Pemilahan Sampah Disosialisasikan di HBKB Jakarta Timur

Jakarta – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur memanfaatkan momentum Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di Jalan Pemuda untuk mengedukasi warga mengenai pengelolaan sampah. Stan edukasi pemi...

Pemilahan Sampah Disosialisasikan di HBKB Jakarta Timur

Jakarta – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur memanfaatkan momentum Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di Jalan Pemuda untuk mengedukasi warga mengenai pengelolaan sampah. Stan edukasi pemilahan sampah resmi beroperasi di sepanjang kawasan bebas kendaraan tersebut pada Minggu pagi, menandai komitmen pemerintah dalam menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Gubernur DKI Jakarta mengenai pengurangan sampah plastik dan penguatan bank sampah di tingkat RW. Dalam rapat koordinasi yang digelar pekan lalu, Wali Kota Administrasi Jakarta Timur menegaskan bahwa edukasi publik menjadi kunci utama dalam menekan volume sampah yang berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bantargebang.

Stan edukasi yang didirikan oleh Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakarta Timur ini menampilkan berbagai contoh hasil pemilahan sampah organik dan anorganik. Petugas dari Sudin LH beserta kader lingkungan dari Kelurahan Rawamangun hadir untuk memberikan penjelasan langsung kepada masyarakat yang melintas. Mereka mempraktikkan cara memilah sampah berdasarkan jenisnya, mulai dari residu, organik, anorganik, hingga bahan berbahaya dan beracun (B3).

Antusiasme Warga dalam Mengikuti Edukasi

Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah warga terlihat antusias mengunjungi stan tersebut. Mereka tidak hanya sekadar melihat, tetapi juga mengajukan pertanyaan seputar pengolahan sampah organik menjadi kompos serta pemanfaatan sampah anorganik untuk kerajinan tangan. Salah seorang pengunjung, warga Kelurahan Pisangan Baru, menyatakan bahwa kegiatan ini sangat membantu masyarakat dalam memahami tata cara pemilahan yang benar.

"Selama ini saya sering bingung membedakan sampah yang bisa didaur ulang dan yang tidak. Dengan adanya stan ini, saya jadi paham bahwa botol plastik harus dibersihkan terlebih dahulu sebelum disetor ke bank sampah," ujarnya saat ditemui di sela-sela kegiatan.

Kepala Sudin LH Jakarta Timur, dalam keterangannya, menyatakan bahwa sosialisasi ini ditargetkan menjangkau minimal seribu pengunjung HBKB. Pihaknya menyiapkan materi edukasi dalam bentuk leaflet dan video singkat yang diputar di layar monitor. Selain itu, warga yang berhasil menjawab kuis interaktif tentang pemilahan sampah diberikan hadiah berupa kantong belanja ramah lingkungan.

Sinergi dengan Bank Sampah dan Komunitas

Kegiatan ini juga melibatkan pengurus bank sampah dari sepuluh kelurahan di Kecamatan Matraman dan Jatinegara. Mereka membawa contoh produk daur ulang yang telah berhasil dijual, seperti tas anyaman dari kemasan minuman dan pot bunga dari ban bekas. Hal ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa sampah memiliki nilai ekonomi jika dikelola dengan baik.

Dalam kesempatan tersebut, Fraksi Partai Hijau di DPRD DKI Jakarta melalui juru bicaranya menyatakan dukungan penuh terhadap program ini. Mereka menekankan bahwa edukasi lingkungan harus dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya saat HBKB, tetapi juga melalui kegiatan rutin di sekolah dan perkantoran. "Kami akan mengawal anggaran untuk pengadaan tempat sampah terpilah di ruang publik," kata juru bicara tersebut.

Rapat Koordinasi yang digelar sebelumnya juga memutuskan untuk memperluas jangkauan edukasi ke pasar tradisional dan permukiman padat penduduk. Pemerintah Kota Jakarta Timur berencana menambah jumlah bank sampah induk dari 11 menjadi 15 unit pada akhir tahun ini. Setiap bank sampah akan dilengkapi dengan mesin pencacah sampah organik untuk mempercepat proses pembuatan kompos.

Pemanfaatan Media Sosial untuk Menjangkau Generasi Muda

Selain stan fisik, Sudin LH Jakarta Timur juga memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan konten edukasi. Akun resmi Instagram dan TikTok pemerintah kota menayangkan video tutorial pemilahan sampah yang dikemas secara menarik. Langkah ini diambil untuk menjangkau generasi muda yang lebih banyak menghabiskan waktu di dunia digital.

Kepala Seksi Pengelolaan Sampah Sudin LH Jakarta Timur menjelaskan bahwa video pendek berdurasi satu menit akan diunggah setiap hari Rabu dan Jumat. Konten tersebut mencakup tips memilah sampah di rumah, cara membuat eco-enzyme, hingga informasi jadwal penjemputan sampah oleh petugas. "Kami berharap dengan pendekatan digital, pesan tentang kebersihan lingkungan dapat diterima oleh semua kalangan," ujarnya.

Kegiatan HBKB di Jalan Pemuda sendiri berlangsung mulai pukul 06.00 hingga 10.00 WIB. Selama kurun waktu tersebut, kendaraan bermotor dilarang melintas dan digantikan dengan berbagai aktivitas olahraga serta sosial. Pemerintah Kota Jakarta Timur memastikan bahwa stan edukasi lingkungan akan kembali hadir pada HBKB berikutnya di lokasi yang sama, dengan materi yang lebih bervariasi.

Dengan adanya edukasi ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemilahan sampah meningkat. Pemerintah menargetkan pengurangan sampah sebesar 15 persen di tingkat kota pada tahun 2025, sejalan dengan target nasional dalam Peraturan Presiden Nomor 97 Tahun 2017 tentang Kebijakan Strategi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
dimas-permana

Reporter Politik Muda. Fokus pada gerakan pemuda, politik digital, dan representasi generasi Z.

Comments (0)

User