Pemerintah Lumajang Nyatakan Video Erupsi Gunung Semeru yang Beredar Hoaks
LUMAJANG — Pemerintah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, menegaskan bahwa video yang menampilkan letusan besar Gunung Semeru dan beredar luas di media sosial sejak Kamis (3/7/2025) merupakan konten pal...
LUMAJANG — Pemerintah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, menegaskan bahwa video yang menampilkan letusan besar Gunung Semeru dan beredar luas di media sosial sejak Kamis (3/7/2025) merupakan konten palsu atau hoaks. Penegasan tersebut disampaikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang pada Jumat (4/7/2025), menyusul banyaknya pertanyaan dan kekhawatiran masyarakat, khususnya warga yang bermukim di lereng gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut.
Video menyesatkan itu pertama kali diunggah oleh akun YouTube @bencanapopuler pada Kamis (3/7/2025) dan dengan cepat menyebar ke sejumlah platform lain, termasuk TikTok, Facebook, serta grup percakapan WhatsApp. Dalam tayangan tersebut, tampak kolom abu tebal membumbung tinggi disertai narasi yang menyebut Gunung Semeru mengalami erupsi besar. Padahal, berdasarkan hasil verifikasi, rekaman itu merupakan dokumentasi peristiwa lama yang disunting dan diunggah ulang seolah-olah terjadi pada hari yang sama.
Kronologi Peredaran dan Verifikasi Video
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang menyatakan, pihaknya langsung menindaklanjuti laporan warga dengan berkoordinasi bersama Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) serta petugas Pos Pengamatan Gunung Api Semeru di Gunung Sawur, Kecamatan Candipuro. Hasil koordinasi dalam rapat koordinasi tersebut memastikan tidak ada letusan besar sebagaimana ditampilkan dalam video yang viral.
"Kami menegaskan bahwa video yang beredar dan diklaim sebagai erupsi Gunung Semeru pada Kamis kemarin adalah tidak benar. Hasil konfirmasi dengan pos pengamatan, tidak ada peristiwa letusan besar. Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak panik," ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang dalam keterangan resminya di Lumajang, Jumat (4/7/2025).
Ia menambahkan, penyebaran konten bohong mengenai bencana berpotensi menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat, terutama bagi warga di Kecamatan Candipuro dan Pronojiwo yang berada di kawasan rawan bencana. Karena itu, pemerintah daerah mengambil langkah cepat dengan merilis klarifikasi melalui kanal-kanal resmi.
Kondisi Aktual Aktivitas Vulkanik Semeru
Berdasarkan data pemantauan PVMBG, aktivitas Gunung Semeru hingga Jumat (4/7/2025) masih terpantau dalam batas normal, dengan sesekali terjadi guguran lava dan gempa letusan berskala kecil yang lazim terekam pada gunung api aktif. Tidak ada peningkatan aktivitas signifikan yang mengarah pada letusan besar seperti yang digambarkan dalam video hoaks tersebut.
Meski demikian, pemerintah daerah tetap mengimbau masyarakat dan wisatawan mematuhi rekomendasi PVMBG, antara lain tidak melakukan aktivitas apa pun di zona bahaya, khususnya di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, Kecamatan Candipuro. Rekomendasi tersebut berlaku setiap saat dan tidak terkait dengan video yang beredar.
"Aktivitas Semeru terus dipantau selama 24 jam oleh petugas pos pengamatan. Setiap perkembangan akan disampaikan kepada publik melalui kanal resmi. Masyarakat tidak perlu termakan informasi yang sumbernya tidak jelas," katanya menegaskan.
Imbauan Pemerintah Daerah dan Ancaman Sanksi Pidana
Pemerintah Kabupaten Lumajang mengingatkan bahwa penyebaran berita bohong yang menimbulkan keonaran di tengah masyarakat dapat dijerat ketentuan pidana. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, pelaku penyebar hoaks terancam pidana penjara paling lama enam tahun dan denda paling banyak Rp1 miliar.
Selain jalur hukum, pemerintah daerah juga menempuh langkah persuasif dengan mengedukasi masyarakat agar melakukan verifikasi sebelum membagikan informasi. Warga diminta hanya merujuk pada sumber resmi, seperti laman PVMBG Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, akun resmi BPBD Kabupaten Lumajang, serta layanan darurat 112 yang aktif setiap hari.
"Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk bijak bermedia sosial. Saring sebelum membagikan. Informasi kebencanaan yang benar hanya berasal dari instansi yang berwenang," ucapnya.
Sebagai langkah lanjutan, BPBD Kabupaten Lumajang bersama Dinas Komunikasi dan Informatika setempat akan meningkatkan patroli siber guna memantau peredaran konten menyesatkan terkait bencana. Masyarakat yang menemukan konten serupa diminta melaporkannya melalui kanal aduan resmi agar dapat segera ditindaklanjuti oleh aparat berwenang.
Pemerintah Kabupaten Lumajang menegaskan komitmennya menyediakan informasi kebencanaan yang akurat dan tepat waktu sebagai bagian dari upaya perlindungan masyarakat. Warga di sekitar lereng Semeru diminta tetap waspada namun tidak panik, serta mengikuti arahan petugas di lapangan apabila sewaktu-waktu terjadi peningkatan aktivitas vulkanik.
Comments (0)