SURABAYA, APABERITA.COM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro berhasil membukukan prestasi gemilang di tingkat provinsi dengan meraih peringkat kedua dalam penganugerahan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek) Award Jawa Timur 2026 untuk kategori Pemerintah Kabupaten/Kota. Penghargaan berprestise ini diserahkan sebagai wujud apresiasi atas komitmen tinggi Pemkab Bojonegoro dalam memperluas cakupan perlindungan jaminan sosial bagi para pekerja.
Penilaian yang mendasari penghargaan tahun 2026 ini dilakukan berdasarkan rekam jejak dan kinerja sepanjang periode tahun 2025. Pemerintah Provinsi Jawa Timur menilai Pemkab Bojonegoro secara konsisten menerbitkan berbagai kebijakan pendukung serta mengalokasikan anggaran daerah demi memberikan jaminan perlindungan kerja, khususnya bagi kelompok pekerja rentan.
Prosesi Penyerahan Penghargaan dan Daftar Pemenang
Penyerahan tropi dan piagam penghargaan berlangsung dalam sebuah seremoni yang digelar di Ballroom Vasa Hotel, Surabaya. Penyerahan dilakukan secara langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, yang mewakili Pemerintah Provinsi Jawa Timur kepada Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono.
Dalam ajang tersebut, Bupati Setyo Wahono hadir didampingi oleh jajaran pejabat daerah, di antaranya Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Bojonegoro Denny Herliyantono serta perwakilan dari Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Bojonegoro. Kehadiran para pejabat ini menegaskan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan penyelenggara jaminan sosial.
Berdasarkan hasil evaluasi menyeluruh yang dilakukan oleh tim penilai Pemerintah Provinsi Jawa Timur, berikut adalah daftar pemenang Jamsostek Award Jawa Timur 2026 kategori Kabupaten/Kota:
- Peringkat Pertama: Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, yang dinilai sukses mempertahankan kepesertaan tertinggi dan merancang inovasi perlindungan pekerja rentan secara masif.
- Peringkat Kedua: Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, yang mencatatkan lonjakan signifikan dalam cakupan perlindungan pekerja sektor formal maupun informal.
- Peringkat Ketiga: Pemerintah Kabupaten Mojokerto, yang menunjukkan konsistensi dalam perluasan jaminan sosial bagi aparatur desa dan pekerja rentan.
Komitmen Bojonegoro Menuju Universal Coverage
Keberhasilan Pemkab Bojonegoro menduduki peringkat kedua tidak lepas dari strategi terintegrasi yang diterapkan selama periode penilaian 2025. Pemerintah daerah secara aktif mendorong perlindungan bagi para pekerja informal yang berisiko tinggi terhadap kerentanan sosial dan ekonomi.
"Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas kerja keras bersama seluruh jajaran Pemkab Bojonegoro, BPJS Ketenagakerjaan, serta kesadaran masyarakat pekerja. Fokus utama kami bukan sekadar meraih penghargaan, melainkan memastikan seluruh pekerja di Bojonegoro memiliki jaring pengaman sosial yang memadai," ujar Bupati Bojonegoro Setyo Wahono.
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melancarkan sejumlah langkah strategis untuk mengoptimalkan cakupan jaminan sosial ketenagakerjaan di wilayahnya. Beberapa fokus utama yang menjadi indikator penilaian meliputi:
- Perlindungan Pekerja Rentan: Pemberian subsidi iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi ribuan pekerja non-formal, seperti penderes siwalan, petani skala kecil, pedagang kaki lima, hingga marbot masjid.
- Penguatan Regulasi Daerah: Penerbitan Instruksi Bupati yang mengimbau seluruh instansi dan penyedia jasa konstruksi mitra pemerintah untuk mendaftarkan anggotanya ke program jaminan sosial.
- Pemberdayaan Aparatur Desa: Memastikan seluruh pengurus RT, RW, dan tenaga pendukung pemerintah desa terdaftar sebagai peserta jaminan sosial secara berkelanjutan.
- Sosialisasi dan Sinergi Masif: Menggelar sosialisasi di berbagai ajang daerah seperti Bejo Career Day serta aksi pedulian lingkungan bersama instansi terkait.
Dampak Positif Bagi Kesejahteraan Pekerja
Ajang Jamsostek Award Jawa Timur 2026 diselenggarakan sebagai pendorong utama bagi pemerintah daerah agar terus mengakselerasi pencapaian universal coverage jaminan sosial ketenagakerjaan di Jawa Timur. Program perlindungan ini mencakup jaminan risiko kecelakaan kerja (JKK), jaminan kematian (JKM), jaminan hari tua (JHT), jaminan pensiun (JP), hingga jaminan kehilangan pekerjaan (JKP).
Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Bojonegoro, Denny Herliyantono, mengapresiasi komitmen tinggi dari jajaran Pemkab Bojonegoro. Menurutnya, kolaborasi yang terjalin selama ini mampu memberikan perlindungan nyata bagi para pekerja dan keluarga mereka di Bojonegoro ketika musibah kecelakaan kerja atau kematian terjadi.
Dengan diraihnya penghargaan ini, Pemkab Bojonegoro berkomitmen untuk terus meningkatkan alokasi anggaran dan memperluas jaringan kepesertaan pada tahun-tahun mendatang, sehingga tidak ada lagi pekerja di Bojonegoro yang terabaikan perlindungan sosialnya saat menjalankan tugas sehari-hari.
Comments (0)