Sep 16, 2026
Hukum

Pakistan Tegaskan Pakta Pertahanan Makkah Bersifat Defensif dan Belum Diperluas

ISLAMABAD — Kementerian Luar Negeri Pakistan (Foreign Office/FO) menegaskan bahwa pakta pertahanan trilateral yang baru dibentuk bersama Arab Saudi dan Tur

Pakistan Tegaskan Pakta Pertahanan Makkah Bersifat Defensif dan Belum Diperluas

ISLAMABAD — Kementerian Luar Negeri Pakistan (Foreign Office/FO) menegaskan bahwa pakta pertahanan trilateral yang baru dibentuk bersama Arab Saudi dan Turkiye, yang dikenal sebagai Pakta Pertahanan Makkah, murni bersifat defensif. Pemerintah Pakistan juga memastikan bahwa rencana perluasan keanggotaan aliansi militer tersebut saat ini belum menjadi agenda pembahasan.

Pernyataan resmi tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan, Sajjad Haider Khan, dalam taklimat media mingguan di Islamabad. Khan menggarisbawahi bahwa tujuan utama dari kemitraan strategis tiga negara ini adalah memperkuat stabilitas serta menjaga keamanan kawasan melalui mekanisme penangkal ancaman (deterrence).

"Pakta ini pada dasarnya merupakan aliansi pertahanan untuk menjamin keamanan regional terutama melalui efek gentar (deterrence). Saat ini perluasan pakta belum masuk dalam rencana kerja," ujar Sajjad Haider Khan.

Kronologi Pembentukan dan Tahapan Pakta Pertahanan

Inisiatif kerja sama pertahanan strategis antara Islamabad, Riyadh, dan Ankara telah melalui sejumlah proses formal penting sejak pertengahan tahun ini:

  1. 7 Agustus: Penandatanganan resmi pakta pertahanan oleh perwakilan pemerintah Pakistan, Arab Saudi, dan Turkiye. Perjanjian ini menetapkan klausul pertahanan kolektif, di mana agresi terhadap salah satu negara penandatangan akan diperlakukan sebagai serangan terhadap seluruh anggota aliansi.
  2. 31 Agustus: Penyelenggaraan pertemuan perdana aliansi di Istanbul, Turkiye. Pertemuan tersebut menghasilkan keputusan penting untuk membentuk sekretariat permanen yang akan dipimpin oleh seorang Sekretaris Jenderal guna mengoordinasikan agenda teknis pertahanan.
  3. Fase Konsolidasi Berjalan: Ketiga negara anggota menggelar serangkaian konsultasi intensif di berbagai tingkatan guna merumuskan mekanisme operasional, prosedur tetap, serta kerangka institusional aliansi.

Fokus Penguatan Struktur Internal Tiga Negara

Menurut Khan, prioritas utama ketiga negara saat ini adalah memperkuat tata kelola organisasi internal sebelum mempertimbangkan langkah diplomasi yang lebih luas. Berbagai pekerjaan mendasar masih harus dirampungkan agar kesepakatan militer ini dapat beroperasi secara efektif dan terstruktur.

Ia menekankan bahwa konsultasi mendalam mengenai rancangan struktur, tata cara operasional, dan mekanisme koordinasi keamanan masih berlangsung aktif. "Tugas signifikan masih terbentang di depan untuk memfinalisasi struktur organisasi, mekanisme, dan prosedur kerja. Perkembangan lanjutan akan diumumkan secara bertahap seiring berjalannya proses," tambahnya.

Peluang Ekspansi di Masa Depan

Kendati pembahasan mengenai ekspansi saat ini ditiadakan, Pakistan tidak menutup pintu sepenuhnya bagi keterlibatan negara lain di masa mendatang. Sajjad Haider Khan menjelaskan bahwa setelah fase konsolidasi awal rampung dan fondasi institusional terbangun kukuh, pakta ini berpotensi membuka ruang bagi mitra baru.

Kemitraan tersebut nantinya dapat diakses oleh negara-negara yang memiliki kesamaan pandangan, prinsip geopolitik, serta komitmen terhadap stabilitas keamanan kawasan. Namun, keputusan mengenai penambahan anggota baru tetap akan diputuskan secara mufakat oleh Pakistan, Arab Saudi, dan Turkiye pada tahap lanjutan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS hendra-wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Comments (0)

User