkasnya.
Comments (0)