Sep 16, 2026
Jawa Tengah

Papua Siapkan Langkah Strategis Kendalikan Inflasi Jelang Nataru

JAYAPURA — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua mulai mengintensifkan langkah-langkah mitigasi komprehensif guna menjaga stabilitas inflasi daerah menjelang

Papua Siapkan Langkah Strategis Kendalikan Inflasi Jelang Nataru

JAYAPURA — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua mulai mengintensifkan langkah-langkah mitigasi komprehensif guna menjaga stabilitas inflasi daerah menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Upaya strategis ini difokuskan pada pengamanan pasokan bahan pokok, kestabilan harga pangan, serta kelancaran rantai distribusi logistik di seluruh wilayah Bumi Cenderawasih.

Lonjakan konsumsi masyarakat pada akhir tahun kerap memicu tekanan harga komoditas utama di pasar tradisional maupun ritel modern. Oleh karena itu, koordinasi lintas sektoral yang melibatkan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Bank Indonesia, Bulog, dan para pemangku kepentingan logistik diperkuat sejak dini.

Kronologi dan Tahapan Antisipasi Lonjakan Inflasi

Guna memastikan stabilitas perekonomian tetap terjaga hingga awal tahun mendatang, Pemprov Papua menyusun jadwal pelaksanaan intervensi pasar secara terstruktur:

  1. Tahap Pemetaan dan Survei Pasar: Melakukan audit stok ketersediaan pangan di tingkat distributor utama dan memantau fluktuasi harga harian untuk komoditas sensitif seperti beras, cabai rawit, bawang merah, telur ayam, dan minyak goreng.
  2. Rakor Pengendalian Inflasi Daerah: Menggelar rapat koordinasi bersama satgas pangan dan otoritas pelabuhan guna menjamin tidak ada hambatan bongkar muat bahan pokok di Pelabuhan Jayapura.
  3. Pelaksanaan Pasar Murah Serentak: Menggelar pasar pangan murah bersubsidi di berbagai titik pemukiman padat dan gereja-gereja menjelang perayaan ibadah Natal.
  4. Monitoring dan Evaluasi H-7 hingga H+7: Mengerahkan tim satgas pangan untuk menindak potensi penimbunan barang dan spekulasi harga di lapangan.
"Kami tidak ingin masyarakat terbebani oleh kenaikan harga bahan pokok di saat momentum perayaan keagamaan. Ketersediaan stok dan kelancaran jalur distribusi dari sentra produksi ke Papua menjadi prioritas mutlak yang harus diamankan," tegas pejabat perwakilan Pemprov Papua.

Fokus Pengamanan Rantai Pasok dan Subsidi Transportasi

Kondisi geografis Papua yang sangat bergantung pada pasokan dari luar daerah, seperti Sulawesi dan Jawa Timur, menjadi tantangan tersendiri. Menghadapi potensi cuaca ekstrem di perairan timur Indonesia pada akhir tahun, pemerintah daerah mendorong para distributor untuk menambah cadangan stok minimal untuk kebutuhan 1,5 hingga 2 bulan ke depan.

Selain menjaga ketersediaan barang fisik, pemerintah daerah juga menyiapkan skema intervensi subsidi ongkos angkut komoditas pangan vital. Langkah ini ditujukan untuk menekan disparitas harga barang, terutama yang didistribusikan ke wilayah pedalaman Papua.

  • Cadangan Beras Pemerintah: Memastikan stok beras medium dan premium di gudang Bulog mencukupi kebutuhan seluruh kabupaten/kota hingga kuartal pertama 2026.
  • Kerja Sama Antar-Daerah (KAD): Memperkuat pasokan komoditas hortikultura langsung dari daerah produsen lokal seperti Kabupaten Keerom dan Merauke.
  • Pengawasan Jalur Laut dan Udara: Memberikan prioritas sandar kapal logistik pangan serta mempermudah distribusi via kargo udara perintis.

Melalui penerapan strategi terpadu ini, Pemprov Papua optimistis angka inflasi daerah pada periode akhir tahun tetap berada di dalam rentang target nasional, sekaligus memastikan masyarakat dapat merayakan Nataru dengan tenang dan nyaman.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS tania-sari

Reporter Hukum. Meliput Mahkamah Konstitusi, judicial review, dan dinamika legislasi.

Comments (0)

User