Pemkot Jakarta Timur Manfaatkan HBKB untuk Edukasi Pemilahan Sampah

JAKARTA - Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur memanfaatkan gelaran Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di Jalan Pemuda sebagai sarana edukasi lingkungan kepada masyarakat. Dalam kegiatan yang ...

Pemkot Jakarta Timur Manfaatkan HBKB untuk Edukasi Pemilahan Sampah

JAKARTA - Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur memanfaatkan gelaran Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di Jalan Pemuda sebagai sarana edukasi lingkungan kepada masyarakat. Dalam kegiatan yang berlangsung pada Minggu pagi itu, warga yang melintas dan berolahraga diajak memahami pentingnya pemilahan sampah sejak dari sumbernya.

Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Timur, Budi Santoso, menyatakan bahwa stan edukasi yang didirikan di sepanjang Jalan Pemuda merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan kesadaran warga terhadap pengelolaan sampah. "Kami sengaja memilih HBKB karena momen ini mampu menjangkau ribuan warga dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Apaberita.

Berdasarkan data yang dihimpun di lokasi, stan edukasi tersebut menampilkan berbagai contoh pemilahan sampah organik dan anorganik, termasuk simulasi pengolahan sampah menjadi kompos. Petugas dari Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Timur juga memberikan panduan langsung kepada pengunjung mengenai cara memilah sampah rumah tangga yang benar sesuai dengan ketentuan Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Sampah.

Antusiasme Warga Terhadap Edukasi Lingkungan

Pantauan Apaberita di lokasi menunjukkan bahwa stan edukasi tersebut ramai dikunjungi warga sejak pukul 06.00 WIB. Sejumlah ibu rumah tangga terlihat antusias bertanya mengenai cara mengolah sampah dapur menjadi pupuk cair, sementara anak-anak sekolah dasar mengikuti permainan edukatif yang disediakan panitia.

Seorang warga Kelurahan Rawamangun, Siti Rahma, mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat membantu dirinya dalam memahami perbedaan sampah yang dapat didaur ulang dan sampah residu. "Selama ini saya hanya membuang sampah tanpa memilah. Setelah mengikuti edukasi ini, saya jadi tahu bahwa botol plastik dan kertas seharusnya dipisahkan dari sampah makanan," tuturnya kepada Apaberita di sela-sela kunjungannya.

Antusiasme serupa juga ditunjukkan oleh para pesepeda yang melintasi Jalan Pemuda. Beberapa di antara mereka berhenti sejenak untuk melihat demonstrasi pengolahan sampah organik yang dilakukan oleh petugas. Hal ini menandakan bahwa edukasi lingkungan yang dikemas secara interaktif mampu menarik perhatian masyarakat yang sedang beraktivitas.

Target Pengurangan Sampah ke TPA

Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Timur menegaskan bahwa kegiatan edukasi ini merupakan bagian dari upaya mencapai target pengurangan sampah sebesar 30 persen yang diamanatkan dalam Peraturan Gubernur Nomor 77 Tahun 2020. "Setiap warga yang memahami pemilahan sampah akan berkontribusi langsung pada pengurangan volume sampah yang dikirim ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bantargebang," jelasnya.

Budi Santoso menambahkan bahwa dalam enam bulan terakhir, volume sampah yang masuk ke TPA dari wilayah Jakarta Timur mengalami penurunan sebesar 8 persen. Angka ini, menurutnya, menunjukkan bahwa kesadaran warga mulai meningkat meskipun masih diperlukan sosialisasi yang lebih masif. "Kami menindaklanjuti hasil evaluasi dari kegiatan hari ini untuk menyusun program edukasi di 10 kecamatan yang ada di Jakarta Timur," ujarnya.

Selain stan pemilahan sampah, kegiatan HBKB di Jalan Pemuda juga dimeriahkan dengan pameran produk daur ulang yang dibuat oleh bank sampah binaan kelurahan. Produk-produk seperti tas belanja dari kemasan plastik dan tempat tisu dari kertas bekas dipajang sebagai contoh nyata bahwa sampah memiliki nilai ekonomi jika dikelola dengan baik.

Kolaborasi dengan Bank Sampah dan Komunitas

Dalam pelaksanaan kegiatan ini, Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Timur menggandeng 15 bank sampah unit dari berbagai kelurahan serta komunitas peduli lingkungan. Kolaborasi ini dinilai penting untuk memperkuat jaringan edukasi hingga ke tingkat Rukun Warga (RW).

Koordinator Bank Sampah Cakra Buana, Ahmad Fauzi, menyatakan bahwa pihaknya secara rutin melakukan sosialisasi pemilahan sampah kepada warga binaannya. "Kami berharap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan secara berkala, bukan hanya saat HBKB, agar warga semakin terbiasa memilah sampah," katanya.

Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur berencana menggelar kegiatan serupa pada HBKB berikutnya dengan materi yang lebih beragam, termasuk pengelolaan sampah elektronik dan limbah bahan berbahaya beracun (B3). Rencana ini akan dibahas dalam Rapat Koordinasi yang dijadwalkan berlangsung pekan depan bersama camat dan lurah se-Jakarta Timur.

Kegiatan edukasi lingkungan di HBKB Jalan Pemuda ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam menciptakan Jakarta yang bersih dan berkelanjutan. Dengan melibatkan warga secara langsung, diharapkan kesadaran terhadap pentingnya pengelolaan sampah tidak hanya menjadi slogan, tetapi menjadi kebiasaan sehari-hari yang membudaya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
hendra-wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Comments (0)

User