Pemkab Manggarai Dirikan Tenda Darurat RS Ruteng Tangani Korban Gempa
Tim medis Rumah Sakit Umum Daerah Ruteng bersama Satuan Tugas Penanganan Bencana Kabupaten Manggarai mendirikan tenda medis darurat di halaman depan RS Ruteng, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai, N...
Tim medis Rumah Sakit Umum Daerah Ruteng bersama Satuan Tugas Penanganan Bencana Kabupaten Manggarai mendirikan tenda medis darurat di halaman depan RS Ruteng, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu malam, 15 Agustus 2025. Penempatan fasilitas darurat tersebut dilakukan untuk menindaklanjuti lonjakan korban gempa bumi yang memerlukan perawatan intensif di tengah kondisi bangunan utama rumah sakit yang harus dievaluasi struktur keamanannya pascagempa. Sekurang-kurangnya 47 orang korban luka-luka telah ditampung dalam tenda darurat tersebut sejak pukul 20.30 Wita.
Penanganan Medis di Lokasi
Direktur RSUD Ruteng, dr. Benediktus Lalu, menyatakan bahwa pihaknya mengaktifkan protokol kedaruratan bencana berdasarkan UU Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. "Kami telah menempatkan tenaga medis gabungan sebanyak 18 personel yang bertugas dalam dua shift untuk memberikan pertolongan primer dan sekunder kepada korban," ujar dr. Benediktus saat meninjau lokasi tenda darurat pada pukul 21.15 Wita. Ia menegaskan bahwa seluruh pasien yang dirawat di tenda darurat mendapatkan akses obat-obatan esensial dan cairan infus yang cukup. Sebanyak 12 unit tempat tidur darurat telah dipasang di dalam dua tenda berukuran besar, sementara tiga unit ambulans disiagakan untuk merujuk pasien dengan trauma berat ke rumah sakit rujukan di Kupang.
Koordinasi Penanganan Bencana
Bupati Manggarai, yang juga menjabat sebagai Ketua Pelaksana Harian Penanggulangan Bencana Daerah, memimpin Rapat Koordinasi darurat di Aula Kantor Bupati Manggarai pada pukul 19.00 Wita, beberapa jam setelah gempa terjadi. Dalam rapat tersebut, ditetapkan keputusan untuk membuka posko kesehatan darurat di lima titik strategis, dengan RS Ruteng sebagai pusat rujukan utama. "Keputusan ini disahkan secara kolektif untuk memastikan distribusi logistik medis dan nonmedis berjalan terukur," ujar Bupati dalam keterangan resmi usai Rapat Koordinasi. Anggota DPRD Manggarai dari berbagai Fraksi turut hadir dalam sesi koordinasi tersebut. Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Manggarai, Agustinus Sanga, menegaskan bahwa pihak legislatif siap mengawasi alokasi dana tanggap darurat agar tepat sasaran. "Kami akan menggelar Pleno Fraksi pada Senin pagi untuk membahas rekomendasi pengalokasian anggaran penanganan pascabencana," tambahnya.
Dampak dan Evaluasi Infrastruktur
Gempa bumi yang mengguncang wilayah Manggarai pada Sabtu petang menyebabkan kerusakan parsial pada sejumlah infrastruktur vital, termasuk bangunan utama RS Ruteng. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Manggarai, Ir. Marianus Wae, menyatakan bahwa tim teknis telah melakukan survei cepat terhadap integritas struktur bangunan rumah sakit. "Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kami menemukan retak pada dinding bagian barat dan lorong menuju ruang rawat inap, sehingga penanganan pasien sementara waktu dialihkan ke area darurat di halaman," jelas Ir. Marianus. Ia menambahkan bahwa estimasi kerugian akibat kerusakan infrastruktur dasar di wilayah Ruteng mencapai Rp 3,2 miliar berdasarkan data lapangan per malam itu. Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Nusa Tenggara Timur, Tadeus Tini, menyatakan bahwa provinsi telah mengirimkan bantuan logistik berupa 150 paket perlengkapan higiene, 80 dus makanan siap santap, dan 200 matras. "Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung operasional tenda darurat di RS Ruteng dan posko-posko lainnya di Kabupaten Manggarai," ujar Tadeus. Hingga pukul 23.00 Wita, tim medis masih membuka layanan darurat 24 jam di halaman RS Ruteng sambil menunggu hasil evaluasi struktur bangunan utama dari tim ahli konstruksi yang ditetapkan dalam keputusan rapat koordinasi sore hari.
Comments (0)