Panas Menyengat, Pelayat Disiram Air Saat Penghormatan Terakhir Ayatollah Ali Khamenei
Teheran, Apaberita.com – Ribuan pelayat membanjiri Masjid Imam Khomeini di ibu kota Iran untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Di tengah cuaca mus
Teheran, Apaberita.com – Ribuan pelayat membanjiri Masjid Imam Khomeini di ibu kota Iran untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Di tengah cuaca musim panas yang menyengat dengan suhu mencapai 40 derajat Celsius, petugas menyemprotkan air ke arah kerumunan agar massa yang berdesakan tetap merasa sejuk.
Langkah Darurat Atasi Panas Ekstrem
Melihat antusiasme warga yang terus berdatangan, panitia penyelenggara pemakaman mengerahkan sejumlah unit penyemprot air. Mobil pemadam kebakaran juga disiagakan di sekitar lokasi. Tim medis dan ambulans Bulan Sabit Merah Iran sibuk memberikan pertolongan kepada warga yang pingsan akibat dehidrasi.
"Kami ingin memastikan seluruh pelayat yang hadir untuk penghormatan terakhir tetap dalam kondisi sehat dan aman," ujar seorang petugas keamanan kepada laporan Apaberita.com.
Relawan membagikan air mineral dingin dan handuk basah kepada para pelayat. Sebagian warga terlihat menggunakan payung untuk melindungi diri dari terik matahari. Meskipun kondisi fisik cukup menantang, wajah-wajah penuh duka tetap bertahan mengikuti seluruh rangkaian doa dan prosesi adat.
Penghormatan Nasional untuk Pemimpin
Jenazah Ayatollah Khamenei disemayamkan di masjid yang juga menjadi tempat peristirahatan terakhir pendiri Republik Islam Iran, Ayatollah Ruhollah Khomeini. Prosesi dihadiri para pejabat tinggi negara, tokoh agama, serta perwakilan dari berbagai negara sahabat. Pembacaan doa dan pidato perpisahan dipimpin langsung oleh petinggi militer dan politik Iran. Semua siaran televisi nasional menyiarkan langsung prosesi tersebut sebagai bentuk penghormatan terakhir dari rakyat.
Cuaca ekstrem tak menyurutkan niat ribuan warga yang telah menanti sejak pagi hari. Seorang pelayat, Fatemeh, mengaku rela berdiri berjam-jam meskipun panas. "Saya tumbuh di masa kepemimpinan beliau. Ini adalah cara saya mengucapkan terima kasih yang terakhir," tuturnya kepada Apaberita.com.
Pemerintah Iran telah mengumumkan masa berkabung nasional selama tiga hari. Sejumlah negara tetangga dan sekutu menyampaikan belasungkawa atas wafatnya tokoh yang telah memimpin Iran selama lebih dari tiga dekade. Penerus Ayatollah Khamenei diperkirakan akan dipilih dalam sidang Dewan Ahli dalam waktu dekat. Hingga menjelang malam, kerumunan di sekitar Masjid Imam Khomeini masih belum surut. Petugas keamanan terus mengatur arus lalu lintas pejalan kaki yang datang silih berganti untuk memberikan penghormatan terakhir.
Comments (0)