Pascabentrokan, Madrasah di Menteng Berlakukan PJJ Sementara
JAKARTA, Apaberita – Sebuah madrasah ibtidaiyah yang terletak di Jalan Matraman Dalam, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, terpaksa menghentikan kegiatan belajar tatap muka dan beralih ke sistem pembe...
JAKARTA, Apaberita – Sebuah madrasah ibtidaiyah yang terletak di Jalan Matraman Dalam, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, terpaksa menghentikan kegiatan belajar tatap muka dan beralih ke sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) per Sabtu (27/7/2026). Keputusan itu diambil setelah bentrokan yang terjadi di kawasan Tambak Menteng pada Jumat sore (26/7/2026) menimbulkan kekhawatiran terhadap keamanan dan kenyamanan proses belajar mengajar.
Bentrokan antarwarga yang pecah di Jalan Tambak, persis di salah satu titik padat permukiman, telah menciptakan ketegangan di lingkungan sekitar. Meskipun situasi telah dikendalikan oleh aparat keamanan, jejak kerusakan dan potensi eskalasi susulan masih membayangi. Madrasah yang berada hanya beberapa ratus meter dari pusat kericuhan itu pun langsung mengambil langkah antisipatif.
Keputusan Berbasis Keamanan
Kepala Madrasah Ibtidaiyah Al-Istiqamah, Muhammad Ramli, menegaskan bahwa kebijakan sementara ini diambil berdasarkan hasil koordinasi dengan komite sekolah dan jajaran pengurus yayasan pada Jumat malam. “Kami tidak mau berspekulasi. Begitu mendapat laporan situasi belum sepenuhnya kondusif, malam itu juga kami putuskan untuk meniadakan kehadiran fisik selama dua hari ke depan. Keselamatan murid dan guru adalah prioritas utama,” ujarnya saat dihubungi Apaberita, Sabtu pagi.
Ramli menjelaskan bahwa sebanyak 284 siswa dari kelas satu hingga enam akan mengikuti pembelajaran secara daring melalui platform yang telah disiapkan sekolah. Jadwal pelajaran tetap mengikuti kurikulum normal, hanya saja medium pengantarnya diubah menjadi kelas virtual. Para guru diminta untuk memberikan materi dan tugas melalui grup WhatsApp kelas serta portal e-learning milik madrasah.
Dukungan Dinas Pendidikan
Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Jakarta Pusat juga telah mengeluarkan imbauan kepada seluruh sekolah di Kecamatan Menteng, khususnya yang berada dekat lokasi bentrokan, untuk meningkatkan kewaspadaan. Kepala Suku Dinas Pendidikan Jakarta Pusat Wilayah I, Sri Andayani, menyatakan bahwa pihaknya membenarkan langkah MI Al-Istiqamah. “Kami sudah berkomunikasi dengan kepala sekolah pagi ini. Selama situasi belum normal sepenuhnya, opsi PJJ dapat diberlakukan berdasarkan kewenangan kepala satuan pendidikan masing-masing,” katanya melalui sambungan telepon.
Sri menambahkan, pihaknya juga meminta seluruh sekolah untuk terus berkoordinasi dengan aparat keamanan setempat, khususnya Polsek Menteng dan Koramil, guna memantau perkembangan situasi terkini. Sebanyak empat sekolah lain di radius 500 meter dari lokasi bentrokan juga diminta untuk menyiagakan protokol darurat, meskipun hingga Sabtu siang belum ada sekolah lain yang mengikuti langkah serupa.
Kondisi Pascabentrokan dan Pengamanan
Bentrokan yang terjadi Jumat sore melibatkan dua kelompok warga yang berselisih mengenai batas lahan parkir liar di sekitar Pasar Tambak. Insiden yang berawal dari adu mulut itu berkembang menjadi saling lempar batu dan pembakaran sejumlah kendaraan roda dua. Aparat Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat menurunkan dua peleton personel untuk membubarkan massa dan mengamankan lokasi. Kapolres Metro Jakarta Pusat, Komisaris Besar Polisi Hendro Pandowo, memastikan bahwa enam orang telah diamankan dan situasi kini dalam status siaga.
“Kami telah menempatkan personel secara statis di beberapa titik, termasuk di depan kompleks pendidikan. Tidak ada toleransi terhadap tindakan yang mengganggu ketertiban,” ujar Hendro dalam keterangan tertulisnya. Ia mengimbau warga untuk tidak terprovokasi oleh isu yang beredar di media sosial dan menyerahkan penyelesaian masalah kepada pihak berwenang.
Respons Orang Tua dan Masyarakat
Di kalangan orang tua murid, keputusan PJJ sementara ini disambut dengan beragam reaksi. Sebagian besar mendukung agar anak-anak tetap belajar di rumah. Nurhayati (34), orang tua siswa kelas empat, mengaku lega. “Tadi malam saya sudah cemas. Mendengar ada kabar sekolah pakai daring, saya langsung setuju. Anak-anak tidak perlu keluar rumah dulu, yang penting aman,” tuturnya saat ditemui di kediamannya di Jalan Matraman Dalam.
Namun, beberapa orang tua juga menyuarakan kekhawatiran terhadap efektivitas belajar daring yang mendadak. Rohman (40), ayah dari siswa kelas dua, mengatakan bahwa tidak semua keluarga memiliki perangkat yang memadai. “Tapi ya tidak apa-apa daripada risiko di jalan. Kami paham situasinya darurat,” katanya. Pihak sekolah berjanji akan memberikan fasilitas peminjaman tablet bagi siswa yang terkendala, dengan penjadwalan pengambilan yang diatur per kelas untuk menghindari kerumunan.
Rencana Evaluasi dan Kembalinya Normal
MI Al-Istiqamah sendiri berencana melakukan evaluasi pada Senin (29/7/2026) pagi untuk menentukan apakah kegiatan tatap muka dapat dilanjutkan. Muhammad Ramli menyebut bahwa keputusan itu akan bergantung pada hasil koordinasi dengan pihak keamanan dan perkembangan situasi di lapangan. “Kalau situasi sudah benar-benar kondusif, Senin langsung kembali tatap muka. Tapi kalau masih ada potensi gangguan, kami perpanjang PJJ sambil menunggu arahan dari dinas,” jelasnya.
Sementara itu, aktivitas di sekitar Jalan Tambak pada Sabtu pagi mulai berangsur normal. Beberapa toko dan warung kembali buka, meski petugas kepolisian masih tampak berjaga di sudut-sudut jalan. Lalu lintas di Jalan Matraman Dalam pun tidak lagi dialihkan. Namun, warga sekitar tetap diminta untuk tidak mendekati area yang masih dipasang garis polisi di satu ruas jalan kecil yang menjadi titik awal bentrokan.
Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat melalui Wakil Wali Kota, Chaidir, mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan dan tidak mudah tersulut provokasi. “Kami sudah berkoordinasi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pihak keamanan untuk meredam tensi. Jangan sampai anak-anak kita menjadi korban berikutnya,” tegasnya dalam keterangan terpisah.
Comments (0)