PANDEGLANG, Apaberita.com — Kabut kecemasan menyelimuti perairan Selat Sunda setelah sebuah kapal cepat (speed boat) yang mengangkut delapan orang—termasuk lima jurnalis dari berbagai media massa—dilaporkan hilang kontak dalam pelayaran menuju kawasan Gunung Anak Krakatau. Pencarian intensif yang telah memasuki hari kedua pada Rabu (9/9) kini diperluas dengan melibatkan tim SAR gabungan lintas wilayah.
Pelayaran yang bermula dari tugas penulisan berita lapangan itu berubah menjadi ketegangan saat kapal yang bertolak dari Dermaga Pandeglang Carita pada Senin (7/9) sekitar pukul 14.00 WIB tak kunjung sampai di tujuan. Kontak terakhir dengan kapal tercatat pada pukul 14.42 WIB, hanya sekitar 42 menit setelah lepas sandar, di perbatasan perairan antara Carita dan Gunung Anak Krakatau.
Jejak Terakhir dan Identitas Rombongan
Rombongan tersebut melakukan perjalanan laut menuju gunung api aktif di tengah laut tersebut untuk menjalankan tugas peliputan kebencanaan dan lingkungan. Di atas kapal terdapat lima jurnalis lintas media nasional dan internasional, seorang nakhoda, satu anak buah kapal (ABK), serta seorang pemandu lokal yang mendampingi perjalanan.
Berikut adalah data ringkas delapan penumpang yang berada di dalam kapal cepat tersebut:
| Nama Penumpang | Afiliasi / Peran | Status Dalam Pelayaran |
|---|---|---|
| M Bagus Khoirunnas | LKBN Antara | Jurnalis / Tim Peliputan |
| Ari Basuki | Merdeka.com | Jurnalis / Tim Peliputan |
| Yudhis | iNews TV | Jurnalis / Tim Peliputan |
| Daus | Anadolu Agency | Jurnalis / Tim Peliputan |
| Donal | Kontributor / Freelance | Jurnalis / Tim Peliputan |
| Warta (55) | Warga Lokal | Kapten / Nakhoda Kapal |
| Surakman (60) | Warga Lokal | Anak Buah Kapal (ABK) |
| Heriyanto (49) | Pemandu Lapangan | Guide / Pendamping Risk Area |
Penyisiran Skala Besar oleh Basarnas Gabungan
Memasuki pencarian hari kedua, skala operasi SAR terus ditingkatkan secara masif. Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Lampung secara resmi menerjunkan alutsista berupa dua unit Rigid Inflatable Boat (RIB) guna mendukung penyisiran yang dipimpin oleh Kantor Basarnas Banten sesuai dengan Rencana Operasi SAR (Renops) H.2.
Penyisiran di perairan yang dikenal memiliki gelombang tak menentu ini dilakukan dengan membagi sektor pencarian. RIB 02 dikerahkan dengan membawa 7 personel, sementara RIB 03 mengangkut 10 personel berpengalaman yang dilengkapi dengan peralatan navigasi dan penyelamatan laut terkini.
“Kami mengerahkan dua unit RIB beserta personel untuk mendukung operasi SAR di wilayah Selat Sunda. Tim akan melaksanakan pencarian sesuai search area yang telah ditetapkan dan berkoordinasi dengan seluruh unsur SAR gabungan di lapangan,” tegas Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Lampung, Deden Ridwansah.
Tantangan Arus Laut dan Harapan Keselamatan
Perairan Selat Sunda dikenal memiliki dinamika cuaca yang ekstrem dan arus bawah laut yang cukup berbahaya. Kerentanan cuaca laut yang dapat berubah secara mendadak menjadi ujian berat bagi tim penolong di lapangan. Kendati demikian, seluruh personel SAR berkejaran dengan waktu karena keselamatan delapan nyawa tersebut menjadi prioritas utama operasi kemanusiaan ini.
Komunitas insan pers nasional bersama keluarga korban hingga saat ini terus memantau perkembangan terkini dari posko SAR di kawasan Carita. Doa dan harapan dipanjatkan agar seluruh penumpang speed boat dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat di tengah perjuangan gigih tim SAR gabungan yang terus menyisir luasnya perairan Selat Sunda.
Comments (0)