Pencuri Ayam di Bali Tewas, Sempat Serahkan Uang Sekolah Rp2,7 Juta

Buleleng – Seorang pria berinisial KD (42), warga Desa Sidatapa, Kecamatan Buleleng, Bali, ditemukan tewas pada Senin (27/7/2026) setelah dilaporkan tidak pulang ke rumahnya selama tiga hari. Kepoli...

Pencuri Ayam di Bali Tewas, Sempat Serahkan Uang Sekolah Rp2,7 Juta

Buleleng – Seorang pria berinisial KD (42), warga Desa Sidatapa, Kecamatan Buleleng, Bali, ditemukan tewas pada Senin (27/7/2026) setelah dilaporkan tidak pulang ke rumahnya selama tiga hari. Kepolisian Resor Buleleng mengonfirmasi penemuan jenazah tersebut dan tengah mendalami motif serta pelaku yang diduga terlibat.

Peristiwa ini menarik perhatian publik lantaran KD, yang kerap diduga mencuri ayam milik tetangga, ternyata sempat menyerahkan uang pembangunan gedung sekolah anaknya senilai Rp2,7 juta sebelum dinyatakan hilang. Tindakan itu menimbulkan tanda tanya besar terkait nasib nahas yang menimpanya.

Kronologi Hilang dan Penemuan

Berdasarkan keterangan keluarga, KD terakhir kali meninggalkan kediamannya di Banjar Dinas Dangin Pura pada Jumat (24/7) sekitar pukul 10.00 WITA. Ia berpamitan akan pergi ke Pasar Seririt untuk menjual hasil kebun. Sejak saat itu, telepon selulernya tidak aktif dan ia tak kunjung kembali.

Setelah dua malam tanpa kabar, istri KD, Ni Luh Putu W., melapor ke Kepala Dusun setempat. Warga kemudian melakukan pencarian di sejumlah titik. Jenazah KD akhirnya ditemukan oleh seorang petani di saluran irigasi subak, sekitar 2 kilometer dari pemukiman, dalam kondisi membusuk dan terdapat luka di bagian kepala.

Kapolsek Buleleng, AKP I Gusti Ngurah Rai, menyampaikan bahwa tim Inafis telah melakukan olah tempat kejadian perkara. "Kami sudah mengevakuasi jenazah ke RSUD Buleleng untuk autopsi. Dugaan sementara, korban meninggal karena tindak kekerasan, namun kita masih menunggu hasil forensik," jelasnya saat dihubungi, Senin petang.

Setor Uang Sekolah Sebelum Hilang

Fakta mengejutkan terungkap saat salah satu guru SD Negeri 1 Sidatapa mengonfirmasi bahwa KD mendatangi sekolah pada Jumat pagi, beberapa jam sebelum dinyatakan hilang. Ia menyerahkan uang tunai sebesar Rp2,7 juta untuk melunasi iuran pembangunan ruang kelas baru yang menjadi kewajiban orang tua murid.

"Dia datang sekitar pukul 08.00, menyerahkan amplop putih berisi uang pas. Katanya untuk biaya gedung sekolah anaknya yang kelas 3. Setelah itu dia langsung pergi. Tidak ada yang mencurigakan," ujar I Ketut Sudarsana, bendahara komite sekolah.

Anak KD yang masih bersekolah di SD tersebut kini tinggal bersama neneknya. Pihak sekolah menyatakan akan tetap memperlakukan siswa itu seperti biasa meskipun tengah dilanda musibah.

Diduga Pelaku Pencurian Ayam

Sejumlah warga Desa Sidatapa mengakui bahwa KD memang akrab dengan tuduhan pencurian ayam. Dalam dua bulan terakhir, beberapa warga kehilangan ternak ayam kampung dan mengarahkan kecurigaan kepadanya. Namun, belum ada laporan polisi resmi yang dibuat oleh warga.

"Kami tidak mau main hakim sendiri, tapi memang dia sering dicurigai. Pernah didamaikan di balai desa, dia berjanji tidak mengulangi," kata I Made Suardika, seorang pemuka adat di desa itu.

Polisi belum menetapkan apakah kematian KD berkaitan dengan aksinya sebagai pencuri ayam atau ada faktor lain. "Kami sedang memeriksa beberapa saksi, termasuk orang-orang yang pernah bersitegang dengan korban," imbuh AKP Rai.

Harapan Keluarga

Pihak keluarga meminta aparat mengusut tuntas kematian KD. "Suami saya memang punya kesalahan, tapi dia bukan penjahat. Dia masih peduli pendidikan anak. Kami ingin keadilan, siapa pun pelakunya harus dihukum," ucap Ni Luh Putu W. dengan suara bergetar.

Hasil autopsi dijadwalkan keluar dalam tiga hari ke depan. Sementara itu, jenazah KD masih disimpan di kamar pemulasaraan RSUD Buleleng menunggu keputusan keluarga apakah akan dilanjutkan dengan upacara adat atau langsung dimakamkan.

Kasus ini juga memicu diskusi di tingkat desa mengenai pentingnya penyelesaian konflik tanpa kekerasan. Kepala Desa Sidatapa, I Wayan Suardana, menyatakan akan menggelar rapat koordinasi dengan seluruh elemen masyarakat untuk mencegah kejadian serupa. "Kami ingin memastikan bahwa desa ini tetap aman, dan setiap persoalan diselesaikan secara hukum, bukan dengan cara main hakim," tegasnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User