Pecahkan Rekor, Polisi Australia Sita 2,7 Ton Kokain di Sydney
Kepolisian Federal Australia (AFP) mencatat sejarah baru dalam pemberantasan narkotika setelah menyita 2,7 ton kokain dari sebuah properti di kawasan Greater Western Sydney. Barang bukti bernilai fant
Kepolisian Federal Australia (AFP) mencatat sejarah baru dalam pemberantasan narkotika setelah menyita 2,7 ton kokain dari sebuah properti di kawasan Greater Western Sydney. Barang bukti bernilai fantastis, diperkirakan mencapai AU$816 juta atau setara lebih dari Rp8,4 triliun, ditemukan di Londonderry pada Jumat (19/06). Ini merupakan penyitaan kokain terbesar yang pernah dilakukan oleh aparat di Negeri Kanguru.
Pengungkapan ini bermula dari operasi intelijen yang telah berlangsung selama beberapa bulan. Tim gabungan AFP dan kepolisian negara bagian New South Wales menggerebek sebuah properti yang tampak biasa dari luar. Namun, di balik fasad gudang tersebut, petugas mendapati sebuah bunker bawah tanah yang disamarkan dengan sangat rapi seolah-olah merupakan bagian dari lantai biasa.
Di dalam bunker tersembunyi itu, polisi menemukan tiga kontainer pengiriman berukuran besar yang seluruhnya dijejali paket-paket kokain. Ratusan balok padat narkotika itu dikemas dalam plastik kedap udara dan dilapisi berbagai bahan untuk mengelabui anjing pelacak. Teknik penyembunyian ini dinilai sangat canggih dan menunjukkan jaringan sindikat internasional yang terorganisasi.
“Ini merupakan pukulan telak bagi kartel narkoba yang mencoba mengedarkan racun ini ke masyarakat Australia. Kami berhasil memotong jalur distribusi dalam jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya,” ujar seorang pejabat tinggi AFP dalam konferensi pers di Sydney. Pihak berwenang meyakini kokain tersebut berasal dari kawasan Amerika Selatan dan dikirim melalui jalur laut dengan rantai distribusi yang melibatkan banyak negara transit.
Operasi ini menetapkan beberapa tersangka yang kini berada dalam pengawasan intensif. AFP menyebut penangkapan masih terus berlangsung dan tidak menutup kemungkinan adanya pihak lain di luar negeri yang ikut terlibat. Jaringan ini diduga telah beroperasi selama bertahun-tahun dengan modus serupa, memanfaatkan properti-properti di kawasan industri dan pedesaan sebagai titik penyimpanan sementara sebelum diedarkan ke kota-kota besar seperti Sydney, Melbourne, dan Brisbane.
Dengan pengungkapan ini, AFP menegaskan kembali komitmennya untuk memerangi sindikat narkotika transnasional. Kolaborasi dengan badan intelijen asing dan penegak hukum negara tetangga semakin diperketat untuk mengantisipasi potensi pengiriman susulan. Sementara itu, masyarakat diimbau untuk melaporkan setiap aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar yang mungkin terkait dengan penyelundupan narkoba.
Penyitaan 2,7 ton kokain ini melampaui rekor sebelumnya yang tercatat pada tahun 2017, ketika polisi Australia mengamankan 1,4 ton kokain dari sebuah kapal di lepas pantai New South Wales. Angka ini juga menempatkan Australia sebagai salah satu negara dengan tingkat pengungkapan narkotika tertinggi di kawasan Pasifik, seiring meningkatnya permintaan domestik terhadap kokain dalam satu dekade terakhir.
Laporan selengkapnya mengenai perkembangan kasus ini akan terus dipantau oleh Apaberita.com.
Comments (0)