PDIP Nonaktifkan Anggota DPRD TTU Diduga Intimidasi Dokter Icha
Apaberita.com — Informasi dalam artikel ini sama sekali tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun agar melakukan tindakan serupa. Bila Anda mengalami gejala depresi dengan kecenderungan berupa
Apaberita.com — Informasi dalam artikel ini sama sekali tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun agar melakukan tindakan serupa. Bila Anda mengalami gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk mengakhiri hidup atau bunuh diri, segera konsultasikan persoalan tersebut kepada pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental terdekat.
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) secara resmi menonaktifkan keanggotaan Veronika Lake, anggota DPRD Timor Tengah Utara (TTU), yang diduga terlibat dalam peristiwa intimidasi terhadap dr Eliza Princila Utami Pakaenoni atau yang lebih akrab disapa dokter Icha (27). Dugaan intimidasi dan tekanan yang diterima korban diduga menjadi salah satu pemicu utama yang mendorong dokter muda berbakat tersebut mengambil keputusan tragis dengan mengakhiri hidupnya.
Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira membenarkan bahwa penonaktifan terhadap Veronika Lake mulai diberlakukan per hari ini. Langkah tegas tersebut diambil selama proses hukum oleh aparat kepolisian masih terus bergulir. Penonaktifan ini merupakan keputusan DPC PDIP setempat sebagai bentuk pertanggungjawaban organisasi terhadap tuduhan serius yang dialamatkan kepada salah satu kadernya.
"DPC menonaktifkan dia selama proses hukum di polisi. Dan kemudian mereka bertiga tuh sudah dipanggil oleh polisi, sehingga ya tunggu proses hukum," ujar Hugo saat ditemui awak media kami di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (30/6/2026).
Hugo menegaskan bahwa pihaknya menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada aparat penegak hukum agar berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Keputusan penonaktifan diambil untuk menjaga nama baik partai sekaligus memberikan ruang penyelidikan yang objektif dan transparan. Ia juga menyebut bahwa ada dua orang lain yang turut dipanggil oleh penyidik kepolisian dalam pengusutan kasus ini.
Dugaan intimidasi yang menimpa dr Icha sebelum ia meninggal dunia telah menggemparkan publik dan mendapat sorotan luas dari berbagai kalangan masyarakat. Banyak pihak yang mendesak agar proses hukum terhadap para terduga pelaku berjalan tegas dan tidak pandang bulu agar keadilan dapat ditegakkan. Dukungan moral juga terus mengalir bagi keluarga korban agar mereka diberikan kekuatan dalam menghadapi musibah yang menimpa anak mereka.
Apaberita.com melaporkan, hingga saat ini aparat kepolisian masih mendalami keterangan para saksi dan mengumpulkan bukti-bukti yang berkaitan dengan peristiwa tragis tersebut. Masyarakat luas berharap adanya pengusutan tuntas sehingga tidak ada lagi tindakan intimidasi yang berujung pada kehilangan nyawa, terutama terhadap tenaga medis yang tengah menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.
Comments (0)