Penembakan Massal di Sekolah Nonthaburi Thailand Tewaskan Tujuh Orang

NONTHABURI — Penembakan massal terjadi di Sekolah Debsirin Nonthaburi, Provinsi Nonthaburi, Thailand, pada Jumat (7/8). Insiden berdarah itu menewaskan tujuh orang, meliputi guru, siswa, serta pelak...

Penembakan Massal di Sekolah Nonthaburi Thailand Tewaskan Tujuh Orang

NONTHABURI — Penembakan massal terjadi di Sekolah Debsirin Nonthaburi, Provinsi Nonthaburi, Thailand, pada Jumat (7/8). Insiden berdarah itu menewaskan tujuh orang, meliputi guru, siswa, serta pelaku yang mengakhiri hidupnya sendiri setelah melancarkan aksi penembakan di lingkungan sekolah.

Kepolisian setempat menyatakan pelaku telah teridentifikasi sebagai seorang pelajar dari sekolah menengah tersebut. Sebelum beraksi di sekolah, remaja itu diketahui terlebih dahulu menembak mati kakeknya di kediaman mereka, kemudian berangkat menuju sekolah untuk melanjutkan rentetan kekerasan yang berujung pada jatuhnya korban jiwa dari kalangan pendidik dan peserta didik.

Peristiwa yang terjadi pada hari aktif sekolah itu sontak menghentikan seluruh kegiatan belajar mengajar. Sejumlah siswa dan guru dievakuasi ke area aman sementara aparat melakukan penyisiran di dalam kawasan sekolah.

Kronologi Peristiwa Berdarah

Berdasarkan keterangan aparat keamanan, rangkaian peristiwa bermula di kediaman pelaku. Di lokasi itu, sang kakek ditembak hingga tewas. Selanjutnya, pelaku bergerak menuju Sekolah Debsirin Nonthaburi dan melepaskan tembakan secara membabi buta di kawasan sekolah. Aksi brutal tersebut mengubah lingkungan belajar menjadi tempat kejadian perkara yang mencekam.

Aksi tersebut menimbulkan kepanikan di kalangan warga sekolah. Sejumlah guru dan siswa menjadi korban tembakan sebelum pelaku akhirnya mengakhiri hidupnya sendiri. Total korban tewas dalam peristiwa ini tercatat sebanyak tujuh jiwa, termasuk pelaku.

Aparat kepolisian yang tiba di lokasi langsung melakukan pengamanan kawasan sekolah serta mensterilkan area dari warga. Proses evakuasi jenazah para korban dilakukan dengan menggunakan armada ambulans yang disiagakan berjajar di sekitar lokasi kejadian sepanjang Jumat.

Isak Tangis Keluarga Korban

Suasana duka menyelimuti area sekitar Sekolah Debsirin Nonthaburi. Para anggota keluarga korban berdatangan ke lokasi begitu informasi mengenai penembakan itu tersiar luas. Isak tangis histeris pecah ketika jenazah para korban dievakuasi petugas dan dipindahkan ke dalam ambulans yang menunggu di depan gerbang sekolah.

Sejumlah anggota keluarga tampak tidak kuasa menahan kesedihan saat menyaksikan proses evakuasi tersebut. Beberapa di antara mereka harus ditenangkan oleh kerabat serta petugas yang berjaga di sekitar lokasi. Tangisan sesekali terdengar memilukan ketika kantong jenazah dibawa keluar dari area sekolah.

"Kami telah mengidentifikasi pelaku sebagai pelajar dari sekolah ini. Seluruh proses penanganan di lokasi kejadian saat ini sedang dilakukan secara menyeluruh," demikian keterangan pihak kepolisian setempat.

Pihak berwenang menegaskan bahwa penanganan terhadap para korban, baik yang meninggal dunia maupun yang memerlukan pertolongan medis, menjadi prioritas utama dalam operasi di lapangan.

Identitas Pelaku dan Korban

Kepolisian Provinsi Nonthaburi menyatakan pelaku merupakan siswa sekolah menengah tempat peristiwa itu terjadi. Hingga kini, aparat masih melakukan pendalaman lebih lanjut terhadap latar belakang pelaku serta kronologi lengkap peristiwa tersebut, termasuk asal-usul senjata api yang digunakan.

Adapun para korban tewas berasal dari kalangan guru dan siswa. Identitas lengkap para korban akan diumumkan setelah proses identifikasi serta pemberitahuan kepada pihak keluarga rampung dilakukan oleh otoritas berwenang.

Bayang-Bayang Tragedi Berulang di Thailand

Peristiwa ini menambah daftar tragedi penembakan massal yang pernah mengguncang Thailand. Pada Oktober 2022, serangan bersenjata di sebuah pusat penitipan anak di Provinsi Nong Bua Lamphu menewaskan lebih dari 30 orang, mayoritas anak-anak. Pelakunya merupakan mantan anggota kepolisian yang kemudian menewaskan keluarganya sebelum bunuh diri.

Dua tahun sebelumnya, pada Februari 2020, aksi penembakan brutal di Nakhon Ratchasima juga menewaskan 29 orang dan melukai puluhan lainnya. Pelaku yang berstatus anggota militer melepaskan tembakan di sejumlah titik, termasuk sebuah pusat perbelanjaan, sebelum akhirnya ditembak mati oleh aparat.

Thailand tercatat memiliki tingkat kepemilikan senjata api yang tergolong tinggi di kawasan Asia Tenggara. Berdasarkan data lembaga riset Small Arms Survey, jumlah senjata api sipil di negara itu diperkirakan lebih dari 10 juta pucuk, dan sebagian di antaranya tidak tercatat secara resmi. Sejumlah kalangan menilai rentetan peristiwa berdarah tersebut menjadi alarm bagi pemerintah setempat untuk mengevaluasi pengawasan peredaran senjata api serta memperkuat sistem keamanan di lingkungan pendidikan.

Hingga berita ini disusun, aparat keamanan Thailand masih bersiaga di sekitar lokasi kejadian. Pemerintah Provinsi Nonthaburi menyatakan akan menindaklanjuti peristiwa ini dengan langkah penanganan menyeluruh, termasuk pendampingan bagi keluarga korban serta pemulihan kondisi psikologis warga sekolah yang terdampak tragedi tersebut. Pihak sekolah belum memberikan keterangan resmi mengenai kapan aktivitas belajar mengajar akan kembali dilangsungkan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
putri-anggraini

Fact Checker Politik. Memverifikasi klaim publik, pidato pejabat, dan informasi viral. Anggota jaringan cek fakta Indonesia.

Comments (0)

User