Penjelasan Pemprov soal Kontingen Paduan Suara Gereja Kepri Nyanyi di Soetta
Video yang memperlihatkan kontingen Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) asal Kepulauan Riau (Kepri) gagal berangkat ke Manokwari, Papua Barat, dan menyanyikan lagu rohani di Bandara Soekarno-Hatt
Video yang memperlihatkan kontingen Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) asal Kepulauan Riau (Kepri) gagal berangkat ke Manokwari, Papua Barat, dan menyanyikan lagu rohani di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) menjadi viral di media sosial. Momen haru itu memicu pertanyaan publik tentang alasan di balik kegagalan keberangkatan yang dialami puluhan peserta tersebut.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri pun angkat bicara melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Hendri Kurniadi. Hendri menegaskan bahwa pihaknya sebenarnya telah mengucurkan dana hibah untuk mendukung keikutsertaan kontingen di ajang tingkat nasional itu.
"Sepanjang yang saya tahu, informasi dari Biro Kesejahteraan Rakyat dan Pak Gubernur, ada bantuan sekitar Rp1,4 miliar yang diberikan kepada organisasi penyelenggara Pesparawi," ujar Hendri Kurniadi, Senin (29/6/2026).
Dana tersebut, menurut Hendri, disalurkan melalui Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Provinsi Kepri. Alokasi ini dimaksudkan agar kontingen dapat bertolak, berkompetisi, dan mengharumkan nama daerah di ajang Pesparawi. Namun, Hendri mengaku belum mendapatkan rincian penyebab kontingen itu justru tidak bisa terbang hingga akhirnya melantunkan pujian di terminal keberangkatan.
Pesparawi sendiri merupakan festival paduan suara gerejawi yang digelar oleh Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparawi (LPP) dan diikuti oleh perwakilan hampir seluruh provinsi. Tahun ini, Manokwari dipilih menjadi tuan rumah penyelenggaraan. Kontingen Kepri sedianya berangkat menggunakan penerbangan komersial, tetapi tertahan di Bandara Soetta karena persoalan yang belum terang.
Video amatir yang beredar di berbagai platform menunjukkan puluhan anggota kontingen mengenakan kemeja dan bawahan senada, menyanyi dengan harmonis di tengah keramaian terminal. Sejumlah petugas bandara tampak berjaga di sekitar lokasi. Netizen yang menyaksikan unggahan itu banyak menuliskan simpati, sekaligus mempertanyakan tanggung jawab pihak penyelenggara terhadap para peserta yang sudah bersiap sejak jauh hari.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari organisasi penyelenggara Pesparawi ihwal penggunaan dana hibah maupun kronologi gagalnya keberangkatan. Publik pun masih menunggu klarifikasi agar duduk perkara semakin jelas.
Comments (0)